Genap empat
Di sebuah persidangan.
Sepasang suami istri datang ke pengadilan untuk bercerai.
Hakim bertanya, "Kalian punya tiga anak... mau dibagi bagaimana?"
Suami-istri tersebut saling pandang. Seolah memahami maksud antara satu dengan lainnya hanya dari tatapan.
"Pak Hakim," ucap suami kemudian. "Kami tunda dulu sidang cerainya."
"Iya, Pak Hakim," susul istrinya segera.
"Lho, kenapa?" tanya hakim.
"Kami genapkan empat dulu, Pak Hakim, biar gampang nanti baginya," kata suami.
Istinya manggut-manggut tanda setuju.
Sembilan bulan kemudian keduanya mendapat kabar akan dikaruniai anak kembar.
Sumber cerai.co.id.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi