Cara mancing lele liaran di sungai air keruh

Mancing lele liaran di sungai memang punya sensasi tersendiri. Apalagi kalau airnya lagi keruh-keruhnya.

Air keruh itu tanda ikan tidak waspada. Sedangkan kalau pikiran keruh isinya hanya marah-marah tidak jelas. Kalau pikiranmu sedang keruh, ayolah mancing bersamaku saja.

Kondisi air sungai keruh merupakan waktu paling seru untuk mancing lele lokal ukuran besar (kalau memang ada ikannya di spot mancing itu).

Kamu bisa pakai tegek kalau sungainya tidak terlalu besar. Dan harusnya memang pakai tegek saja. Soalnya, kebiasaan ikan lele --meski sungai besar-- akan berada di pinggiran.

Tentu saja, dalam catatan ini juga berdasarkan pengalamanku sendiri sebagaimana catatan-catatan lain di blog ini.

Maka, langsung saja kita bahas caranya.

Cara mancing lele liaran di sungai air keruh


Cara mancing lele liaran sungai air keruh

Sebelum menuju spot mancing andalan, ada beberapa kondisi yang perlu sama-sama kita perhatikan lebih dulu.

1. Cuaca sehabis hujan

Pertama, yaitu kondisi sehabis hujan. Selain sejuk, ini merupakan salah satu waktu terbaik untuk mancing lele. Air yang naik dan keruh membuat lele lebih berani keluar dari sarangnya.

Kalau siang hari cuaca normal, lele itu tidur di sarang sambil kelon memperbanyak keturunan. Jadi, jangan lewatkan kondisi sehabis hujan ini, target utama lele, abaikan dulu wader dan ikan microfishing lainnya.

2. Kondisi sungai banjir

Banjir tetapi bukan karena hujan. Ini sama saja. Air sungai membangunkan lele untuk segera keluar dari sarang untuk cari makan.

Di sisi lain, sungai banjir juga memungkinkan untuk mendatangkan lebih banyak ikan lele yang terbawa arus dari hulu. Ikan lele itu jarang melawan arus, jika sungai banjir dia akan cenderung mengikuti arus lewat pinggiran.

3. Spot mancing ada ikan lele

Terakhir namun tidak kalah penting adalah memastikan bahwa spot tersebut memang ada ikan lelenya. Sebrutal apa pun umpan yang kamu pakai, kalau di spot itu hanya ada sapu-sapu, tentu tidak akan dapat lele.

Biasanya, area dekat parit, muara kecil, atau sungai yang berdekatan dengan sawah menjadi tempat favorit ikan lele (baik lele lokal maupun jenis lele kolaman yang ikut terbawa arus) untuk berkembang biak.


Umpan mancing lele liaran saat air keruh

Terkait dengan ini, sebenarnya aku sudah membahasnya dengan lebih lengkap di 15 umpan lele harian yang juga cocok untuk mancing liaran di sungai.

Intinya, lele itu lebih mengandalkan indera penciuman untuk menemukan mangsa. Kalau kondisi air sungai sedang keruh, pastikan pakai rumus ini:

Umpan air keruh adalah umpan hidup dan berlendir.

Semua jenis umpan yang hidup, dan memiliki lendir atau aroma amis bisa kita gunakan untuk mancing lele liaran.

Beberapa contohnya, seperti cacing (semua jenis cacing), anak kodok (percil), usus ayam (mentah dan belum dibersihkan), kreco (keong kecil), potongan ikan wader, dan sebagainya.

Sedang kalau tidak mau ribet, kita cukup pakai umpan sejak zaman purba sudah cukup. Apalagi kalau bukan cacing. Entah itu cacing yang kita dapatkan dari menggali peceren rumah, pembuangan bebek, bawah kandang ayam, atau membeliya dari toko pancing terdekat.


Jam makan lele di sungai

Kita sebaiknya tidak terlalu buru-buru menyamakan antara jam makan ikan lele liaran dengan lele kolaman.

Aktivitas makan lele liar lebih dipengaruhi oleh cuaca dan kondisi air, sehingga tidak berpatokan pada waktu tertentu. Kalau lele kolam, mereka terbiasa pada jam-jam tertentu saat pemiliknya memberi makan.

Faktanya, lele itu hewan nokturnal, yang sangat aktif mencari makan malam hari.

Sehingga, mancing lele siang hari pada kondisi dan cuaca yang lempeng-lempeng saja akan lebih sulit.

Kecuali begitu air sungai mulai naik karena hujan, atau datangnya air baru karena banjir sungai, lele akan langsung keluar dari sarangnya untuk jajan. Jajan umpan, tentu saja, bukan lonte.

Ikan lele akan tetap makan pada kondisi air yang demikian entah itu pagi, siang, apalagi malam hari.


Teknik mancing lele liaran di sungai air keruh

Tidak ada batasan. Semua teknik bisa kita pakai.

Sangat bebas untuk menggunakan teknik apa saja. Entah itu mau dasaran maupun pelampungan.

Berhubung kita menggunakan umpan hidup dan berlendir, teknik casting tentu tidak masuk dalam semua teknik tersebut.

Asal di spot mancing tersebut memang ada lele lokalnya, kamu tidak akan boncos. Lele itu jenis ikan yang rakus, lebih rakus daripada gabus.

Kalau gabus rakusnya karena wilayah teritorial diganggu sesuatu, lele rakusnya murni untuk memakannya.

Bayangkan ini, siang hari hujan, sore sudah reda. Kemudian ternyata kamu mendapat kabar bahwa air sungai naik menjadi keruh.

Tidak perlu menunggu apa-apa, langsung ambil pancing dengan umpan seadanya.

Gunakan senar minimal 0.14 mm dan kail nomor 6 agar lebih aman jika target utama memang ikan lele.

Lantas, nikmati momen sore sehabis hujan di pinggir sungai dengan bertubi-tubi sambaran ikan lele lokal yang sudah keluar dari sarangnya. Mantap betul!

Mantap ini akan menjadi lebih sempurna dengan memegang joran tegek di tangan kanan, dan sebatang rokok di tangan lainnya.


Mancing lele biar cepat dapat

Sekarang merupakan bagian di mana kita bisa serius sekaligus bercanda. Soalnya, siapa juga yang mampu memastikan apakah kita akan lebih cepat mendapat sambaran ikan lele atau tidak.

Jadi, bagaimana cara mancing lele biar cepat dapat?

1. Berdoa sebelum mancing

Pertama, ini penting. Kita menggantungkan seluruh hidup (dan mati) kepada Sang Pencipta alam semesta. Termasuk aktivitas yang sangat sederhana seperti mancing lele ini.

Berdoa, bagaimana pun, merupakan bentuk penghambaan kita kepada-Nya. Sekaligus menunjukkan rasa syukur bisa mancing hari ini.

Langkah ini akan membuat kita lebih tenang dan fokus selama proses mancing lele berlangsung. Pikiran yang tenang tentunya meningkatkan rasa peka dalam membaca tanda-tanda apakah lele sudah makan atau belum.

2. Tidak buru-buru mengangkat pancing

Berikutnya, hal yang sangat sering dilakukan bocah-bocah itu. Kamu bisa melihatnya secara langsung juga, kalau yang aku katakan ini bukan omong kosong.

Aku sering melihat bocah-bocah (mungkin usia sekolah dasar) yang sering mengangkat pancing. Sedangkan orang dewasa dan orang tua yang sama-sama memancing di sana, lebih sabar menunggu ikan makan.

Sedikit tarikan bukan berarti ikan makan. Bisa jadi itu sirip ekor ikan tidak sengaja menyenggol timah pemberat kita yang mengakibatkan pelampung bergerak. Tunggu sampai pelampung dibawa kabur atau tenggelam.

Jika terlalu cepat, ada dua kerugian. Pertama, umpan lepas. Kedua, lele kabur.

Sabar sedikit lagi! Tunggu tarikan yang benar-benar mantap baru kamu sentak dengan penuh kenikmatan. Rasakan sensasi tarikan ikan lele liaran yang mana getarannya sudah pasti sampai buah zakar.

3. Faktor cuaca dan kondisi air

Kalau kondisi air dan cuaca tidak mendukung untuk mancing lele. Kamu bisa kompromi dengan alam untuk mancing microfishing saja yang jelas-jelas sangat sulit boncos.

Tetapi kalau kondisinya sudah mendukung, seperti yang sudah kita bahas di atas seperti sehabis hujan, air sungai naik dan keruh, atau sungai banjir. Maka fokus untuk mancing lele lokal liaran pilihan yang tepat.

4. Melempar di titik potensial pinggiran

Tidak perlu kita melempar umpan sampai tengah atau mencari titik paling dalam di sungai. Justru ikan lele sungai itu lebih suka berenang di sekitar perairan yang dangkal dan ada tempat persembunyian.

Contohnya, ada tanaman kangkung atau rumput di pinggir sungai.

5. Menikmati setiap prosesnya

Di antara semua hal tersebut, tips mancing lele liaran serta semua jenis ikan yang lain adalah menikmati setiap prosesnya. Aku selalu mengingatkan agar kamu sekalian bisa menikmatinya.

Soalnya, kalau harapan yang kamu bawa sudah terlalu besar, itu akan cenderung lebih dekat dengan kekecewaan. Sedang kalau kamu menikmatinya, pun tidak dapat ikan, masih dapat kenikmatan itu.


Akhir kata

Setelah semuanya, itulah cara mancing lele liaran di sungai air keruh yang bisa kaucoba. Lele itu ikan yang rakus dan tidak pilih-pilih makanan seperti ikan nila.

Tetap perhatikan cuaca dan kondisi air. Kalau spot mancing lele lokalmu ternyata sangat-sangat berisiko, jangan lupa bawa kartu identitas seperti KTP agar mudah diidentifikasi tim SAR.

Yang terakhir itu bercanda. Janganlah kamu masukkan ke hati. Baiklah, kita akhiri ini. Salam.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi