Pesan adinda

Adinda Cerewet
Engkau gelisah karena tidak punya uang. Kebingunganmu jauh lebih besar daripada usaha untuk memperolehnya. Sekarang engkau menggerutu pada hal yang sama. Apa maumu?10.15

Anda
Engkau tidak tahu, Adinda. Sekarang motorku telat pajak. Mesin motor rusak sebagaimana kehidupan Kakanda. Dan semua tuntutan dari lingkungan kita membuat Kakanda sangat butuh pendengar. 
10.16

Adinda Cerewet
Tuhan mendengarkan engkau.
14.20

Anda
Bagaimana Kakanda tahu Tuhan mendengar? 
14.21

Adinda Cerewet
Astaghfirullah! Bertaubatlah engkau ke jalan yang lurus!
14.21

Anda
Kakanda hanya bertanya, bagaimana engkau, Adinda, adikku tersayang, justru membentak kepada orang tersesat yang mencoba mencari jalan kebenaran? Bahkan ini Kakandamu, bukan orang lain. 
14.22

Adinda Cerewet
Maaf, maafkan Adinda. Bukan maksud membentak engkau, Adinda sekadar kaget dengan pertanyaan seperti itu. Tuhan maha mendengar, begitu pula maha pengasih dan penyayang. 
20.01

Anda
Kakanda sering mendengar itu. 
20.01

Adinda Cerewet
Besok, Kakanda, luangkan waktu pukul tujuh malam. Ikut Adinda belajar kepada guru. 
23.07

Anda
Guru? Guru agama? 
23.08

Adinda Cerewet
Tidak salah. 
02.40

Anda
Kakanda akan mendapatkan uang untuk membayar denda pajak? Uang untuk membenarkan mesin motor dan kehidupan Kakanda yang rusak? Serta uang guna membungkam mulut semua orang di lingkungan kita?
02.40

Adinda Cerewet
Kakanda akan mendapat yang jauh lebih baik. 
08.10

Anda
Terima kasih Adinda. Terima kasih! 
08.12

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi