Mencatat citra di story WhatsApp

Story WhatsApp, tempat rekonstruksi citra paling pamungkas. Siapa pun tanpa rasa malu bisa menjadi apa pun hanya dengan sedikit ketelatenan. Apalagi sekarang ada kecerdasan buatan keparat, Anda bisa meracik dengan susunan kalimat paling sesuai. Pelihat story WhatsApp tidak akan tahu betapa kosong belaka isi kepala Anda.

Saya sudah mencobanya. Iseng-iseng melaksanakan konsistensi aneh tersebut selama seminggu terakhir, dimulai dari:

  • Menggunakan foto profil yang tampak profesional
  • Senantiasa upload story WhatsApp yang berkaitan dengan jasa website
  • Memberi edukasi perihal website meski yang paling dasar
  • Dukungan dari sebuah website sederhana WordPress

Dampaknya mengerikan. Suatu kali ada yang mengirim pesan yang meminta saya menjadi pembicara di sebuah seminar pembuatan website di balai desa.

Citra saya berubah, yang semula seorang pemancing ikan militan menjadi bak developer profesional. Orang-orang di sekitar --terkhusus yang menyimpan kontak WhatsApp-- akan melihat citra saya sebagaimana apa yang saya tampilkan.

Lihatlah...

Saya hanya hendak mengatakan agar tidak mudah percaya dengan apa yang Anda saksikan di story WhatsApp khususnya dan media sosial umumnya.

Orang yang selalu upload story mancing belum tentu jago mancing, barangkali ia malah Ketua Mancing Boncos Indonesia, seperti saya.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi