Dalam Kobaran Api, Tahar Ben Jelloun
Sebenarnya, seri novela Penerbit Circa memiliki struktur begini:
Setelah kover depan terdapat penjelasan apa itu novela.
Seri Novela Penerbit Circa
Setelahnya terdapat foto penulisnya. Dan halaman selanjutnya adalah biografi singkat penulis dan penerjemahnya.
Halaman terakhir sebelum kover belakang adalah daftar seri novela.
Saya merasa perlu menyampaikannya sebab kelima-limanya memilik struktur yang sama, sekadar saya gunakan sebagai jembatan sebab ingatan saya terlalu terbatas.
| Judul | DALAM KOBARAN API |
|---|---|
| Judul Asli (Prancis) | Par le feu |
| Judul (Inggris) | By Fire. The New Yorker |
| Penulis | Tahar Ben Jelloun |
| Penerjemah | Nanda Akbar Ariefianto |
| Jenis | Novela |
| Jumlah halaman | 68 hlm. 11x17 cm |
| Penerbit | Circa |
| Cetakan pertama | Juni 2019 |
| ISBN di Kover Belakang | 978-623-90721-0-0 |
Hal unik yang tidak terdapat dalam 2 seri novela lain yang telah saya baca: Ajari Kami Melampaui Kegilaan Kami dan Dongeng Pulau Tak Dikenal, adalah pada novela ini terdapat daftar isi.
Daftar isinya dibagi menjadi tiga: pertama, isi novela ini; kedua, wawancara Deborath Treisman kepada penulis; ketiga, wawancara Ruth Schneider kepada penulis.
Pembuka novela ini dideskripsikan dengan apik tentang sarjana anyar yang miskin, menganggur, dan sedang membakar ijazah. Saya pribadi suka pada bagian 'membakar ijazah'.
Apa gunanya bergantung pada sehelai kertas yang takkan bisa membawanya ke mana-mana? (hlm. 13)
Kemudian narasi itu terus berlanjut. Tokoh utama, mantan aktivis mahasiswa, miskin dan menganggur itu, mengalami kesulitan mencari kerja hingga diintimidasi oleh polisi. Ada juga kisah cinta darinya, kehidupan yang romantis di sela sisi kelam.
Pacarnya kelak menjadi penggerak aktivis di negeri itu. Perjalanan berat terus dijalani sang tokoh, hingga puncak pergolakan batin karena diperlakukan amat jauh dari kata adil oleh negara: dia membakar dirinya di kantor balai kota.
Itulah puncaknya, berita tersebar dan semua kebenaran terkuak. Demonstrasi besar-besaran meledak di negara itu.
Keseluruhan ceritanya adalah tentang perjuangan. Nyaris tidak ada yang jenaka. Kesulitan hidup, intimidasi, ketidakadilan, dan hal-hal suram lain antara tokoh utama dengan aparat negara.
Dia pun mulai menangis, dugaannya benar bahwa polisi tidak pernah datang untuk membawa kabar baik. (hlm. 21)
Dinarasikan dengan sederhana. Bahkan amat sederhana. Sepi terhadap metafora-metafora yang sering digunakan dalam kepenulisan sastra.
Novela ini memakai alur maju. Tokoh-tokoh dijabarkan terlalu detail. Meski begitu, tidak menghilangkan fokus dari apa yang hendak disampaikan.
Bagian akhir tetap menggantung. Yang mengisyaratkan bahwa ketidakadilan di kota itu belum berakhir.
Tulisan ini didasarkan pada kisah nyata yang berkaitan dengan Arab Spring serta perpolitikan. Hal ini dijelaskan pada dua wawancara setelah isi novela.
Sastra tidak akan tertarik dengan sebuah dunia yang semuanya berjalan baik-baik saja
(Hlm. 62)
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi