Cara menulis cerita personal untuk blog pribadi

Aku jarang menulis perihal teknis seperti ini di blog ini. Tulisan teknis lebih banyak di blog lain.

Jadi, meski judul tulisan ini seolah-olah teknis, tetapi isinya sama sekali tidak teknikal.

Sedang tujuanku menulis ini semata-mata ketulusan. Biar kau yang membaca berhasil untuk menghilangkan keraguan kalau-kalau ingin menulis cerita pun pengalaman pribadi di blog.

Langsung saja.


1. Hilangkan aturan penulisan

Kau boleh menulis tanpa mengindahkan KBBI dan PUEBI sebagaimana kau boleh menulis tanpa mengindahkan optimasi SEO.

Blog pribadi haruslah bebas. Dan apa yang kumaksud bebas adalah bebas yang sebebas-bebasnya.

Menulis satu-dua kalimat tetaplah lebih baik daripada tidak menulis sama sekali.

Menulis dengan aturan apa pun berarti tidak mengikuti kebebasan menulis.

Blog pribadi tidak mengharuskan kau menulis dengan sempurna.

Seiring berjalannya waktu, seiring meningkatnya jam terbang menulis, tulisanmu akan tertata dengan sendirinya.

Tulisanmu bakal jadi bagus. Atau setidaknya orang tidak perlu muntah setelah selesai membacanya.


2. Semua yang kau alami adalah bahan tulisan

Blog pribadi tidak mengharuskan kau menulis dengan sumber referensi tertentu. Sebab, satu-satunya sumbernya hanyalah pengalamanmu.

Pengalaman setiap orang selalu unik --pun seberapa sederhananya itu.

Kau bisa mengikuti jejakku, seperti menulis tentang mencoba mengangkangi 7 mulut kakus di tempat berbeda dalam sehari. Meski itu juga bukanlah tulisan yang baik, apalagi sempurna.

Artinya apa? Yang ingin aku sampaikan adalah bahwa sebuah kebohongan besar jika kau kehabisan ide untuk menulis di blog pribadi.

Kau hidup dan bergerak, setiap gerakan membawamu pada fenomena yang hanya kau sendiri yang memiliki pengalaman atasnya, kalau-kalau kau tidak bergerak, berdiam seharian di kamar misalnya, itu juga bisa menjadi bahan tulisan.

Dalam hal ini, bedakan antara nulis penting dan penting nulis

Yang pertama, kau memang menulis tentang sesuatu yang penting. Bagaimana tulisan itu dikatakan penting? Meminjam definisi dari kejurnalistikan, bahwa tulisan penting adalah tulisan yang perlu diketahui khalayak (orang banyak).

Sedang yang kedua, merupakan model yang pas untuk blog pribadi. Entah tulisan itu akan menemukan pembacanya atau hanya menemukanmu.

Contoh paling nyata untuk penting nulis adalah blog rum.web.id ini. Sehingga, ini juga menjelaskan mengapa di blog ini ada lebih dari lima ratus tulisan.


3. Tuliskan, terbitkan, lupakan

Kau hanya perlu menuliskannya. Kau tidak perlu menanggung nasib sepi tulisan.

Jika tulisan-tulisan yang sudah kau terbitkan di blog pribadi ternyata tidak sempurna dan penuh kerancuan, itu malah bagus.

Kenapa? Sebab, setelah beberapa waktu kemudian ketika tulisanmu sudah bagus dan kau tidak sengaja membaca tulisan-tulisan lamamu kembali, kau akan mendapatkan suatu sensasi seperti kembang api.

Tulisan jelekmu di masa lalu seolah cermin yang menampilkan 'kau' saat itu.

Semuanya akan menjadi lebih berkesan hanya karena dulu tulisanmu jelek, dan sekarang tulisanmu agak mendingan.

Tetapi kalau sampai sekarang tulisanmu tetap jelek, tulisan-tulisan jelekmu yang lain di masa lalu tak lantas kehilangan berkesannya. Selalu ada kesan, minimal kemirisan, saat dua kejelekan tulisan dari masa lalu dan masa sekarang bertemu di satu waktu.

Jadi, daripada kau hanya pusing memikirkan apakah tulisanmu ini jelek atau bagus. Cukup tuliskan, terbitkan, dan lupakan.

Biar pembaca yang menilai, itu pun kalau ada yang membacanya.


Setelah semuanya, perlu aku katakan bahwa menerapkan tiga poin di atas jelas menunjukkan bahwa tulisan berjudul Cara menulis cerita personal untuk blog pribadi yang barusan kaupelototi tidak lebih dari omong kosongku.

Aku terlanjur geram dengan omong kosong orang lain yang mengatakan kalau menulis di blog pribadi harus ini dan harus itu.

Omong kosong. Nol besar. Penuh seperti purnama.

Siapa yang akan melarangmu menerbitkan tulisan jelek di blog pribadi selain dirimu sendiri?

Atau, siapa yang melarangmu menulis omong kosong di blog pribadi selain dirimu sendiri?

Jika kau masih memegang aturan-aturan yang sejatinya hanya ada di pikiranmu atas blog pribadi, pertanyaan yang lebih tepat adalah itu blog pribadi atau blog komunal?


Semacam FAQ

Apakah blog pribadi tidak boleh bertujuan mencari traffic dan manfaat ekonomi?

Boleh. Tidak ada yang melarang. Memberi larangan berarti membuat blog pribadi terikat pada aturan.

Bagaimana tulisan yang bagus itu?

Ini agak panjang kalau dibahas di sini. Tetapi begini saja biar ringkas, kau lebih percaya tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai ditulis, atau tulisan yang bagus adalah tulisan yang belum ditulis. Kalau aku lebih cenderung yang kedua.

Apakah semua tulisan di blog ini bagus?

Berangkat dari pertanyaan sebelumnya, sudah cerah seperti masa depan bahwa tulisan di blog ini (tulisanku) tidak ada yang bagus. Tetapi kalau bisa dinikmati, itu mungkin saja, sih.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi