3 Cara mengubah gambar ke WebP atau AVIF otomatis di WordPress

WebP dan AVIF di WordPress menjadi solusi modern untuk mempercepat loading blog Anda.

Di dunia blogging kecepatan website bukan hanya soal pengalaman pengunjung, tetapi juga faktor utama SEO.

Gambar yang terlalu besar dalam format lama seperti JPEG atau PNG sering menjadi penyebab halaman lambat terbuka.

Dengan format WebP atau AVIF, ukuran gambar bisa diperkecil drastis tanpa kehilangan kualitas visual.

Hasilnya? Loading blog lebih cepat, pengunjung betah, dan ranking di Google lebih optimal.

Anda bisa mengubah gambar ke format ini secara otomatis di WordPress, tanpa repot mengedit satu per satu gambar.

1 | Plugin optimasi gambar untuk WebP dan AVIF di WordPress

Plugin optimasi gambar WordPress adalah cara paling mudah untuk mengubah gambar ke WebP atau AVIF secara otomatis.

Kita tidak perlu ribet mengedit gambar satu per satu. Cukup install, aktifkan, dan atur beberapa opsi, semua gambar yang diunggah akan dikonversi secara otomatis.

Beberapa plugin populer yang mendukung konversi otomatis ke WebP dan AVIF antara lain:

  • ShortPixel, mengubah gambar ke WebP/AVIF, termasuk optimasi bulk untuk gambar lama.
  • Imagify, menyediakan kompresi otomatis dengan kualitas gambar tetap terjaga.
  • EWWW Image Optimizer, bisa mengonversi gambar lama dan baru ke WebP/AVIF.
  • Smush Pro, fitur lazy loading plus konversi WebP otomatis.

Langkah-langkah singkat menggunakan plugin:

  • Install dan aktifkan plugin pilihan Anda.
  • Masuk ke pengaturan plugin, pilih opsi konversi otomatis ke WebP atau AVIF.
  • Terapkan optimasi untuk gambar baru, dan jika perlu, lakukan bulk optimization untuk gambar lama.
  • Cek halaman blog untuk memastikan gambar tampil dengan format baru.

Kelebihannya jelas, bisa kita gunakan langsung secara cepat, otomatis, dan cocok untuk pemula. Sedangkan kekurangannya, beberapa plugin membutuhkan langganan premium untuk format AVIF atau optimasi bulk.

Konversi gambar otomatis di WordPress dengan plugin menjadi solusi cepat bagi blog yang ingin lebih praktis tanpa harus ribet melakukan coding.

2 | Fitur hosting atau server untuk WebP/AVIF di WordPress

Fitur hosting WordPress yang mendukung WebP atau AVIF bisa menjadi solusi cepat untuk mempercepat loading blog tanpa plugin tambahan.

Beberapa penyedia hosting modern seperti LiteSpeed, Cloudflare, atau SiteGround menawarkan konversi gambar otomatis di level server.

Artinya, gambar di website Anda akan diubah ke format WebP atau AVIF sebelum dikirim ke browser pengunjung.

Keunggulan metode ini:

  • Cepat dan ringan, konversi dilakukan di server, tidak membebani WordPress atau plugin.
  • Kompatibilitas luas, bisa kita terapkan untuk seluruh media, termasuk gambar lama.
  • Mudah kita atur, biasanya hanya perlu satu klik di dashboard hosting atau CDN.

Langkah-langkah singkat:

  • Cek apakah hosting atau CDN Anda mendukung WebP/AVIF otomatis.
  • Aktifkan fitur optimasi gambar di dashboard hosting/CDN.
  • Pilih format gambar yang diinginkan (WebP atau AVIF).
  • Pastikan cache sudah Anda bersihkan agar gambar terbaru tampil di website.

Kelebihannya tidak perlu plugin tambahan, performa optimal, aman untuk update WordPress. Namun, cara ini tidak semua hosting mendukung AVIF, fitur bisa terbatas jika menggunakan hosting murah.

3 | Custom coding di WordPress untuk WebP dan AVIF

Custom coding WordPress memungkinkan Anda mengubah gambar ke WebP atau AVIF secara otomatis langsung saat upload, tanpa plugin tambahan.

Cara ini cocok untuk pengguna yang nyaman dengan kode dan ingin kontrol penuh atas proses optimasi gambar.

a. Bagaimana cara kerjanya?

Dengan memanfaatkan hook WordPress seperti wp_handle_upload atau filter wp_get_attachment_image_src, Anda bisa menambahkan script yang secara otomatis mengonversi setiap gambar baru menjadi WebP atau AVIF.

Hasil gambar kemudian bisa kita simpan bersamaan dengan file asli atau menggantinya langsung, tergantung kebutuhan.

b. Contoh snippet singkat (PHP)

add_filter('wp_generate_attachment_metadata', 'convert_to_webp_avif', 10, 2);
function convert_to_webp_avif($metadata, $attachment_id) {
    $upload_dir = wp_upload_dir();
    $file_path = $upload_dir['basedir'] . '/' . $metadata['file'];

    // Pseudocode: konversi file ke WebP/AVIF
    // convert_image_to_webp($file_path);
    // convert_image_to_avif($file_path);

    return $metadata;
}

Catatan: snippet di atas adalah contoh sederhana. Untuk implementasi penuh, perlu library PHP seperti Imagick atau GD.

c. Kelebihan

  • Fleksibel, bisa kita sesuaikan sesuai kebutuhan.
  • Tidak menambah plugin, ringan untuk WordPress.

d. Kekurangan

  • Memerlukan pengetahuan coding.
  • Risiko error jika salah konfigurasi.
  • Update WordPress atau theme bisa mempengaruhi kode.

Anda mendapatkan cara paling fleksibel untuk konversi gambar otomatis ke WebP atau AVIF pakai custom code, terutama jika ingin mengoptimalkan setiap aspek performa blog tanpa ketergantungan plugin.

BONUS | Tips tambahan untuk optimasi gambar di WordPress

Selain mengubah gambar ke WebP atau AVIF, ada beberapa tips tambahan optimasi gambar yang bisa mempercepat loading blog:

a. Lazy loading gambar

Hanya memuat gambar saat pengunjung menggulir halaman. WordPress modern sudah mendukung lazy loading bawaan (loading="lazy").

b. Kompresi gambar manual sebelum upload

Gunakan tool seperti TinyPNG atau Squoosh untuk mengecilkan ukuran file sebelum Anda unggah.

c. Gunakan CDN untuk gambar

Content Delivery Network (CDN) seperti Cloudflare atau BunnyCDN membantu gambar dimuat lebih cepat dari server terdekat.

d. Optimasi thumbnail dan media lama

Pastikan semua gambar lama juga sudah kita konversi ke format modern untuk konsistensi performa.

Mengubah gambar ke WebP atau AVIF otomatis di WordPress adalah salah satu langkah paling efektif untuk meningkatkan kecepatan blog, pengalaman pengunjung, dan SEO.

Ada 3 cara utama yang bisa kita pilih:

  1. Plugin Optimasi Gambar: Mudah, cepat, cocok untuk pemula.
  2. Fitur Hosting atau Server: Ringan, stabil, ideal untuk performa tinggi.
  3. Custom Coding di WordPress: Fleksibel, tanpa plugin, cocok untuk pengguna advanced.

Menggabungkan metode ini dengan tips tambahan seperti lazy loading dan CDN, blog Anda akan lebih cepat terbuka, lebih ramah SEO, dan siap bersaing di mesin pencari.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi