Blog Agus Mulyadi, segelintir entitas bloger sukses
Blog agusmulyadi.web.id sudah kuketahui kehadirannya cukup lama, namun butuh berkali-kali paksaan dari dalam diriku sendiri untuk mulai membaca isinya.
Sialan. Selama ini aku mencari bloger aktif untuk membacai tulisan narasi dari pengalaman sehari-hari. Aku menemukan banyak, tetapi tidak sedikit melewatkan yang lain. Dan salah satunya adalah blog itu.

Tulisan terakhir di blog tersebut adalah September 2026, bulan dan tahun yang masih sama dengan catatan ini kutulis. Artinya, empunya blog masih memiliki motivasi entah apa untuk menghidupi blognya --terlepas dari bagaimana blognya menghidupi dirinya.
Disklaimer: catatan ini akan berisi omong kosong karena alasan ke-aku-an semata. Aku menganggur di tingkat kronis dan mengkhawatirkan, dan merasa perlu menulis apa saja sekadar menjaga kewarasan.
Blog Agus Mulyadi
Pertama-tama, kita perlu melepas semua atribut yang membuat nama Agus Mulyadi begitu besar. Kita melepas baju dan celananya, membiarkannya kedinginan dan apa adanya sebagai seorang bloger. Hanya bloger.
1. Domain

Sebagaimana gambar yang sedang kaupelototi, tampak jelas bahwa domain agusmulyadi.web.id sudah berusia lebih dari 13 tahun! Itu usia yang bukan main-main.
Sedangkan, kalau aku tidak salah terka, blognya sebelum dicustom domain sudah ada tiga tahun sebelumnya, yaitu di tahun 2010.
Menggunakan ekstensi .web.id sejak 2013! Ekstensi yang sama yang kupakai di blog Bunga rampai catatan ini.
Sialnya, aku baru berani pakai ekstensi .web.id pada 2026 karena dua alasan. Pertama, murah. Kedua, juga murah.
Otoritas agusmulyadi.web.id sangat baik, ini agaknya membuktikan juga bahwa Agus Mulyadi memahami perihal SEO.
Hal lain yang tidak boleh lepas dari pelototan matamu adalah kapan domain itu kadaluarsa. Itu adalah 2030! Sekali lagi, 2030! Sialan. Enak juga punya (cukup) uang. Bisa melepaskan diri dari sewa domain umum per tahun yang biasa terpola di masyarakat.
2. Hosting
Aku telah menelisik beberapa indikator, termasuk struktur URL blog-nya, bahwa Agus menggunakan platform Blogger.
Beberapa hal teknis (yang terbaru) sepertinya agak luput dari pengamatannya. Bahwa fitur berlangganan postingan terbaru via feedburner.google.com sudah dikebiri Google sejak 2021 lalu. Tetapi tidak masalah. Itu justru menunjukkan bahwa dirinya adalah bloger militan generasi kemerdekaan.
Yang sialnya, terus konsisten hingga sekarang.
3. Jumlah postingan
Hingga catatan ini kutulis, setidaknya blog agusmulyadi.web.id memiliki 447 postingan. Itu jumlah yang relatif sedikit, mengingat usia blog adalah 13 tahun.
Kuantitas bukan penentu kualitas. Kau pasti juga sepakat dengan itu.
Dari sana aku dan kau dapat meyakini bahwa Agus merupakan bloger yang memegang prinsip nulis penting alih-alih penting nulis.
Soal kualitas tulisannya, tentu bukan ranahku untuk berkomentar apa-apa. Mana mungkin kawula bantal yang hanya akrab dengan tidur dan iler hendak mengomentari tulisan mantan pemred Mojok, penulis buku, pembicara di ratusan forum, juara menulis yang terhitung jumlahnya, dan sosok inspiratif bak sungai yang melahirkan aliran-aliran sungai kecil lain?
Tetapi, berhubung dalam tulisan aku adalah orang yang tidak menjunjung kesopanan, akan aku dobrak saja semuanya.
Tulisan Agus Mulyadi bagus, ringan, mengalir, dan memiliki daya ledak yang terus meningkat seiring berjalannya waktu. Bukan ledakan tiba-tiba yang membuat kita perlu berpikir panjang. Ini mirip proses naik gunung. Kau tidak membutuhkan otak (atau hanya butuh sedikit) untuk memahami tulisannya yang sederhana dan bernas.
Luar biasa. Dan berhubung kadung kukatakan sosok Agus itu seperti sungai yang melahirkan aliran-aliran sungai kecil lain, barangkali aku akan menjadi salah satu aliran sungai kecil itu.
4. Template
Kita sepakat menyebut template untuk platform Blogger, dan theme untuk CMS WordPress.
Blog agusmulyadi.web.id menggunakan template yang dibikin Biyan (dzignine.com). Kau tidak perlu susah-payah mengunjungi URL tersebut, sebab sekarang websitenya sudah berubah menjadi blog yang seolah-olah tidak pernah jualan atau menyediakan template.
Yang kemudian oleh tangan dingin Agus Mulyadi, diedit sedemikian rupa kode-kode di dalamnya menjadi template Blogger dengan tampilan berkarakter konsisten. Konsisten sebab sejak dulu hingga sekarang tidak berubah.
5. Tentang
Agus Mulyadi, seorang blogger, penulis, dan digital storyteller. Lahir di Magelang, 3 Agustus 1991. Sering menulis artikel ringan tentang politik, sosial, isu-isu populer di media sosial, serta catatan reflektif tentang kehidupan sehari-hari utamanya yang berkaitan dengan kehidupan pribadi, kawan, dan keluarga.
Pernah bekerja sebagai pemimpin redaksi di Mojok.co, sebuah media opini alternatif berbasis di Jogja. Sekarang menjadi manajer di Akal Buku, sebuah toko buku online sederhana yang saya jalankan bersama istri saya.
Aku tak mau membahas apa-apa terkait tentang ini. Sebab di awal kita sudah sama-sama menelanjangi Agus hanya sebagai bloger.
Blog Agus Mulyadi yang lain
Sayangnya, agusmulyadi.web.id bukan satu-satunya blog miliknya. Ada juga agusmulyadi.com yang memiliki usia lebih keparat, 16 tahun!

Haduh...
Entahlah...
Blog agusmulyadi.com juga menggunakan platform Blogger custom domain. Aku tak habis pikir, jika ekstensi .com sudah lebih dulu diregistrasi, mengapa lebih aktif di blog .web.id? Masa kadaluarsa domain itu juga masih lama, dua tahun lagi di 2028. Sedang tulisan terakhir Desember 2025. Yang kalau kita lihat gambaran kasarnya, Agus menulis di blog ini satu-dua kali saja per tahun.
Tetapi, kalau kita agak jeli, Agus sebenarnya sudah menjelaskan peranan kedua blog miliknya tersebut. Meski alasannya agak ngalem.
Mungkin Sampeyan bertanya, apa blog ini (
agusmulyadi.web.id) danagusmulyadi.comdiasuh oleh orang yang sama? Jawabannya, Ya. Lalu, kenapa harus ada blog ini jika memang sudah ada blogagusmulyadi.com?Jujur, sebenarnya dari awal saya membuat blog
agusmulyadi.com, saya sudah berniat untuk mengisi blog tersebut dengan posting-posting yang berhubungan dengan dunia online dan blogging, karena itulah untuk bisa menampung cerita atau postingan tentang catatan sehari-hari, kisah, pengalaman, atau jalan-jalan yang tentu saja sering meleset jauh dari dunia blogging, maka saya putuskan utuk membuat blog ini sebagai sarana pemenuhan.
Jilakkk... ngalem sekali. Perfeksionis. Wkwk
Selain kedua blog itu, dari penelusuran singkat, aku menemukan URL lain, itu adalah kalisagus.blogspot.com yang belum bisa diakses. Mungkin karena eror di templatenya.
Dan kalau aku tidak salah ingat, seharusnya ada domain lain yaitu agusmagelangan.id yang sekarang tidak bisa diakses. Terlalu banyak mengurus blog di satu waktu tidak gampang-gampang amat, dan barangkali Agus juga merasakannya.
Akhir kata
Pada akhirnya, setelah semuanya, biar isi catatan ini tidak terlalu jauh dari judul, mari kita membahas bagaimana Agus Mulyadi layak dikatakan sebagai 'bloger sukses'.
Kalau kau menganggap sukses hanya jika mendapat penghasilan dari blog, kupikir itu terlalu dangkal. Soal itu, Agus sudah memiliki relasi luar biasa dengan orang-orang luar biasa di lingkarannya.
Bagiku, bloger sukses adalah bloger yang konsisten. Lurus. Jelas. Hanya itu. Dan konsistensinya sudah terbukti terang benderang dari usia blog dan garis waktu postingannya; sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak bisa melakukannya.
Perihal kesuksesan Agus sebagai penulis, suami saleh, atau nominal di rekeningnya, biar itu diurus sama Agus sendiri. Kita (khususnya aku) tidak perlu memusingkan diri pada hal-hal selain melihat Agus sebagai bloger, setidaknya dalam catatan ini.
Nah, demikian itulah blog Agus Mulyadi dan sosoknya sebagai bloger sukses.
Aku perlu banyak belajar darinya. Barangkali di kemudian hari aku bisa menulis sebaik Agus, tetapi untuk memasang wajah di blog, mentalku masih ecek-ecek meski ibuku selalu bilang bahwa "Nak lanang ganteng dewe sak jagad".
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi