Apakah tidak bisa mancing jika berada di rumah mertua?
Memancing, bagaimana pun merupakan hobi, dan seringkali dianggap remeh oleh kebanyakan masyarakat materialistik.
Bagaimana kalau kita sudah menikah, dan sialnya terpaksa harus ikut tinggal di rumah mertua? Apakah sudah tidak bisa mancing lagi?
Singkatnya, tidak, kita masih bisa berangkat memancing (dengan syarat).
Kalau mertua kalian adalah orang yang sama-sama hobi mancing, itu justru kabar yang luar biasa baik. Bisa berangkat mancing bareng, dan mendapat omelan bareng-bareng pula.
Tetap Mancing Meski Satu Atap dengan Mertua
Sayangnya, saya sendiri masih numpang di rumah mertua. Bukan hanya karena belum mampu membangun rumah sendiri, namun ada alasan lain (yang agaknya cukup pribadi) yang membuat saya harus menempuh jalur kehidupan macam begini.
Lebih nahas lagi, mertua saya, meski kedua-duanya baik bukan main, tetaplah bukan orang yang suka mancing. Sebaliknya, mereka menganggap memancing hanyalah kegiatan yang menghabiskan waktu.
Saya sebetulnya setuju dengan anggapan itu, apalagi kalau dilengkapi menjadi: memancing hanyalah kegiatan menghabiskan waktu dengan cara baik-baik.
Sebagaimana dalam Surah Al-Insyirah ayat 5-6, yang artinya: Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
Saya tetap bisa pergi mancing meski masih satu atap dengan mertua, sudah memiliki anak, dan istri kerja.
Bagaimana itu mungkin? Pertama, siapkan mental, ini cukup penting.
Selanjutnya, penuhi kebutuhan keluarga kecil, memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga di rumah tersebut akan lebih baik.
Lantas, pergilah mancing di waktu yang tepat. Misalnya saat anak sudah ada yang menjaganya.
Tips tambahan: pakailah joran pancing yang ringkas, misalnya tegek ruas pendek untuk mancing micro fishing, joran antena mini untuk main lempar, atau joran travel untuk casting.
Penggunaan joran pancing yang ringkas akan memberi kesan bahwa kita menghormati mertua. Bukan semata-mata pergi mancing dengan terang-terangan.
Sebuah fakta lain, mertua saya sepenuhnya tahu kalau saat keluar rumah, sudah pasti saya berangkat mancing. Namun berhubung joran dan alat-alat pancing tidak kelihatan, mereka tidak pernah mempermasalahkannya.
Mertua kita sekadar ingin menjaga nama baik, terutama di mata para tetangga agar menantunya tidak menjadi buah bibir hangat di seluruh desa.
Pergi Mancing 2x Sehari
Lebih jauh lagi, saya bahkan bisa sangat bebas pergi mancing hingga 2x sehari. Tahu kapan waktu berangkat, dan tahu kapan waktu harus pulang.
Biasanya, saya akan pergi mancing setelah bini sampai rumah. Itu sekitar pukul 1, dan pulang sebelum anak mandi sekitar pukul setengah 5 sore.
Lanjut sesi mancing kedua setelah magrib (anak sudah tidur), dan pulang kapan saja bebas asalkan tidak melebih pukul tiga dini hari.
Kalau kita ringkas, kegiatan bapak-bapak anak satu yang hobi mancing dan sedang tinggal satu atap dengan mertua adalah seperti ini: pagi buka laptop ngurus blog dan main Facebook, siang mancing, malam mancing lagi dan diakhiri dengan mangkring.
Kalau mengingat jadwal kegiatan harian yang begitu menyenangkan seperti itu, saya rasanya kok jadi sungkan mau bersambat atau mengeluh.
Syukur alhamdulillah mendapat mertua yang baik, pun mereka tidak hobi mancing.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi