Kekosongan dan sedikit makna yang mengisinya

Barangkali manusia tidak benar-benar mencari sesuatu sebagai yang dikatakannya. Misal, saya mencari kebahagiaan, malah yang saya cari sejatinya adalah sebaliknya, kesedihan. Sebab dalam kesedihan, sepotong kecil kebahagiaan akan terasa begitu bermakna daripada mendapati seluruhnya kebahagiaan di dalam semesta kebahagiaan itu sendiri.

Sore ini setelah berhasil menuntaskan niat tiga bulan lalu untuk mencuci motor mertua, akhirnya saya memutuskan menulis sebuah catatan tentang kekosongan dan sedikit makna yang mengisinya.

Saya dapat menyebutkan lebih banyak perihal apa yang saya maksud sebagai sedikit makna itu. Misalnya:

  • Dalam kesepian, semenit kebersamaan terasa begitu riuh
  • Dalam kehausan, seteguk air putih terasa begitu melegakan
  • Dalam keputusasaan, secercah harapan terasa begitu raksasa
  • Dalam kemiskinan, gaji guru honorer pun terasa begitu bernilai
  • Dalam keterasingan, setangan penerimaan terasa begitu mirip pelukan
  • Dalam kekelaman, setitik cahaya terasa begitu lentera penyelamat

Robert Cialdini menyebutnya sebagai prinsip kelangkaan, para platonis akan mengatakannya sebagai desire-as-lack. Konsep Islam yang paling dekat dengan apa yang kita bahas adalah hikmah sebagaimana yang sama-sama saya dan Anda yakini bahwa ...bersama kesulitan ada kemudahan.

Ketika kekosongan masih seupil akan muncul sekelumit tuntutan akan banyak hal seperti harta, atau tahta. Namun saat kenyataan menunjukkan taringnya yang bakal mengikis semua itu, manusia berjumpa pada kondisi yang nyaris memalukan --bahwa sedikit makna terasa begitu lebih berarti daripada sebelumnya. Di hadapan kekosongan tak gentar itu, makna seolah terlihat sebesar alam semesta.

Dan sialnya, semua itu turut berlaku kebalikannya, bahwa dalam kebahagiaan, sepotong kecil kesedihan akan terasa begitu jahanam.

Jadi, apakah sebaiknya saya dan Anda berjalan menuju titik kanan-atas dalam kartesius, atau malah sebaliknya, menyerahkan diri sepenuhnya menuju titik kiri-bawah agar sedikit isi menjadi punya makna?

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi