Menghabiskan lebih banyak waktu di blog Alwijo
Satu paragraf saja di permulaan ini agar tidak melulu jatuh pada ke-aku-an, akan kubahas latar belakang menulis (semacam) catatan berjudul Menghabiskan lebih banyak waktu di blog Alwijo.
Jadi begini. Aku iseng mencari di internet dengan "blog sambat". Lantas muncul blog pribadi dengan URL alwijo.wordpress.com. Membaca judul pertama yang ditampilkan peramban, "Cukimai", sial, cukup berani. Pasti dia tidak terikat aturan SEO dan Google yang tidak ada manfaatnya selain membatasi bahasa. Lanjut dengan membaca seluruh isinya yang akhirnya membawaku ke bagian kolom komentar, menulis beberapa kalimat pujian, dan menelusuri namanya hingga kutemukan instagram.com/alwijo, mengiriminya pesan yang mengatakan bahwa tulisanmu bagus dan aku ingin diajari untuk menulis bagus seperti itu. Pada tulisan lain di blog itu, aku meninggalkan komentar "Izin menghabiskan lebih banyak waktu di blog alwijo.wordpress.com ini. Tidak banyak orang bisa menulis seperti itu." yang sampai catatan ini kutulis masih menunggu moderasi.
Satu paragraf yang ternyata cukup panjang. Harap maklum.
Terus terang, tidak kuketahui siapa itu Alwijo atau Alwi Johan Yogatama, tetapi tulisannya menarik untuk dibaca. Mengalir seperti tulisan-tulisan para blogger yang sudah kubahas sebelumnya. Tulisan yang barangkali mampu memunculkan riak untuk membuat gelombang lebih besar.
Jika kau ingin mendapati bacaan yang bagus (dan gratis), bisa langsung meluncur ke blog tersebut. Mumpung gratis --sesuatu yang jarang kita dapati di zaman sekarang.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi