Sediksi.com, website daging yang sering hanya dijadikan portofolio
Siapa yang tidak kenal Sediksi dengan URL sediksi.com itu?
Aduh, ini fakta yang agak mengagetkan. Sebab, ada lumayan banyak pengguna Threads yang menjadikan tulisan-tulisan di Sediksi hanya sebatas portofolio.
Itu tidak salah...
...hanya saja seharusnya bisa lebih dari itu
Sediksi --menurut hemat saya-- merupakan website yang isinya ditulis dengan serius.
Mereka menyebut diri sebagai portal alternatif berbasis pemikiran serius tapi santai.
Kontributor senang. Soalnya setiap artikel yang berhasil lolos kurasi dan tampil di lamannya, akan mendapat honorarium sebesar 100k.
Bayangkan Anda berhasil menerbitkan 1.000 artikel sehari ke sana, 100 juta per hari sudah di depan mata.
Nah, ada banyak website lain yang juga bisa digunakan sebagai portofolio, jika memang itu perlu. Misalnya Mongabay melalui URL mongabay.co.id. Sudahlah, kalau tembus ke sana, saya acungi dua jempol tangan, saya tambah dua lagi setelah pinjam jempol teman saya.
Sediksi pun menyadari kalau artikel yang terbit di badannya itu sering dipakai kontributor sebagai portofolio mereka.
Buktinya pada laman Kontribusi yang saya akses hari ini, 14 Mei 2026.
...opini yang telah dikemas dengan ciamik tetap dapat dibaca serta menjadi portofolio bagi para kontributor
Hehehe...
Jadi, apakah Anda juga sudah punya portofolio dari Sediksi? Atau, berencana memanfaatkan 'portal alternatif...' itu untuk tujuan yang lebih besar dan berdampak luas, merencanakan makar, misalnya...?
Kabar buruknya, dan ini sangat disayangkan.
Bahwa, portal yang mengedepankan kebebasan beropini justru tidak memiliki kolom komentar untuk menyampaikan opini di websitenya. Hehe... Paradoks sekali, ya.
Ada yang tahu alasannya?
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi