[Available] Masalah hidup manusia next level terbuka
Jangan tundukkan kepala kalian pada masalah, Manusia!
Ujian pernikahan, jika boleh saya mencoba untuk menyederhanakan, akan ada beberapa hal penting yang perlu saya sampaikan.
Pertama, pernikahan menyatukan dua karakter yang berbeda-sepenuhnya. Seratus delapan puluh derajat. Satu pihak terlalu cepat, satu lainnya terlalu lambat. Satu pihak terlalu ceroboh, satu lainnya terlalu berhati-hati. Dua karakter yang berseberangan ini hidup bersama dalam satu alunan ritme kehidupan.
Kedua, tiga hal utama yang berada dalam kehidupan pernikahan, itu adalah ekspektasi keluarga, penyesuaian budaya, dan keselarasan dengan lingkungan. Masing-masing dari hal itu dapat melahirkan sebuah masalah baru, persoalan yang memiliki kemungkinan menjadi polemik yang luar biasa rumit.
Ketiga, masalah yang hampir dialami oleh setiap keluarga terutama yang hidup di Desa Konoha: Ekonomi. Konon, tidak ada yang bisa menghentikan orang miskin yang lapar dan marah. Masalah ekonomi merupakan bibit paling cepat tumbuh menjadi pohon kemarahan, di mana sulur-sulurnya mengikat dan mendatangkan masalah baru yang lebih kompleks.
Keempat, sebuah kesalahan kecil bisa mengundang badai yang akan lama redupnya: Komunikasi. Salah menyebut nama istri Anda dengan nama perempuan lain, adalah contoh nyata yang niscaya mendatangkan badai itu.
Kelima, perubahan gaya hidup dari waktu sebelum dan sesudah menikah. Beruntunglah kalian yang setelah menikah masih bisa menikmati hobi mancing ikan. Sebab saya pikir, menikah adalah adaptasi terus-menerus dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun. Setiap waktu membutuhkan adaptasi yang jauh dari keegoisan. Anda dan siapa saja bisa menjadi manusia baru yang aneh karenanya.
Barangkali Anda akan menyangkal, semua itu hanya akan dialami oleh orang yang salah memilih pasangan. Ya, tentu saja, Anda memang seharusnya mencari pasangan dari tua-bangka-kaya-raya-hampir-mampus, di mana calon pasangan Anda adalah anak tunggal.
Tujuannya apa? Betul, mulia sekali, warisan.
إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)
Menikah adalah ibadah, dan sayangnya, tidak ada ibadah tanpa ujian.
Berhubung menikah digambarkan sebagai separuh agama, cobaan di dalamnya barangkali tidak bisa Anda bayangkan sekarang.
Kecuali, ya, kecuali Anda sedang berada dalam polemik rumah tangga menikah itu.
Al Ghozali rahimahullah (sebagaimana dinukil dalam kitab Mirqotul Mafatih) berkata, “Umumnya yang merusak agama seseorang ada dua hal yaitu kemaluan dan perutnya. Menikah berarti telah menjaga diri dari salah satunya. Dengan nikah berarti seseorang membentengi diri dari godaan syaithon, membentengi diri dari syahwat (yang menggejolak) dan lebih menundukkan pandangan.”
Rasanya ingin menyerah dengan semuanya, kembali ke setelan pabrik, lahir kembali sebagai anak DPR Konoha
Di Desa Konoha ada fenomena aneh, beberapa jenis manusia berhasil berevolusi menjadi dewa.
Manusia yang demikian tidak tersentuh oleh hukum di Negara Hukum, boleh melakukan semua hal terlepas dari belenggu tabu apa pun, serta kedua tangannya tetap bersih seperti bayi baru lahir.
Spesies manusia setengah dewa itu adalah anak anggota DPR.
Ya, DPR, Dewa Para Rakyat.
Para dewa tersebut konon mewakili keinginan rakyat jelata. Menjadi pilar utama yang berdiri paling depan dalam memperjuangkan hak-hak rakyatnya. Namun sebelum disalurkan ke rakyat, untuk tujuan keselamatan kalau-kalau anugerah yang diperolehnya ternyata berimbas buruk pada rakyat, mereka mencobanya sendiri lebih dulu.
Pengorbanan yang patut kita acungi jempol kaki cantengan.
Jangan pikir anak DPR tidak memiliki masalah, mereka punya, dan mungkin lebih banyak, seperti:
- Pusing tujuh keliling setelah terlanjur membeli sepuluh rumah, sedangkan jumlah hari hanya ada tujuh.
- Lelah luar biasa setelah liburan mengelilingi bumi sebanyak tujuh kali.
- Punggung terasa kaku dan linu karena terlampau sering naik jet pribadi saat liburan ke luar negeri.
- Keterbatasan limit kartu rekening bank lantaran tidak mampu menyimpan semua saldo kekayaan di sana, sehingga membutuhkan lebih dari satu rekening yang seringkali membuat bingung.
- Terpaksa menanggung tanggung jawab untuk lebih dari 40 dapur program Makanan Beracun Gratis yang pastinya menguras tenaga dan pikiran.
- Tidak memiliki banyak teman karena mayoritas rakyat jelata jelas-jelas tidak selevel dengannya.
- Tidak pernah merasakan bagaimana menyogok polisi saat membuat Surat Izin Mengemudi, sebab ke mana-mana terpaksa menggunakan supir pribadi.
- Merasa begitu bersalah yang aneh dijelaskan karena hidupnya terlampau beruntung.
- Munculnya penasaran yang mematikan dan tidak pernah tersalurkan tentang bagaimana rasanya memiliki utang hingga dihantui serta diteror depkolektor.
- Kehilangan rasa puas tatkala berhasil membeli semua barang di keranjang marketplace, tidak pernah tahu bagaimana jumlah angka di keranjang belanja mencapai 99.
- Ketakutan kalau tidak ada counter HP di sebuah daerah saat liburan, sebab jika baterai HP habis tidak bisa membeli baru lagi.
- Ketidakmampuan tampil sederhana di mana pun berada.
- Bingung memilih planet mana selain bumi yang mau dibeli.
- Rencana rekreasi ke matahari yang tertunda melulu.
- Tidak bisa memahami kebahagiaan yang muncul saat ibu dan anak dari kaum rakyat jelata mendapati sang ayah berubah menjadi anjing.
- Tidak ada lagi tempat di tembok rumah untuk memajang ijazah dari berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia hasil beli.
- Bingung mengapa ada orang yang menggunakan MacBook untuk mengetik, bukannya itu digunakan untuk memasukkan paku ke kayu?
- Munculnya rasa jijik setelah mendengar ada manusia yang berhasil merasa lega setelah berteriak "JIANCOOOKKKK" di tengah jalan sawah yang sepi.
- Memiliki terlalu banyak pembantu namun tidak ada satu pun yang bisa mengajarinya bagaimana memotong bulu jembut dengan presisi.
- Terlalu banyak pengikut di media sosial yang mendambakan kehidupan sederhana seperti dirinya.
- Rasa malu yang muncul setelah menyadari bahwa membeli makanan ringan di Indomaret ternyata bukan membeli Indomaret.
- Rasa malu yang juga muncul ketika menyadari setelah tiga puluh lima tahun bahwa HP yang habis baterai ternyata bisa di-charge ulang.
- Rasa malu yang entah bagaimana muncul setelah menyadari bahwa di zaman modern seperti sekarang ada teknologi yang disebut sebagai "palu".
- Pusing kalau ada yang mengatakan bahwa jika gagal dalam sebuah usaha akan mengakibatkan kematian, padahal kalau gagal 'kan tinggal bangun usaha lagi, gagal lagi, bangun lagi, gagal lagi, bagun lagi, sampai berhasil.
- Tidak ada grand-master catur yang berhasil mengalahkannya, padahal dirinya tidak tahu bahwa jalan kuda itu L.
- Rasa malu yang muncul setelah menyadari bahwa bidak catur kuda itu hanya bisa jalan L.
- Rasa malu yang juga muncul setelah menyadari bahwa susu itu diminum, bukan untuk mandi.
- Rasa malu yang entah bagaimana muncul setelah menyadari bahwa mengisi bensin itu harus bayar meski di pom bensin milik orang tuanya.
- Bingung tujuh keliling ketika rakyat jelata harus menabung berbulan-bulan hanya untuk membeli tiket konser Iwan Fals, mengapa tidak langsung mengundangnya ke rumah saja?
- Pertanyaan yang sampai sekarang belum terjawab mengapa ada rakyat jelata yang rela bekerja siang-malam-hari-libur, mengapa tidak memilih saja untuk liburan ke Paris, Maldives, atau Mars?
- Rasa malu yang muncul setelah menyadari bahwa uang itu harus diperoleh dari bekerja, bukan diberikan orang tua.
- Rasa malu yang juga muncul setelah menyadari bahwa harga pertalite dan pertamax itu berbeda.
- Rasa malu yang entah bagaimana muncul setelah menyadari bahwa tidak semua rakyat jelata memiliki jet pribadi.
- Tidak bisa memahami mengapa ada orang yang memiliki cita-cita begitu sederhana seperti hanya memiliki tabungan 1.000 triliun sebelum usia 25?
- Terpaksa harus menggunakan mobil saat masuk rumah karena jaraknya antara gerbang dan pintu utama seratus dua belas kilometer.
- Rasa malu yang muncul setelah menyadari bahwa gaji di Desa Konoha diberikan sebulan sekali.
- Rasa malu yang juga muncul setelah menyadari bahwa ada manusia yang bisa mandi pakai air dingin pukul tiga dini hari dan tidak pingsan saat itu juga.
- Rasa malu yang entah bagaimana muncul setelah menyadari bahwa diskon adalah potongan harga.
- Kecewa luar biasa ketika pesan paket dari marketplace hanya dibungkus kardus, bukan kotak beludru dihiasi emas dan berlian.
- Dilema memilih warna pesawat jet pribadi karena putih terlalu mainstream, hitam terlalu gothic, dan rose gold malah mirip iPhone.
- Rasa malu yang muncul setelah menyadari bahwa main monopoli bisa dilakukan hanya di papan kecil tanpa harus tanda tangan kontrak pembelian hotel.
- Rasa malu yang juga muncul setelah menyadari bahwa Pak Supir memiliki nama.
- Rasa malu yang entah bagaimana muncul setelah menyadari bahwa tidak semua rakyat jelata memiliki empat ratus dua puluh enam vila di seluruh dunia dengan masing-masing punya helipad di balkonnya.
- Ketidakmampuan dalam membeli baju baru karena seluruh lemari sudah penuh dengan emas batangan, jadi terpaksa harus beli lemari dulu.
- Rasa malu yang muncul setelah menyadari bahwa baju setelah dipakai satu jam bisa dicuci, bukan dibuang.
- Rasa malu yang juga muncul setelah menyadari bahwa di zaman modern sudah ditemukan mesin cuci baju otomatis yang bisa berputar sendiri sampai mengeringkan cucian.
- Rasa malu yang entah bagaimana muncul setelah menyadari bahwa seseorang bisa membuat mie instan tanpa perlu memperkerjakan chef michelin star.
- Ketidaktahuan bahwa ada masalah baru yang bisa muncul setelah menikah.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi