"Saya butuh uang secepatnya!"
Fastwork adalah platfom freelancer di mana mereka bisa menawarkan berbagai macam jasa dan layanan. Saya juga menjadi salah satu freelancer di sana. Namun, entah mengapa jumlah orang yang menghubungi saya meledak. Dalam sehari jumlahnya puluhan, belum genap seminggu sudah ratusan. Nadanya sama saja, bahwa mereka mengira saya adalah seorang publisher yang sedang mencari freelancer.
Seperti...
"Saya mau pekerjaan ini!"
Saya jawab, "Pekerjaan apa? Minta ke wapres kau yang sudah janji itu."
Atau...
"P."
"Halo, apa yang bisa saya bantu."
"Saya butuh uang secepatnya!"
"SAMA!"
Atau...
"Apakah pekerjaan ini masih ada?"
Kalimat di atas masih mendingan. Ada kemungkinan antara itu pengguna baru yang sedang mencari pekerjaan atau pengguna baru yang sedang mencari freelancer.
"Masih, gan, silakan," jawab saya.
"Kapan saya bisa mulai kerja?"
"Terserah!"
Mereka, orang-orang berengsek itu, mengapa sebelum daftar ke platform freelancer tidak mencari tahu bagaimana membuat akun freelancer atau buyer, cara kerjanya, dan alur dalam ekosistem platform.
Sungguh sial! Mereka seolah tidak bisa membaca apa pun! Sangat disayangkan mamak mereka telah memberi asi tatkala mereka masih bayi, namun ketika dewasa menjadi manusia tolol yang ketololannya sudah benar-benar tolol dan mustahil tertolong! Manusia yang tersusun dari sepenuhnya ketololan yang murni, sudah mendarah-daging, hanya butuh sebuah langkah kecil untuk menjadi seorang pejabat!
...duh, maaf, saya agak emosional.
Anda barangkali menyangkal bahwa seharusnya menanggapi orang-orang itu dengan biasa-biasa saja. Tidak perlu berlebihan. Menunjukkan alur kerja dan sistem yang benar dengan kelembutan.
Ya, saya benar-benar sudah melakukannya! Sialan!
Hanya saja, jika itu harus saya ulang puluhan kali setiap hari, dan ratusan kali bahkan belum genap seminggu, apakah Anda akan bisa tetap melakukan apa yang Anda sebut sebagai menanggapi orang-orang itu dengan biasa-biasa saja?
Kimak pula Anda ini!
Pembaca yang sama-sama keparat, tidak ada bedanya dengan pengguna-pengguna baru keparat di Fastwork yang tidak mampu membaca bahkan dalam bahasa Ibu mereka yang sudah tersusun rapi.
Hal semacam itu tidak jauh berbeda saat Anda mengunggah produk pancing dengan label harga Rp300.000 di marketplace Facebook. Kemudian Anda mendapatkan puluhan pesan yang semuanya bertanya berapa harganya! Setelah satu-satu saya balas bahwa harganya sudah tertera, atau langsung saya tulis Rp300.000 barangkali mereka buta aksara. Lantas menawar, bagaimana kalau 30 ribu?
Satu-dua-tiga-sampai di bawah sepuluh kali masih terasa agak-agak lucu. Lebih dari itu sudah neraka.
Daripada dijawab kasar dan galak, lebih baik dibiarkan saja!
Tidak bisa. Mustahil. Jika saya mengabaikan pesan, maka peringkat di platform Fastwork akan turun. Itu juga tidak ada bedanya dengan neraka.
Aduh, kalian itu, para pembaca yang berengsek, selalu saja memiliki pikiran menyanggah dan menyangkal dengan kebenaran semu yang Anda yakini sebagai mutlak. Orang macam Anda sebaiknya tidak dianugerahi otak, pun kalau ada, sebaiknya rusak saja! Sebab, Anda tidak pernah menggunakannya untuk setidaknya memikirkan lebih dalam tentang kondisi freelancer di negara ini.
Dan bukti bahwa Anda keparat-berengsek adalah dengan bodohnya membaca tulisan caci-maki ini sampai di kalimat ini.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi