Perihal mempertahankan domain
Mempertahankan domain, dengan cara yang cukup mengkhawatirkan, agaknya merupakan sesuatu yang jarang saya lakukan.
Mustahil saya akan mengajukan utang sekadar untuk memperpanjang domain yang dua hari lagi akan kadaluarsa.
Sebelumnya, saya sering membiarkan domain, lengkap dengan otoritas yang tinggi, nama yang ciamik, dan sudah dikenal; hilang begitu saja.
Atau kalau tidak langsung hilang, akan dipakai dulu oleh bandar judol keparat banyak uang.
Namun... Untuk mengetik.comini agak berbeda.
Jangan salah paham.
Saya tidak mempertahankan hanya karena namanya yang umum atau cantik. Ada banyak yang lebih cantik.
Bukan pula karena otoritasnya yang tinggi. Malahan domain ini punya spam score lumayan.
Mendekati akhir Mei 2026, anak perempuan saya berusia 27 bulan.
Setiap kali mendapati saya tengah menghadap laptop, ia selalu mengatakan...
"Ayah, aku au ntik."
Saya tahu --dan barangkali juga Anda-- bahwa yang dimaksud bocil tersebut tidak lain adalah Ayah, aku mau mengetik.
Aduh...
...saya merasa tidak kuat membayangkan tatkala ia mengatakannya kemudian mengantarkan saya pada ingat domain mengetik.com yang sudah redirect ke situs judol keparat karena tidak saya perpanjang
Hanya itu saja? Hanya itu saja.
Andaikan harga domain .com kembali ke 150 ribu seperti dulu; bukan 320 ribu seperti sekarang.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi