Perjalanan singkat blogging
Pertama-tama, kita meski sepakat dulu bahwa:
Blogging adalah aktivitas
Blogger adalah orangnya, orang yang melakukan blogging.
Nyawit adalah perilaku pejabat Konoha.
Nah...
...di artikel ini, saya mau mencatat sambil mengingat-ingat.
Jadi, barangkali ini hanya akan jatuh pada cerita nostalgia pribadi.
Awal mula
Tujuan pertama blogging seingat saya untuk mencontek saat ujian praktik dahulu kala saat masih duduk di bangku SMA.
2013
Upload file backup materi praktik Debian Server: Text ke Blogger. Entah mengapa dulu Pak Guru bisa memblokir akses ke Google Drive.
Pas ujian dimulai, cukup akses blog, unduh, dan restore.
Lalu menunggu waktu ujian berakhir dengan sesekali sok bingung 😂
2014
Seorang teman tiba-tiba jadi terkenal di grup karena main deface.
Dulu istilahnya pepes atau tebas indeks. Kalau dapat web indo, teman saya itu bangga bukan main.
Eh gak berselang lama, dia malah beli bola --saat itu harganya 3jt-- pakai kartu kredit orang. Dikirim pula dari luar negeri sampai ke depan pintu rumahnya.
Sialan, dari defacing ganti carding. Untung yang datang bukan interpol.
2015
Ngeblog di Blogger cuma buat ikut-ikutan teman.
Suka saja...
...gak jelas bentuk blognya.
Kalau gak salah ingat, ada burung terbang di tiap heading.
Ada CCTV di pojok kanan atas yang seolah ngawasi.
Ada hover link yang kelap-kelip kayak warung remang-remang.
Terus ada juga musik yang autoplay, background blog foto mantan pacar, sampai animasi GIF aneh yang cuma bikin blog super lemot.
Oya, jangan lupakan teks panjang yang mengekor kursor saat digerakkan.
Mana pula dulu mikir SEO, kenal SEO aja enggak...
...tapi entah mengapa begitu ramai dan menyenangkan.
Istirahat ngeblog
Setelah lulus SMA kecanduan Point Blank sama Lost Saga dari Gemscool.
Dua game online yang sekarang sudah jadi fosil 😂
Pada masa ini sudah gak mikirin Blogger. Rasanya hari-hari di depan komputer.
Saya sempat merasakan jadi anak warnet betulan...
...OTW setelah isya, beli paket malam, beli mie goreng, dan lengkapi dengan es Extra Joss.
Pulang saat mau subuh.
Meski di rumah ada set PC + koneksi, entah mengapa paket malam di warnet sama teman jauh lebih memuaskan.
Saat itu koneksi internet masih belum pakai WiFi. Apa pula itu WiFi?
Dulu masih pakai modem + SIM card Telkomsel yang harganya Rp2.000 per biji.
Kalau mau pakai juga gak perlu daftar/registrasi kayak sekarang. Tinggal buka, pasang ke modem, pakai.
SIM card yang hanya untuk internetan doang. Setelah kuota habis dibuang.
Di rumah sampai ngumpul satu kaleng roti (rodong) tuh SIM card.
Ngeblog lagi
Mulai lagi aktivitas blogging. Soalnya, ternyata makin dewasa itu makin kayak jembut.
Butuh Blogger untuk meluapkan persoalan-persoalan remeh anak muda saat itu.
2017
Istirahat mungkin hanya sekitar tiga tahun. Domain pertama saya: kencingpena.com, dilanjut seloki.com, dan beberapa domain lain yang tidak bisa saya sebutkan.
2018
Mulai mendalami apa itu SEO sialan. Dulu traffic blog 500-1.500/day via GSC masih sangat mudah diperoleh.
Padahal otoritas website juga biasa-biasa saja.
Namun sekarang, ah... Anda tahu sendiri...
2019
Masih terus blogging, domain lama tidak diperpanjang, daftar domain baru, tidak diperpanjang lagi, daftar baru lagi...
...begitu siklusnya.
Mulai menjajal platform WordPress. Jadi redaktur di salah satu web kejurnalistikan.
Mulai mendalami WordPress...
...plugin pertama yang saja benci adalah Jetpack. Haha... Plugin yang sempat bikin notebook saya gak gerak.
2020
Masih blogging, tetapi makin jarang menulis artikel.
Begitu saja kehidupan mengalir sampai di 2025.
2025
Mencoba meregistrasi domain lama yang masih bisa diselamatkan. Domain yang belum dipakai situs judi dan sejenisnya.
Ketemulah salah satu yang masih bersih, yaitu filo****.id yang sekarang aktif kembali.
Entahlah sampai kapan blog-blog itu aktif...
...bisa saja di tahun berikutnya itu hilang --begitu pula dengan meng****.com ini.
2026
Mengenal HTMLy dan langsung demen sejak pandangan pertama.
Nah, kalau Anda juga punya pengalaman blogging, coba tulis di blog Anda lalu kirim linknya di komentar artikel ini.
Sebab bagi saya, membaca pengalaman blogging orang lain sama menyenangkannya dengan menulis milik sendiri.
Salammm...
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi