Geopolitik, Amato Assagaf

Yang dahsyat, jika bukannya jahat, dari geopolitik adalah hubungannya yang bersifat tak terbatas dengan ‘kehendak akan kekuasaan’ dalam kerangka praktis. Di antara lain-lain definisinya, geopolitik adalah seperangkat aturan yang bisa diaplikasikan untuk mencuri kekuasaan dalam hubungan antar bangsa.

Dalam cara ini, geopolitik memberi kita pilihan tanpa pilihan. Siapa yang akan menolak fakta hari ini bahwa aku ada karena aku berbangsa? Atau, dalam formulasi Cartesian, aku berbangsa karena itu aku ada. Jangan bicara tentang kerkah globalisasi. Dengan atau tanpa kapitalisme, globalisasi adalah hardikan untuk kembali pada aku sebagai bangsaku.

Di titik yang nyaris eksistensial itu, kita melihat geopolitik dengan segala kebesarannya. Mereka yang mempelajari sejarah ilmu ini pasti mengenal legenda Karl Haushofer sebagai dalang yang menggerakkan wayang bernama Hitler. Dan Haushofer melakukan itu dengan geopolitik.

Lepas dari legenda yang muncul di tengah histeria pengadilan atas para penjahat Perang Dunia Kedua itu, kita memang menemukan geopolitik sebagai gagasan di belakang strategi negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Rusia dalam merebut pengaruh di muka bumi. Para pemikir strategi besar di belakang kebijakan hegemonik negara-negara itu adalah para pakar geopolitik.

Tapi hari ini, di sini, di republik yang permai ini, geopolitik lebih terlihat sebagai kegagahan yang menyelinap di antara teori konspirasi dan ideologi politik lintang pukang. Aku, sepertinya, sedang merindukan Ali Murtopo.


Manado 2022
Amato Assagaf

Diambil sepenuhnya dari https://oborbangsa.blogspot.com/.


Saya begitu kagum bagaimana bisa seorang manusia menyusun kalimat ringkas dalam nada tenang namun sangat berisi? Hanya kagum. Tidak mau memberi tanggapan apa-apa. Bukan ranah saya, sama sekali.

Saya hanya ingin menandai beberapa kata jika diperbolehkan.

  • Yang dahsyat, jika bukannya jahat,
  • Di antara lain-lain definisinya...
  • ...mencuri kekuasaan dalam hubungan antar bangsa.
  • ...pilihan tanpa pilihan.
  • ...untuk kembali pada aku sebagai bangsaku.
  • Di titik yang nyaris eksistensial itu,
  • ...legenda Karl Haushofer sebagai dalang yang menggerakkan wayang bernama Hitler.
  • ...para pakar geopolitik.
  • ...Ali Murtopo.

Salam.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi