CMS HTMLy, kelebihan dan kekurangan
HTMLy, semacam Content Management System yang kurang populer. Apalagi kalau dibandingkan dengan si raksasa WordPress.
Kelebihan dan kekurangan HTMLy ini saya susun sepenuhnya berdasarkan pengalaman sendiri. Pengalaman secuil sejak 30 April 2026 sampai artikel ini saya tulis.
Jadi, kalau ada sesuatu yang kurang sreg, mari kita selesaikan dengan cara baik-baik.
Kelebihan HTMLy
Langsung saja...
1. Editor pakai markdown (md)
Setelah ngeblog sejak 2014 silam, saya baru ngerti ada bahasa yang dinamakan markdown. Sekali nyoba langsung puas.
Baru ngeh juga kalau open ticket di Domainesia juga pakai markdown haha...
Editornya ringan banget. Ini jadi alasan utama mengapa di mengetik.com saya pakai HTMLy.
Buat nulis blog dan narasi sambat ringan. Jauh lebih enak daripada Editor Classic --apalagi editor block.
Blog mengetik.com ini gemar gonta-ganti CMS, soalnya memang fokusnya cuma buat tulisan receh dan nawarin jasa. Kalau blog yang tujuannya untuk SEO dan traffic sudah ada sendiri.
Saya pernah pakai platform Blogger, WordPress, ClassicPress, Grav, dan akhirnya menetap di HTMLy. Entah nanti sampai kapan haha...
2. Ringan keparat
Sangat ringan. Ringannya luar dalam. Di dashboard maupun di depan.
Mau migrasi-in blog bertraffic ke HTMLy masih khawatir. Soalnya URL prefix tidak bisa dibikin default:
mengetik.com/judul-artikel
Harus ada...
mengetik.com/folder/judul-artikel
3. Tanpa database
Namanya juga flat CMS, HTMLy tidak punya database. Ini pula yang menjadi alasan mengapa begitu ringan.
Lihat sisi positifnya, Anda hanya akan ngulek di folder public_html. Semuanya ada di sana.
4. Buatan anak bangsa
Terima kasih untuk Bang Danang Probo Sayekti alias Danpros. Maafkan pula tahun-tahun yang sia-sia pakai WordPress.
Tidak semua sesuatu yang keluar dari isi kepala anak bangsa itu buruk seperti sembilan belas lapangan kerja. Ada pula yang begitu bermanfaat, seperti HMTLy untuk aktivitas blogging kita.
5. Backup dan restore gampang
Kalau mau backup juga gampang. Misalnya ingin full backup, tinggal kompres public_html. Atau, mau hanya backup tema yang sudah Anda custom, tinggal backup folder Themes.
Restore? Ya tinggal upload file .zip backup Anda, lalu ekspor. Beres. Haha...
Apa pula itu database?
6. Bersahabat dengan shared hosting kere
HTMLy berjalan terlalu mulus di shared hosting kere 120k/tahun ini
Jika saya pakai WordPress, harus rutin optimasi table database, pasang cache paling efektif, meminimalisir penggunaan plugin, memasang logika rendering yang paling ringan, dan serentetan urusan teknis lainnya.
Sedangkan di sini, saya cukup install HTMLy via cPanel, pilih theme, hapus theme yang tidak dibutuhkan, customisasi tipis-tipis, atur konfigurasi di dashboard, tulis artikel.
Kabar baik lainnya, Anda bisa memilih jenis halaman depan; apakah pakai halaman statis atau blog terbaru
Jangan pikir pakai CMS HTMLy urusannya sama kode-kode rumit melulu. Pengaturan di konfigurasi sudah lengkap.
Beberapa pengaturan tersebut antara lain:
- Umum
- Alamat (URL)
- Judul blog
- Slogan
- Keterangan
- Bahasa Sistem (sudah include file kamus, Anda bisa mengubah terjemahan kalau dirasa tidak sesuai)
- Zona waktu
- Format tanggal
- Hak cipta
- Visibilitas Versi
- Tema admin
- Pencarian Lengkap
- Bacaan
- Tampilan halaman depan (halaman statis/artikel terbaru)
- Artikel paling banyak ditampilkan
- Artikel blog ditampilkan sebagai
- Karakter ringkasan
- Perilaku ringkasan
- Baca lebih banyak teks
- Pengaturan indeks artikel
- Artikel dalam halaman kategori paling banyak
- Artikel di halaman arsip paling banyak
- Artikel paling banyak di halaman tag
- Artikel dalam hasil pencarian paling banyak
- Artikel dalam halaman tipe paling banyak
- Artikel di halaman profil paling banyak
- Pengaturan RSS
- Deskripsi RSS
- Umpan RSS menampilkan berapa artikel
- Karakter RSS
- Penulisan
- Aktifkan Simpan Otomatis
- Widget
- Artikel widget terkait paling banyak
- Widget artikel terbaru paling banyak
- Views counter (sudah ada berapa kali dilihat bawaan)
- Widget artikel populer paling banyak
- TagCloud terbanyak
- TOC (Table of Contents)
- TOC label
- TOC initial state (atur buka/tutup default)
- TOC styling
- Automatic TOC (otomatis muncul/tidak)
- TOC position after x paragraph
- Komentar (meski tidak ada komentar bawaan soalnya emang gak punya database)
- Sistem komentar (Tidak ada komentar, Disqus, Facebook, Cusdis)
- Nama Panggilan Disqus (tinggal masukkan username tanpa mikirin kode)
- ID Aplikasi Facebook
- Penganalisa Google
- Penganalisa Universal (gtag.js)
- Penganalisa Google (lama)
- Google Search Console (sudah include bawaan)
- Bing Webmaster Tools
- Sosial Media
- Bluesky
- Twitter (X)
- Github
- Mastodon
- TikTok
- Youtube
- Metatags
- Aktifkan URL blog
- Blog Path
- Blog String
- Tautan permanen Prefix
- Transliterate Slug
- Karakter meta deskripsi
- Teks beranda pada breadcrumb
- Favicon Image
- Default Image (meta OG default saat tidak ada gambar di artikel)
- Thumbnail Width
- Title formats
- Beranda
- Artikel
- Halaman statis
- Kategori
- Tag
- Arsip
- Cari
- Type
- Penulis
- Blog
- Default
- Peta Situs
- sitemap.priority.base
- sitemap.priority.post
- sitemap.priority.static
- sitemap.priority.category
- sitemap.priority.tag
- sitemap.priority.archiveMonth
- sitemap.priority.archiveYear
- sitemap.priority.author
- sitemap.priority.type
- Keamanan
- reCAPTCHA
- Kunci Situs
- Kunci rahasia
- Atur status MFA
- Performa
- Masa berlaku cache (dalam jam)
- Cache nonaktif (sudah include pengauran cache bawaan, aman dikombo sama CloudFlare)
- Stempel waktu cache
- Waktu pembuatan halaman
- Multisite (aktif/mati)
- Pra-rilis Github
- Custom fields (sudah ada custom fields bawaan)
- Post
- Page
- Subpage
- Profile
7. Cocok untuk blog pribadi
Nah, ini juga penting. Fokus utama CMS HTMLy adalah untuk blog pribadi. Namun sebenarnya, kita juga bisa menggunakannya untuk website yang lebih kompleks, seperti agensi. Soalnya sudah ada custom front page.
CMS ini menyediakan tujuh (7) jenis template artikel. Saya sudah membahasnya di jenis artikel HTMLy.
Kekurangan HTMLy
Biar adil, ada beberapa hal yang saya rasakan agak kurang.
1. Komentar
Aduh, sistem komentar harus pakai penyedia pihak ketiga. Namun gak apa-apa, daripada harus bikin sendiri pakai kode yang bikin kepala kita pusing bahkan sebelum benar-benar melakukannya.
2. URL
Andaikan saja kita bisa pakai URL mengetik.com/judul-artikel tanpa didahului oleh folder atau penanggalan lebih dulu.
3. Kurang populer (?)
Ini masih pertanyaan. Saya khawatir sebenarnya para blogger di tanah air sudah pernah mencoba HTMLy semuanya. Kalau belum, sayang sekali, ini CMS tidak banyak yang tahu padahal bisa mulus begini di shared hosting kere.
4. Newsletter
Andaikan, ya, andaikan HTMLy ada fitur newsletter bawaan. Yang bahkan fitur ini tidak tersedia di Blogger (Google) dan CMS WordPress. Tidak seperti wordpress.com yang memang sudah punya newsletter bawaan.
Nah, kira-kira begitu kelebihan dan kekurangan HTMLy berdasarkan pengalaman secuil saya. Tidak bermaksud melebih-lebihkan, saya juga tidak dibayar untuk menulis artikel ini.
Hanya saja saya itu kaget sebenarnya. Bahwa HTMLy sudah ada sejak 2013, dan mengapa baru 13 tahun kemudian di 2026 saya menemukannya. Sialaaan...
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi