Cara mancing ikan nila susah makan berdasarkan pengalaman

Cara mancing ikan nila susah makan berdasarkan pengalaman

Jika Anda seorang pemburu mbak nila, pastinya pernah merasakan kekesalan tatkala mancing ikan nila susah makan.

Pelampung sama sekali tidak bergerak. Apalagi slulup yang selalu kita dambakan itu.

Anda lantas memperkuat keyakinan bahwa (mungkin) sebentar lagi ikan nila mulai makan. Tetapi setelah empat jam menunggu, tidak ada yang berubah. Kemudian Anda mulai berpikir spot tersebut angker, baru saja kena setrum atau obat, dan anggapan lain yang lebih mengarah ke rasa frustasi.

Nah, berdasarkan pengalaman (singkat) saya mancing ikan nila di berbagai spot mancing, ternyata ada beberapa trik yang cukup ampuh mengatasi masalah tersebut. Terutama mengantisipasi agar Anda tidak kunjung kapok mancing nila.

Dan kabar baiknya, cara yang saya lakukan jauh dari kata mistis. Semuanya hanya memahami karakter ikan nila di spot tersebut.

Daripada berlama-lama, langsung saja masuk ke pembahasan.


Mengenali alasan ikan nila susah makan

Beberapa faktor di bawah ini sebenarnya juga turut memiliki andil mengapa ikan nila susah makan dan tidak mau menyenggol umpan.

  • Cuaca yang berubah drastis;
  • Tekanan udara dalam air yang naik-turun (fluktuatif);
  • Kondisi air yang terlalu jernih sehingga meningkatkan kewaspadaan ikan terhadap umpan;
  • Kondisi air yang terlalu keruh sehingga aroma umpan (terutama lumut) menjadi kurang menyebar dengan maksimal;
  • Melempar bukan di tempat ikan nila bersarang;
  • Umpan yang Anda gunakan bukan makanan alami yang ikan nila makan di spot itu;
  • Spot mancing baru kena setrum atau obat;
  • Anda benar, barangkali spot tersebut memang horor dan ada penunggunya;
  • Faktor boncos sejak lahir.

Yang kesemuanya dapat membuat ikan nyinyir dan mengejek kita dengan cara berengsek. Yaitu ikan nila ngambang di permukaan di sebelah pelampung kita, sementara dia sama sekali tidak mau makan umpan.


Kondisi khusus jika ikan nila ngambang ke permukaan

Fenomena berengsek tadi sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah. Yaitu, ikan di dalam air kekurangan oksigen, yang mana mereka naik ke permukaan untuk mencarinya.

Kadar oksigen di spot mancing Anda rendah. Hal itu biasanya karena aliran air mampat dan tidak ada arusnya. Kalau di sana ada aliran, misalnya di bawah gerojokan, kemungkinan besar ikan nila yang berada di bawahnya yang mau makan.

Kondisi kurangnya kadar oksigen di bawah air membuat ikan lebih fokus bertahan hidup daripada mencari makan. Jadi, itu juga menjelaskan mengapa umpan Anda kurang mendapat respons ikan.


Cara mancing ikan nila susah makan berdasarkan pengalaman

Nah, setelah semuanya, mari kita masuk ke pembahasan inti dalam artikel ini.

1. Gunakan umpan sesuai kebiasaan ikan nila makan

Pertama, dan ini yang paling penting, bahwa Anda perlu menyesuaikan umpan dengan kebiasaan makan ikan di spot tersebut.

Saya pernah memancing ikan gabus (kutuk) menggunakan tahu! Terdengar aneh, kan? Namun fenomena seperti itu benar-benar terjadi, sebab di spot yang saya pancingi itu semua ikan doyan banget sama tahu. Malahan, cacing dan udang kalah dengan umpan tahu.

Hal serupa juga pernah saya alami saat mancing ikan nila di suatu aliran sungai Gunung Kelud. Di mana, mancing pakai lumut tidak ada respons ikan sama sekali. Setelah saya telusuri, ternyata kebiasaan ikan nila di spot itu makan cacing plungker (cacing hitam-besar).

Dan benar saja, setelah minta ke pemancing sebelah saya (para pemancing biasa berbagi umpan), ikan nila sebesar telapak tangan berhasil makan dengan sempurna. Disusul beberapa ekor ikan ukuran serupa!

Artinya apa? Kita --sebagai pemancing-- yang harus menyesuaikan dengan kebiasaan ikan nila makan di spot itu, bukan sebaliknya.

2. Mancing ikan nila susah makan di air jernih dan keruh

Misalnya, saat mancing ikan di air bening, sebaiknya menggunakan umpan yang lebih natural dan tidak mencolok warnanya. Sebab, ikan di air jernih punya tingkat waspada lebih tinggi karena bisa melihat umpan dengan jelas.

Oleh sebab itu pula, meski pakai cacing pun, sebaiknya tutup ujung mata kail sampai benar-benar tidak kelihatan.

Gunakan juga umpan yang punya aroma khas, misalnya lumut alami.

Berbeda ceritanya kalau di spot mancing tersebut airnya keruh. Anda bisa lebih agresif menggunakan umpan berbau menyengat dengan warna mencolok.

Pemancing nila tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya essense, itu merupakan penguat aroma umpan. Tambahkan essense khusus nila (kalau punya), ke media umpan lumut.

Sedangkan kalau tidak punya essense, Anda bisa menggunakan garam, Royco, Masako, bahkan shampoo rambut! Biar ikan lebih gampang nyedot lumut karena teksturnya sudah halus dan aromanya unik.

3. Lakukan bom umpan sebelum mancing

Sebenarnya, bom umpan dengan lumut (dan lumpur) bersifat opsional. Sebab, Anda perlu nyemplung juga ke titik lempar yang akan Anda pancingi itu. Dengan kaa lain, Anda perlu melepas baju dan celana, meninggalkan kolor saja yang masih menempel di sana agar biji peler Anda tidak digigit ikan.

Tetapi kalau Anda memang sudah terbiasa, mancing nyobok pun akan lebih baik.

Setelah mengublek-ublek spot mancing dan melempar bom umpan, tunggu dalam satu hitungan waktu rokok (sekitar 15 menitan) sebelum mulai mancing.

Cara lainnya, jika Anda menggunakan umpan pelet, cara ngebom umpan lebih elegan. Soalnya, Anda tinggal memasang gumpalan pelet besar ke kail, lalu melempar ke titik kumpul ikan, dan menariknya sekeras mungkin sampai pelet terlepas. Lakukan itu beberapa kali sampai Anda rasa sudah cukup.

Nah, tujuan dari mengublek-ublek spot mancing, bom lumut dan lumpur, atau bom umpan pelet tidak lain adalah agar ikan nila bangun lalu mendekat karena mencium aroma makanan mereka.

Hal itu pula yang membuat para pemancing ikan nila jarang pindah lokasi meski mancing berjam-jam. Soalnya sudah mengumpulkan ikan di satu titik lokasi itu.

4. Memahami jam makan ikan nila di spot mancing itu

Selanjutnya, terkait dengan jam makan ikan nila. Saya pun pernah merasakan hal kurang menyenangkan.

Datang sore belum ada orang, ikan pun tidak makan. Lalu setelah magrib orang-orang baru datang, dan ternyata ikan mulai makan. Itu menandakan di spot yang saya pancingi saat itu di bekas galian pasir (galpas), ikan nila memang makan saat malam setelah magrib.

Perhatikan bahwa antara satu spot dengan spot lainnya kemungkinan besar punya jam makan yang berbeda. Hanya di luar negeri dan spot yang masih perawan yang ikan nilanya makan 24 jam.

Kalau Anda masih baru di spot tersebut, tidak ada salahnya bertanya ke pemancing di sana, biasanya jam berapa ikan mulai makan.

Berbeda dengan di kolam pemancingan, yang mana kata teman-teman saya (karena saya seumur hidup belum pernah mancing kolaman), ikan makan juga 24 jam. Paling lama menunggu 15 menit, asalkan umpannya sesuai.

Berdasarkan semua itu, mancing liaran membutuhkan lebih banyak perhatian dan observasi Anda. Lain cerita kalau mancing kolaman target ikan nila.

5. Mengakrabi pemancing yang terbiasa mancing di sana

Guna mempercepat proses observasi dan menghindari berbagai larangan tidak tertulis saat mancing. Ada baiknya Anda bertanya dengan cara mengakrabi pemancing yang memang sudah terbiasa mancing di sana.

Caranya mudah, cukup tawarkan roko --kalau tidak ada bisa menawarkan umpan.

Pemancing yang sudah terbiasa hafal dengan karakter ikan di lokasi tersebut. Termasuk kapan ikan nila aktif mencari makan, dan umpan apa yang paling jitu untuk memancing di sana.

Malu bertanya sesat di jalan.

Tidak perlu malu bertanya untuk mulai membuka obrolan baru dengan sesama pemancing. Anda akan mendapatkan informasi yang paling akurat dalam cara mancing ikan nila susah makan di sana.

6. Jangan pindah-pindah spot mancing

Bukan maksud apa-apa, tetapi saya sering melihat pemancing nila (mungkin baru mancing target ikan ini), mereka sering pindah spot lantaran lama mendapatkan respons. Ya memang begitu, mancing ikan nila tidak sama dengan mancing ikan wader.

Apalagi, nila itu tergolong ikan yang sensitif terhadap gerakan. Kalau terlalu ramai, ikan justru menjadi waspada. Sehingga pindah atau ganti spot mancing bukan solusi mengatasi keboncosan.

Jika perlu, Anda sama sekali tidak perlu ganti spot meski sudah menunggu 6 jam berturut-turut tanpa respons. Dari sana Anda akan memperoleh pengalaman mengapa ikan tidak mau makan, serta bagaimana cara yang dilakukan pemancing lainnya agar ikan mau makan.

Mancing ikan nila memang butuh kesabaran ekstra. Anda akan semakin akrab dengan istilah menunggu.

7. Berdoa sesuai kepercayaan masing-masing

Haha... Saya juga memasukkan bagian ini sebagai cara mancing ikan nila susah makan di spot mana pun! Berdoa, tidak lain senjata kita dalam semua urusan, termasuk memancing ikan.

Berdoa, secara ilmiah memberikan ketenangan kepada diri sendiri. Sekaligus membantu mood menjadi lebih positif dan ceria. Apa gunanya memancing kalau Anda terus marah-marah tidak jelas.

Sehingga pada akhirnya, ketenangan itu akan memberi pengaruh baik saat menunggu ikan makan.


Kesalahan dan solusi agar tidak boncos mancing ikan nila susah makan

Lagi-lagi, hal di bawah ini berdasarkan pengalaman saya. Jadi kalau ada kurangnya, harap maklumlah!

Kesalahan Solusi
Umpan tidak kelihatan alami di air bening/jernih. Gunakan umpan natural sesuai kebiasaan makan ikan nila di spot itu.
Terlalu berisik, tidak bisa diam, sering pindah-pindah spot. Sabar. Pun kalau bergerak, bergeraklah pelan hanya dengan diam (seperti lagu Virgiawan Listanto).
Ikan nila ngambang di permukaan. Cobalah untuk mengublek-ublek spot, melempar bom lumut dan lumpur, atau bom pelet. Cari spot yang ada aliran air atau gerojokan jika memungkinkan.
Ikan nila susah makan di air keruh. Tambahkan penguat aroma seperti essense, garam, penyedap rasa, atau shampoo rambut Emeron hitam.
Mancing siang bolong. Bawa payung. Payung adalah salah satu alat yang tidak boleh ketinggalan bagi para pemancing ikan nila.
Hanya bawa satu tegek. Mancing nila itu sama dengan ndalang. Anda sebaiknya bawa minimal 3 tegek, atau kombinasikan dengan pancing reel untuk menarget predator.
Mancing bersebalahan dengan pemancing lain yang sudah lebih dulu ada di sana. Jaga jarak! Ini peraturan tidak tertulis saat mancing ikan. Setidaknya berjarak 10 meter atau lebih.
Malu bertanya. Akrabi dengan menawari sesuatu yang Anda punya, misalnya sebat atau umpan.
Tidak bawa serok. Seperti payung, serok pun juga alat yang penting. Anda akan kesulitan mengangkat ikan nila kalau tidak membawanya (kecuali mancing nyobok).
Hanya bawa lumut. Sebenarnya ini bukan kesalahan. Hanya saja, ada baiknya membawa minimal 2 jenis umpan.
Mancing hanya 1 jam. Luangkan waktu lebih banyak! Ikan nila itu makannya jam-jaman. Bahkan ada yang mancing sore tembus malam. Soal ibadah, bisa ibadah di lokasi. Banyak teman saya yang membawa sajadah saat mancing.
Minta ikan ke penunggu. Sebenarnya kalau minta ke Tuhan saja. Sedangkan ke penunggu, sekadar izin.
Pulang boncos. Terkait dengan boncos. Anda harus lebih sering boncos agar terbiasa. Boncos adalah keniscayaan yang pasti akan dirasakan setiap pemancing. Jadi, biasakan diri Anda.
Tegek terlalu lemas. Nanti saat menyentak kurang nyantol. Gunakan tegek dengan action minimal medium-hard.

Menghindari beberapa kesalahan (atau hal kurang tepat) di atas jugalah merupakan salah satu tips mancing ikan nila susah makan agar tidak boncos. Kadang, kebiasaan kecil namun positif yang kita lakukan akan memberi perubahan baik yang malah besar.


Akhir kata

Apa, ya? Sebenarnya, mancing ikan nila termasuk yang susah makan itu akan dapat Anda pahami sendiri dengan meningkatkan jam terbang.

Mancinglah sehari tiga kali, nikmati setiap prosesnya, dan kalau perlu catat informasi serta pengetahuan baru yang Anda dapatkan dari sana.

Jika ada yang perlu ditanyakan, bisa tinggalkan komentar di bawah. Kalau ternyata pertanyaan Anda butuh jawaban yang cukup panjang, akan saya jawb dengan menulisnya di artikel terpisah dari ini.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi