Halo dunia!

Blog pribadi bunga rampai catatan

Aku sudah menyerah dengan Blogger.

Kupikir keputusan untuk kembali menggunakan Blogger setelah yang terakhir kali 2016 adalah keputusan yang tepat.

Kemarin aku menghubungkan domain rum.web.id ini ke Blogger. Lantas setelah dibikin tidak tidur semalaman hanya untuk meneliti kode-kode keparat itu, hari ini aku putuskan untuk mencabut hubungan.

Semakin banyak yang kita tahu, semakin merepotkan.

Saat mulai ngeblog pada 2013 silam, rasa-rasanya tidak ada banyak pikiran tentang sesuatu ideal.

Menulis, membagikan, lalu melupakan.

Tetapi, dewasa ini serangkaian sengkarut yang rumit, justru membuatku terlalu banyak berpikir --terlalu sedikit melangkah.


Mencatat blog yang hidup-mati

Berhubung ini merupakan catatan pribadi yang dapat kutulis sebebas-bebasnya dan sejujur-jujurnya, aku perlu mencatat blog-blog yang hidup (dan mati).

Blog Tahun
catatan****absen32.blogspot.com 2013
kencing****.com 2014
sel**i.com 2015
in****gest.com 2015
usaha**.info 2016
artikelm*****.com 2016
*****writer.com 2016
ulasa****.com 2018
blog*******ng.com 2020
filo******.id 2024
pecah*****.id 2025
newspaper***.id 2025
te***.id 2026

Dan, tidak ada harapan selain agar daftar blog yang hidup-mati tersebut berhenti.


Merasa perlu memiliki catatan

Aku sebenarnya hanya ingin menggunakan platform gratisan yang bisa terus aktif dalam jangka waktu lama, yang bahkan barangkali lebih lama dari usiaku.

Aku sudah pernah menggunakan .blogspot.com, .tumblr.com dan .wordpress.com yang mana ketiganya memang gratis.

Tetapi, ada satu-dua hal yang membuatku terpaksa harus menyewa hosting seharga Rp50.000 per tahun dan sebuah domain .web.id seharga Rp65.000 per tahun.

Satu-satunya alasan adalah betapa ini ringan untuk mengetik.

Hanya soal kebiasaan. Aku jarang (bahkan tidak pernah) menulis di Ms. Word karena tidak menggunakan Windows, tidak pula suka menulis di Google Doc karena hanya pakai notebook kentang --di mana kalau sudah tembus 1.000 kata atau lebih akan ada jeda.

Flat-file CMS ini membuatku bisa menulis pakai perangkat sekuno apa pun, ponsel selemot apa pun, dengan editor yang ringan keparat.

Sedangkan alasan yang dapat menjawab mengapa aku tidak menulis di buku tulis saja adalah bahwa tulisan tanganku mengandung sihir yang dapat membuat siapa pun mengantuk.

Sekali lagi aku sampaikan. Jika ada beberapa (atau sebagian banyak) catatan di blog pribadi ini hanya jatuh pada ke-aku-an, harap maklumlah!


Tentang harapan dan ketulusan

Tidak ada harapan. Hanya ada ketulusan.

Sehingga dapat kalu lihat pada bagian kaki blog pribadi ini:

"© hak cipta Gusti Allah, dilandasi ketulusan"

Artinya:

  1. Kau bisa mengambil sebagian atau seluruh catatan dalam blog pribadi ini tanpa perlu izin lebih dulu kecuali mengucap basmalah;
  2. Kau boleh tidak membubuhukan sumber dari mana tulisan tersebut kauambil;
  3. (opsional) kau bisa mendoakanku yang baik-baik.

Perihal tulisan menakutkan

Dan perlu kau tahu, aku sebenarnya orang yang ramah. Sangat ramah. Lebih ramah daripada kebanyakan orang yang kaukenal.

Tetapi, entah mengapa kalau-kalau aku menulis, aromanya sengak dan menakutkan.

Tentu itu juga menjelaskan bahwa aku sejatinya tidak menulis. Menjelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa tulisanlah yang menulis dirinya sendiri.

Tulisan-tulisan itu seperti debu yang berterbangan, hinggap di kepala yang tidak sengaja merupakan kepalaku, memintanya menggerakkan jari untuk menekan beberapa tombol di papan tik secara terus-menerus hingga tulisan menjadi berwujud.

Oleh karena itulah, tulisanku sejatinya juga bukan tulisanku.


Setelah semuanya, kau bebas menilai apa saja dengan cara bagaimana saja.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi