CepSubhanKM.com, blog pribadi kritik sastra yang wajib Anda ikuti
Saya sering menyarankan blog-blog yang memiliki keunikan agar Anda mengikutinya.
Semata-mata karena dilandasi ketulusan. Agar Anda mendapatkan bacaan yang berkualitas, topik sesuai, dan tentunya gratis.
Yang terakhir kali itu barangkali yang menjadi daya tarik terbesarnya.
Melihat sejarah panjang kritik sastra di Indonesia, tidak banyak personal (manusia satu) yang dengan sembrono bikin blog pribadi. Lantas, mengisinya dengan tulisan-tulisan yang perlu waktu bagi kita (atau saya) tiga sampai empat hari untuk memahami maksudnya.
Saya suka membaca tulisan kritik sastra, misalnya dari tengara.id, yang meski saya tidak paham bahkan untuk 10% maksudnya, tetap saya baca. Ada kosa-kata yang jarang digunakan, atau sekadar kagum melihat empunya tulisan menyusun kalimat.
Dari tengara.id jugalah saya mendapati blog cepsubhankm.com, yang tidak lain merupakan satu dari dua redaktur utama dalam tim redaksi 2026 tengara.id.
Ini situs pun tidak main-main. Dikelola oleh Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta, yang barangkali bagi kita hanya sempat mendengarnya tentang Sayembara Novel DKJ.
Menjadi bagian darinya, apalagi masuk lingkaran utama, dan duduk di posisi yang agaknya menentukan integritas lembaga; bukan sesuatu yang gampang diraih.
Kabar baiknya, kita disajikan tulisan-tulisan berat yang --sejujurnya sulit saya pahami-- bisa diakses secara gratis melalui blog pribadi Asep Subhan atau Cep Subhan KM di URL cepsubhankm.com.
Selamat menjelajahi bahwa dari susunan kata per kata bisa menjelma jadi pisau bedah untuk menguliti setiap sisi tulisan Anda.
Waspadalah jika tulisan Anda masuk media, soalnya itu bisa memicu perhatian para kritikus sastra macam Cep Subhan yang menjadi Pemenang I sekaligus Naskah Pilihan Juri Sayembara Kritik Sastra DKJ 2024 dan Pemenang I Sayembara Kritik Puisi Kalam 2024.
Lebih waspadalah jika tulisan Anda yang masuk media, juga masuk ke dalam blog pribadi yang sudah saya tulis URL-nya di atas tadi.
Salam.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi