Contoh bagian "Tentang Penulis" buku yang menarik
Penulis bernama Novia Risky Cahyaningsih. Dia lahir di Trenggalek, Jawa Timur, kota subur yang selalu berusaha untuk semakin makmur. Novia adalah salah satu penduduk yang hidupnya suka-suka. Dari dulu, dia suka bahasa. Dia ingin bisa menikmati setiap obrolan yang ada di bumi ini dengan bahasa. Akhirnya, dia memilih untuk belajar bahasa...
Dari dulu, dia suka berjalan ke mana-mana. Dia ingin menghimpun kisah dari berbagai kota. Akhirnya, dia bertualang ke tempat-tempat baru yang berbeda-beda. Dari dulu, dia suka mengabadikan kisah dibingkai makna. Dia ingin bisa menceritakan yang lampau dengan bukti nyata. Akhirnya, dia suka membidik gambar dari arah mana saja. Dari dulu, dia suka berbagi semangat untuk menggenggam asa. Dia ingin yang dipunya tak berhenti di sakunya saja. Akhirnya, dia menjadi guru yang semoga bisa menularkan kebaikan untuk sekelilingnya. Dari dulu, dia suka menulis apa saja yang ada di pikirannya, karena dia sadar jika manusia tempat lupa. Dia ingin bisa bercerita tanpa banyak bicara. Akhirnya, dia menjadi penulis yang bermain kata-kata...
Tentang Penulis
oleh Novia Risky Cahyaningsih
Hal. 213
diambil dari buku Teka-Teki Rasa (Guepedia, 2020)
Saya pribadi mengenal penulisnya, lain sebaliknya, jelas dia tidak mengenal saya. Saya jadi ingat masa itu, 2020 dan sebelumnya. Mendengar bahwa orang itu menerbitkan buku, dengan segala kemelaratan yang bergejolak saya paksakan untuk membelinya. Hingga sekarang pada 2026, baru sempat saya baca bagian Tentang Penulis-nya saja.
Ada pikiran aneh kalau dia itu bukan orang sembarangan. Pandangan saya cukup tajam, saya mampu melihat wajah berseri dari orang-orang pilihan. Wajah yang memancarkan keteduhan sulit terjelaskan, seolah saya ingin tenggelam di wajah itu, menjadikannya rumah untuk singgah, dan nisan saat waktunya kembali.
Tulisan di atas cukup menarik, khususnya bagi saya pribadi, entah untuk kalian. Penulisnya mampu membuat pola --sesuatu yang saya suka-- menggunakan kata-kata yang akhirnya berbentuk narasi sederhana. Aih, andaikan dulu (dan sekarang) tidak terbelenggu kemelaratan, niscaya saya akan lebih aktif mengejarmu, wahai perempuan berwajah teduh!
Saya betulan ingin bercengkerama dengan semacam apa yang kita sepakati sebagai kejujuran!
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi