Review tegek kolong pabrikan ruas pendek
Baiklah, sesuai janji dalam catatan mancing sore di atas jembatan, aku hendak mereview atau mengulas lebih lengkap tentang tegek kolong pabrikan Yoshikawa Advisor.
Alasanku membelinya dengan harga sekitar Rp350 ribu itu karena penasaran. Tegek Advisor punya warna yang unik, beda dari yang lain, warnanya emas kecokelatan dengan lapisan doff yang tidak mengkilap.
Sebelum lanjut, mari kita sepakati definisi ini.
Tegek kolong pabrikan adalah joran tegek yang sudah memiliki kolong (ring guide) dan reel seat bawaan produksi pabrik.
Kita hanya perlu menambah reel spinning ukuran kecil yang sesuai. Dan, joran pun sudah siap kita pakai.
Disklaimer: Semua foto yang ada di dalam catatan review ini merupakan aset pribadi rum.web.id. Di mana seluruhnya diambil dengan tenaga dan biaya pribadi. Kamu boleh mengambilnya, tetapi sertakan sumber itu dari blog ini.
Apa bedanya tegek kolong dan joran telescopic?

Tidak ada bedanya.
Hanya saja, tegek kolong adalah anggota dari kategori besar joran telescopic.
Sehingga, kita boleh sepakat lagi menyebut Yoshikawa Advisor sebagai tegek kolong itu benar. Pun menyebutnya sebagai joran telescopic juga benar.
Jenis tegek kolong pabrikan lain yang cukup populer di Indonesia yaitu Ogawa Kudalaut. Harganya jauh lebih terjangkau, karakternya lentur, tetapi ada lebih banyak hal kita maklumi daripada apa yang harus kita maklumi dari Advisor ini.
Spek tegek kolong Yoshikawa Advisor

Kalau Yoshikawa menyediakan ukuran 270 atau lebih pendek, barangkali tegek kolong ini juga menjadi incaran. Soalnya, panjang minimal yang tersedia adalah 360 cm.
| Info | Spek |
|---|---|
| Merek | Yoshikawa |
| Seri | Advisor |
| Model | Telescopic rod |
| Tertutup | 40 cm |
| Terbuka | 360 cm |
| Ruas | 13 ruas |
| Berat | 110 gram |
| Diameter atas | 1 mm |
| Diameter bawah | 19 mm |
| Ring guide | Bawaan pabrik |
| Ring jalan | Tidak ada |
| Power | Medium-hard |
| Power | Mentul-mentul |
| Harga | ~ Rp350 ribu |
Ukuran 360 cm merupakan yang paling pendek.
Selain itu, ada juga ukuran 450 cm, 530 cm, dan 630 cm.
Aku tidak salah dalam menulisnya. Memang di keterangan yang ada di box, tertera 530 cm (bukan 540 secara umum).
Kelebihan dan kekurangan tegek kolong Yoshikawa Advisor

Alhamdulillah... Sampai di titik ini, rum.web.id tidak disponsori untuk membagus-baguskan sebuah produk. Jadi, kalau bagus akan kutulis bagus. Kalau rasanya kureng akan kutulis apa adanya.
Dan semua kelebihan dan kekurangan Yoshikawa Advisor ini kutulis berdasarkan pengalaman setelah cukup lama menggunakannya.
Kelebihan
1. Unik
Jelas, ini tegek kolong yang tidak ada di pasaran. Cocok untuk kamu, pemancing yang ingin tampil beda. Tidak ada yang menyamai warna emas kecokelatan dengan lapisan doff itu. Soal ring guide yang punya aksen emas, asal kamu tahu, model ring seperti itu sudah umum. Hanya saja, ini kan model telescopic pabrikan, jadi sudah sesuai dengan diameter tiap ruasnya.
2. Ruas pendek
Panjang tertutup tegek kolong ini (sudah termasuk kolongan) hanya 40 cm. Tergolong ruas pendek. Apalagi kalau tanpa kolong, mungkin sekitar 35 cm. Yoshikawa cukup konsisten memberi angka yang tertera di box bahwa 40 cm dalam closed length sudah termasuk kolongan atau ring guidenya.
3. Bahan komposit ulet
Alasan mengapa tegek ini berat di tangan, menunjukkan angka 110 gram, yang mana angka tersebut sudah tergolong sangat berat kalau kita bandingkan dengan tegek-tegek terbaru. Lihat, Yehang dan Gouyi pun punya bobot hanya di kisaran 70 gram.
Bahkan, ya, bahkan. Tegek microfishing Orca Fortuna bobotnya di panjang sama hanya 50 gram! Aduh. Tetapi balik lagi, bobot Yoshikawa Advisor yang tergolong sangat berat itu sebanding dengan keuletan bahan.
Aku sudah membuktikan saat mancing di atas jembatan, menyangkut di greng. Kutarik langsung yang putus senarnya. Ukuran senar yang kupakai saat itu 0.14 mm.
4. Resin reel seat mantap
Kalau dari segi desain, tidak ada yang lebih memikat dan bikin penasaran kecuali resin di bagian reel seat. Resin warna senada dengan ruas yang seolah membuatnya lebih menyatu. Di bagian reel seat pula ada stiker timbul seperti di joran sultan bertuliskan "Yoshikawa".
Produk yang kupegang ini stikernya mengelupas. Entah memang pas kebetulan dapat produk agak cacat atau memang kualitasnya segitu saja.
Kekurangan
1. Bobot berat
Sebagaimana yang sudah aku sampaikan sebelumnya, berat tegek kolong Yoshikawa Advisor adalah 110 gram. Kita dapat kompromi maksimal, dengan cara bahwa berat itu sudah termasuk resin, ring guide, dan reel seat. Tetapi, entahlah.
2. Tidak ada kolong jalan
Kolong jalan itu sangat berguna untuk membuat senar terlihat parabolik saat tegek melengkung. Umumnya ada sebuah kolong jalan atau ring bebas di ruas pertama paling atas. Relix Nusantara Bambu Ijo dan Kastking Blackhawk II bahkan memiliki sampai ruas ketiga. Artinya, tanpa kolong jalan ini tampilan joran dan senar saat melengkung seperti busur.
3. Tutup bawah plastik
Jika Yehang, barangkali dapat kita maklumi. Tetapi ini tegek harganya Rp350 ribu (bahkan lebih), dan masih menggunakan tutup bawah plastik. Banyak produk dari Oregon, ambil seperti Oregon Silincah atau Oregon Mamba sudah menggunakan tutup bawah metal atau CNC. Benar-benar terasa rapuh saat memegangnya. Tetapi memang tidak terlihat dari plastik kalau tidak benar-benar menyentuhnya.
4. Power medium-hard tapi mentul-mentul
Inilah yang cukup mengganjal. Lihat tabel spek di atas, Yoshikawa Advisor punya diameter atas yang sangat besar, 1 mm. Power ujung memang cenderung medium-hard. Tetapi, itu tidak dibarengi dengan kekuatan yang lebih baik ruas-ruas setelahnya. Hasilnya, meski bagian ruas paling ujung agak kaku, tetap mentul-mentul di panjang 360 cm ini.
5. Handle terlalu kecil kurang nyaman dipegang
Celakanya lagi handle atau pegangan tegek kolong ini hanya berdiameter 19 mm (hampir 2 cm). Yang terasa sangat kecil. Aku juga perlu jujur di sini, saat memegangnya dalam jangka waktu lama terasa tidak nyaman.
6. Balance yang tidak jelas
Seharusnya, tegek kolong yang sudah kita pasang dengan reel spinning, mampu seimbang saat dua-tiga ruas tumpuan berada di tanah. Tetapi ini tidak. Aku harus menaruh setidaknya empat ruas di tanah dulu agar tegek tidak jatuh setelah melepaskannya. Dengan kata lain, tegek ini lebih berat di depan. Istilahnya mbaluh.
7. Harga jual kembali yang hancur
Begitulah. Ini harus aku maklumi sendiri. Tegek yang tidak populer, tidak terkenal, tentu sangat jarang peminatnya. Karena itu pula, sesuai hukum permintaan dalam ekonomi, jatuh pada harga yang hancur. Tegek ini kujual bekas di harga Rp250 ribu dengan kondisi mulus seperti baru.
Tegek kolong Yoshikawa Advisor cocok untuk mancing apa?

Peruntukan tegek kolong Yoshikawa Advisor jelas bukan untuk mancing di sungai. Termasuk juga menurutku masih kurang cocok untuk mancing teknik glenderan atau enter-enter.
Joran tegek ini akan lebih pas untuk mancing di muara yang membutuhkan jangkauan lemparan yang sangat jauh. Cocok juga untuk mancing di danau, waduk, dan semacamnya.
Target ikannya jangan kecil-kecil agar sensasi tarikan semakin terasa. Kau tidak perlu khawatir kalau dapat ikan bandeng seukuran betis, tegek ini akan memberikan sensasi yang luar biasa. Keuletan ruas dan bobotnya yang cukup lumayan, akan tuntas terbayarkan.
Bagaimana kalau mancing target nila dan lele? Bisa saja. Itu juga masuk akal untuk tegek yang notabene punya power medium-hard. Masalahnya adalah kondisi mentul-mentul yang tidak cepat kembali lurus seperti semula itu. Kau perlu memberi sentakan yang agak keras agar kail hook up sempurna.
Kita di sini terlalu sering menggunakan bahasa mentul-mentul. Kalau menggunakan bahasa universal, itu merupakan slow action. Sehingga, tegek ini memiliki power medium-hard dengan action slow.
Dari review di toko online aku melihat banyak yang salah menganggapnya sebagai tegek letur. Padahal tidak lentur. Hanya saja memang action-nya yang slow --tidak cepat kembali ke kondisi lurus.
Apakah tegek kolong pabrikan Yoshikawa Advisor ini layak?

Jika kamu tidak membutuhkan uang cepat untuk membeli tegek kolong yang lebih nyaman, tetap layak untuk kamu simpan dalam jangka waktu tak terbatas.
Aku sudah menjualnya, jadi...
Alternatif lain jika ingin tegek kolong 360 cm
Pilihan lain yang bisa aku tawarkan dengan mempertimbangkan kebiasaan mancing di Indonesia adalah melakukan custom tegek kolong dari tegek cutit sendiri. Itu pilihan yang paling masuk akal. Tidak ada joran kolong pabrikan yang mampu memenuhi hasrat dan keinginan kita yang begitu spesifik ini.
Dengan melakukan custom sendiri, kamu bisa:
- Memilih tegek yang paling ringan di tangan (barangkali juga di dompet);
- Memilih ring guide dengan bebas untuk setiap ruasnya;
- Mau menambah kolong jalan pun juga bisa;
- Bebas pakai ring ceramic maupun aluminium (ring WD) untuk lempar jauh;
- Lebih bisa kita terima untuk teknik mancing apa pun, baik pelampungan, dasaran, atau glenderan;
- Custom handle suka-suka, atau tetap pakai handle tegek dengan hanya menambah reel seat Jinbo S6;
- Memilih benang lilit dengan warna sesuai keinginan;
- Bahkan, sampai action dan powernya pun bisa kita request ingin seperti apa;
- Kalau perlu, kita bisa rombak seluruhnya, mengubahnya joran yang benar-benar berbeda dengan menambah stiker dari merek-merek mahal;
- Dan semua kustomisasi joran tegek lainnya.
Tegek itu bisa berubah menjadi joran apa pun yang kita inginkan. Dengan tetap memberi kenyamanan serta pemenuhan hasrat paling mantap.
Nah, setelah semuanya dan sampai di sini, itulah review joran tegek kolong pabrikan Yoshikawa Advisor dengan sejujur-jujurnya dan sebebas-bebasnya sesuai dengan pengalamanku.
Punya pengalaman sendiri pakai tegek ini? Jangan ragu untuk menulis di kolom komentar.
Siapa tahu kita memiliki pandangan yang berbeda terkait joran ini.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi