Pelampung anti badai: kelebihan dan kekurangan

Pelampung anti badai adalah pelampung pancing yang memiliki desain bentuk ramping dan panjang khusus sehingga mampu bertahan saat angin kencang.

Desain pelampung tersebut ramping dan memanjang. Meski di air berarus, jika disetting dengan benar, pelampung tetap lurus tanpa terbawa oleh arus.

Artinya, pelampung anti badai bisa bertahan di angin kencang dan arus sedang. Namun sayangnya, pelampung jenis ini tetap tidak mampu bertahan di tengah gelombang kehidupan dan sengkarut pikiran pemancing.

Di pasaran, banyak sekali jenis pelampung anti badai yang dibedakan berdasarkan ukuran panjangnya. Paling kecil 7 cm, paling besar sampai 45 cm.

Pemancing Indonesia seringkali menggunakan pelampung jenis ini untuk mancing ikan nila. Sedangkan di luar negeri, misalnya Jepang untuk herabuna fishing, pelampung ini pasti dipakai.

Sebutannya pun berbeda, bahkan ada tempat khusus menyimpan pelampung sebagai koleksi para pemancing.

Kombinasi yang paling tepat jika menggunakan pelampung anti badai adalah dengan joran tegek. Sebab jika pakai joran reel akan jauh lebih ribet.

Kalau Anda sering melihat video orang luar mancing, ternyata pelampung anti badai cukup populer di berbagai negara. Selain Indonesia dan Jepang, ambil saja contoh Tiongkok, Filipina, dan Thailand.

Kelebihan dan Kekurangan Pelampung Anti Badai

Perhatikan bahwa istilah "anti badai" sebenarnya tidak hanya untuk pelampung pancing, melainkan juga bulu mata. Namun untuk yang kedua, saya tidak menaruh ketertarikan sama sekali.

1. Kelebihan

  • Desain dan bentuk pelampung ramping.
  • Mampu bertahan diterpa angin, sebab ujung pelampung berukuran sekecil lidi.
  • Mampu bertahan di arus air, misalnya dengan settingan timah bawah + kili-kili, ukurannya yang ramping tidak gampang terbawa arus.

2. Kekurangan

  • Harga lebih mahal daripada pelampung biasa, rata-rata berada di harga 15k - 65k.
  • Ada yang sudah memiliki lubang kili-kili, ada yang belum. Jika pelampung anti badai belum punya lubang, maka harus menggunakan stopper pelampung khusus (ini masih langka di Indonesia).
  • Rawan patah dan sulit dibawa, tidak bisa ditaruh begitu saja di kotak pancing karena panjangnya yang keterlaluan.
  • Tidak bisa dipasang starlet, kecuali pelampung anti badai custom ujung yang memang diperuntukkan mancing malam.
  • Instalasi ke rangkaian pancing lebih ribet.
  • Perlu mengatur timah pemberat + berat umpan secara presisi supaya dapat bertahan di angin dan arus air.

Pada akhirnya, berdasarkan pengamatan dangkal saya tatkala melihat teman-teman sedang mancing, mereka lebih sering menggunakan pelampung biasa (misalnya dari produk Stella). Daripada pakai pelampung anti badai yang panjang banget.

Bahkan ada yang mengaku tidak suka dengan pelampung anti badai. Entah karena alasan apa.

Bagaimana menurut Anda tentang pelampung jenis ini?

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi