Ringkasan + Mode AI Google, mantap, bikin lebih cepat pensiun ngeblog
Ringkasan AI yang dirilis Google pada 2024 sempat membikin bumi-blogging gonjang-ganjing. Bagi blogger, muncul pertanyaan yang luar biasa, apakah mau lanjut ngeblog atau gantung keyboard?
Kebimbangan tersebut terjawab sudah, pada September 2025 ini (masih sangat hangat), Google merilis secara global Mode AI.
Mode AI muncul di tab (sebelah kanan) dari Semua. Ini seperti menghadirkan percakapan AI di pencarian yang bisa langsung diakses lewat browser.
Sebagai salah satu search engine paling raksasa, sah-sah saja Google mendominasi segala-galanya.
Namun, kita sebagai blogger receh yang berharap traffic dan interaksi, dapat membuat keputusan. Keputusan apa? Jelas, kan? Pensiun ngeblog.
Saking (sok) pedulinya dengan pengguna browser, Google tidak main-main, seketika mengibarkan bendera perang pada AI lain dan, tentu saja, blogger. Itulah tanya-jawab instan yang bersumber dari puluhan sampai ratusan artikel.
Ya, meski Mode AI Google begitu pintar, canggih (berkat mesin Gemini 2.5), dan cepat. Seluruhnya bersumber dari artikel-artikel yang ada di internet.
Kalau pun para blogger di seluruh dunia tidak menulis artikel lagi, mesin berengsek itu masih tetap memiliki sumber daya dari forum, percakapan, bahkan media sosial kita.
Ibaratnya, Anda memiliki seonggok pembantu yang terlampau pintar. Anda tanya satu hal, dijawab sepuluh halaman.
Jangan dipikir sepuluh halaman itu hanya berasal dari beberapa artikel. Tidak. Sumbernya paling minim adalah puluhan, dan tidak menutup kemungkinan hingga ratusan.
Pembantu yang kelewat pintar itu mengambil ratusan artikel panjang yang (dianggap kredibel), membaca seluruhnya, dan membandingkan untuk membuat laporan yang sesuai dengan permintaan pengguna.
Ada satu hal yang cukup gawat dan mengkhawatirkan, pembantu itu melakukannya hanya dalam beberapa detik.
Astaga! Ampun sudah.
Kehadiran Mode AI Google benar-benar membikin perubahan besar, yang justru cenderung ngeri.
Kini, semakin sempit saja peluang memperoleh traffic dari website, apalagi manfaat ekonomi dari Adsense. Apakah Google juga ingin mengkebiri pengiklan yang menggunakan produk Google Ads mereka?
Entahlah, sialan pula raksasa itu.
Tetapi kekonyolan macam memotong sendiri anggota tubuh bukan lagi hal baru. Google menawarkan Adsense di platform miliknya, ambil contoh Youtube. Di sisi lain, mereka juga membiarkan ekstensi pemblokir iklan agar memudahkan pengguna. Kocak.
Kalau pun masih ingin melanjutkan ngeblog, tujuannya bukan lagi traffic apalagi Adsense. Tujuan yang jauh lebih sederhana: Mencatat.
Entah ada yang baca atau tidak, entah ada yang komentar atau tidak, entah bisa menghasilkan uang atau tidak. Bodo amat.
Memang, memang, saya memahami bahwa mendapatkan penghasilan dari blog atau website bukan sesuatu yang mustahil. Terlepas dari kehadiran AI Google di pencarian (Ringkasan AI dan Mode AI terbaru).
Hanya saja, kekuasaan tersebut kiranya dimiliki oleh media besar, atau website yang memang sudah memiliki nama. Di mana pengunjung langsung mengetik dan menuju URL website tanpa melalui pencarian di Google.
Di tengah kondisi sulit hidup di negara yang sakit, muncul bertubi-tubi produk kemajuan zaman yang menyusahkan.
Keparaattt!!!
Oke, biarlah, tak apa. Setidaknya kita masih mampu mengucap alhamdulillah untuk bersyukur, dan astaghfirullah untuk meminta ampun.
Asalkan Allah tidak marah dengan kita, biarlah semua getir takdir itu hadir.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi