Cara mancing ikan nilem (monto) di sungai
Catatan ini akan khusus membahas cara mancing ikan nilem.
Aku tidak tahu di daerahmu, tetapi di daerahku sini ikan nilem ada di sungai irigasi sawah, sungai utama yang lebih besar, hingga bekas galian pasir (galpas).
Ikan nilem punya nama lain ikan monto, juga ikan melem. Temanku menyebutnya sebagai ikan wader ijo. Semua nama itu merujuk pada satu jenis ikan dengan nama ilmiah Osteochilus vittatus.
Barangkali aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar terkait hal teknis ikan itu. Intinya ini iwak ikan. Ikan yang gurih tetapi dengan duri yang sangat banyak seperti tawes dan bader.
Bentuknya menyerupai ikan brek, hanya saja tidak memiliki corak warna merah. Serta bagian mulut ikan nilem itu menghadap ke bawah.
Baiklah, kira mulai dari sini saja.

Cara mancing ikan nilem (monto) di sungai
Biar lebih jelas alur pembahasannya, kita akan mulai dari alat pancing spesifik, umpan, dan beberapa hal teknis yang aku peroleh dari pengalaman dan perbincangan dengan pemancing lain.
Alat pancing ikan nilem
Idealnya, kita bisa pakai joran tegek custom neklin yang sudah cutom zoom dan setting lurus. Senar diameter 0.10 mm atau lebih kecil. Serta kail sode nomor 0.8 yang tipis tanpa lubang.
Tetapi, ada satu-dua hal yang membuat alat pancing nilem tidak terbatas pada sesuatu yang ideal saja.
1. Joran
Jika tidak pakai joran tegek kolong, ada banyak pilihan jenis joran pancing lainnya, seperti:
- Tegek cutit; bahkan
- Joran spinning.
Tidak ada batasan penggunaan joran. Kamu bisa pakai joran yang bagaimana saja dengan panjang antara 210 hingga 630 cm. Namun alangkah tepat jika kamu sesuaikan dengan teknik mancing nantinya.
2. Senar
Daripada joran, senar merupakan peranti yang lebih layak mendapat perhatianmu. Senar, harus berukuran kecil, maksimal 0.10 mm. Lebih kecil akan semakin bagus. Ini merupakan kepercayaan yang dipegang pemancing nilem di daerahku.
Jika ukuran senar 0.12 mm, itu sebenarnya masih bisa, tetapi lebih cocok untuk kondisi air yang agak keruh.
Sedang kalau air sungai bening atau berwaran hijau gelas, senar 0.10 mm atau lebih kecil tidak bisa ditawar.
3. Pelampung
Berikutnya, terkait dengan pelampung.
Ada yang pakai pelampung, ada yang tanpa pelampung.
Jika pakai umpan lumut batu (lumut watu), pelampung jepit dua kaki micro merupakan pilihannya.
Sedangkan kalau pakai umpan roti yang dilakukan dengan teknik nutul, jelas tidak perlu pakai pelampung.
Artinya, pelampung hanya kaupakai jika menggunakan umpan dan teknik tertentu saja. Secara umum, mancing nilem tidak pakai pelampung.
4. Timah
Selanjutnya, timah pemberat yang sama-sama memiliki kondisi tertentu.
Ukuran timah pemberat menyesuaikan teknik dan kondisi air sungai.
Gunakan timah berbentuk segitiga. Kalau tidak ada, bisa pakai timah berbentuk melinjo.
Ini menurutku sudah jelas dan tidak perlu aku jelaskan lebih lanjut.
5. Kail
Kail merupakan faktor yang sama pentingnya dengan senar. Harus mendapat perhatian lebih daripada peranti lain di atas tadi.
- Ukuran kail maksimal nomor 1, idealnya nomor 0.5;
- Jenis kail sode tanpa lubang, bisa juga akita kitsune yang juga tanpa lubang; dan
- Rangkaian engkel satu mata kail.
Rangkaian engkel itu penting untuk mancing nilem. Meski ada juga pemancing yang memaksa pakai rangkaian ombyok.
Sedangkan kalau kamu lebih nyaman pakai ombyok (banyak mata kail) tentu sah-sah saja. Tidak ada yang melarangnya. Itu preferensi masing-masing.
Dan bagiku, engkel satu mata kail adalah rangkaian mancing paling jantan.
Umpan ikan nilem
Soal umpan ikan nilem atau monto ini sebenarnya ada sangat banyak. Akan kutulis 10 yang paling mudah dan paling banyak digunakan pemancing saja.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu menambah campuran aneh-aneh seperti essense. Soalnya, nilem itu pemakan segala (omnivora) yang cenderung suka sayuran.
Langsung saja, berikut daftar ikan nilem tersebut.
1. Roti
Pertama, merupakan umpan yang paling populer terutama untuk teknik mancing nutul nilem. Apalagi kalau bukan roti. Kita bisa pakai roti Klik maupun umpan bubuk siap pakai dari Rasbora dan Tanago. Sangat simpel dan sederhana, tinggal menambah air, memasang ke kail, dan melempar ke sungai.
Selain roti, alternatif lainnya dengan pelet. Spot mancing nilem di bekas galpas sini entah kenapa lebih suka pelet ikan (yang dihaluskan) daripada roti.
2. Lumut batu
Berikutnya, lumut batu. Pemancing di daerahku sini untuk menarget nilem sungai cenderung suka pakai lumut batu. Umpan ini menurut pengakuan mereka fleksibel, kalau tidak dapat nilem, masih punya peluang dapat tawes, bader, atau beteman.
Suatu ketika pernah ada yang dapat ikan patin pakai umpan lumut. Sah masuk mulut. Kejadian ganjil dan tidak umum seperti itu sering terjadi saat mancing ikan.
3. Tahu mentah
Tahu mentah dengan cara memotongnya dadu kecil-kecil seukuran dengan kail nomo 0.5. Kalau ternyata tahu tersebut gampang hancur, kurangi dulu kadar airnya dengan menekan pakai pemberat setelah membalut tahu dengan beberapa lapis kertas koran bekas. Sebab, ada banyak jenis tahu, ada yang alot, ada juga yang gampang hancur.
4. Tempe mentah
Selanjutnya, tempe mentah juga menjadi salah satu umpan andalan untuk mancing nilem. Jika pakai tempe, kebanyakan akan pakai rangkaian ombyok antara 2-4 mata kail. Bukan ombyok yang sampai 10 mata kail.
Model ombyoknya satu senar, satu kail di atas dan satunya lagi di bawah. Lalu, tempe mentah yang sudah dihaluskan itu dilekatkan ke rangkaian itu.
Seperti umpan tahu, pakai tempe pun tidak perlu campuran apa-apa. Kita pakai yang alami-alami saja karena memang sudah terbukti bisa mengail nilem dengan sempurna.
Selain nilem, umpan ini akan dimakan juga oleh ikan sungai lainnya seperti wader dan garitel (kalau di sungai itu ada ikannya).
5. Maggot
Aku juga perlu memasukkan maggot BSF ke dalam daftar umpan nilem ini. Sebab, aku sendiri sempat menggunakan maggot lalu dapat nilem. Bukan tergolong umpan yang paling bisa diandalkan, tetapi lihatlah bahwa nilem juga mau dengan maggot.
6. Cacing wangi
Apa itu cacing wangi? Sebenarnya ini merupakan majas ironi yang bermakna sebaliknya --sama dengan usus wangi yang merujuk pada usus bacem atau usus busuk setelah didiamkan beberapa hari.
Cacing wangi punya ukuran kecil berwarna merah, sering kita temukan di pembuangan kandang sapi. Aromanya lebih amis daripada cacing merah umumnya.
Nilem doyan dengan umpan ini, apalagi uceng. Uceng dan cacing wangi kecil dengan dua mata kail, merupakan kombo untuk mancing ngomset.
7. Sayur
Meski pemakan segala (omnivora), ikan nilem punya kecenderungan makan sayur. Kita bisa pakai sayur seperti:
- Kangkung;
- Sawi; atau
- Daun pepaya.
Kangkung dan sawi perlu kita rebus sebentar. Sedangkan untuk daun pepaya langsung geprek atau tumbuk sampai hancur kasar.
8. Nasi
Jarang ada yang membahasnya. Padahal ini umpan yang paling mudah kita temukan. Nasi. Yang juga merupakan makanan kita sehari-hari.
Seperti model mancing childhood kita zaman dulu. Cukup mengambil satu-dua butir nasi, memasangnya ke kail, dan melempar ke sarang ikan nilem.
9. Rangas
Rangas atau rayap menurutku umpan yang paling mahal di antara semua umpan ikan nilem yang sudah kita bahas di atas. Satu kotak kecil harganya sekitar Rp12 ribu.
Cara pasang umpan ini mudah, 1 ekor untuk 1 kail. Teksturnya empuk penuh protein. Aroma rangas itu khas, agak bau-bau aneh yang sengak, yang justru karena aroma itu mengundang ikan nilem (dan ikan sungai lainnya) untuk memakannya.
10. Laron
Terakhir, adalah umpan yang akan lebih mudah kita jumpai sewaktu musim hujan. Ikan pun juga tahu dengan cara yang ganjil kalau sedang musim hujan maka ada laron.
Cara pasang laron sebagai umpan mancing di sungai sama saja dengan rangas, 1 ekor untuk 1 kail.
Teknik mancing ikan nilem
Setelah alat pancing dan umpan ikan nilem semuanya jelas. Masuk ke bagian yang lebih spesifik, yaitu tentang teknik mancing. Bagian ini singkat saja, soalnya hanya ada tiga (3) teknik paling umum.
- Pelampungan;
- Glenderan angon kumbul; dan
- Dasaran nutul.
Bebas mau pakai yang mana. Tetapi kalau normalnya, kita pakai pelampungan jika mancing di sungai tanpa arus atau arus kecil. Sedang kalau sungainya berarus deras, bisa pakai teknik dasaran nutul maupun glenderan angon kumbul sesuai jenis umpan yang kita gunakan.
Ikan nilem sejatinya merupakan ikan yang gampang menyambar umpan. Hanya saja, spot yang sudah tereksploitasi gila-gilaan membuat ikan-ikan putus asa. Sebagaimana manusia yang putus asa, ikan-ikan juga mogok makan.
Tips mancing ikan nilem (monto) di sungai
Ikan nilem merupakan ikan perenang cepat yang tarikannya mantap. Sama seperti hampala, wader, dan merah ganting. Tubuhnya mirip torpedo (kamu tidak perlu melihat sesuatu di bawah pusar), maksudku torpedo betulan, bukan yang itu.
Nah, khusus bagian ini sebenarnya bisa kamu abaikan.
Sebab, bagaimana kamu bisa mempercayai tips mancing dari seorang pemancing yang boncosan?
Sebagai Ketua Mancing Boncos Indonesia, sebenarnya aku tahu lebih banyak teknis karena sering melakukan uji coba di spot mancing langsung. Jika tips ini bermanfaat, bolehlah kau ambil untukmu.
1. Mepet pinggir
Ini kondisi nyata di daerahku, bahwa ikan nilem cenderung lebih suka berdiam di pinggiran sungai karena di sana ada banyak batu-batu dari tembok sungai yang ambrol.
Kalau sungai di daerahmu temboknya juga ambrol, kemungkinan ikan nilem juga menjadikannya sebagai tempat persembunyian.
2. Tidak berisik
Aku tidak melarangmu untuk tidak bernapas, karena itu bisa mengakibatkan kematian. Cukup jangan berisik; jangan banyak bicara dan banyak bergerak. Apalagi kalau titik lemparmu di sungai berada tepat di bawah tempat dudukmu sekarang. Ikan nilem itu penakut dan sensitif, dia akan memilih menjauh daripada harus mengambil risiko bertemu dengan manusia.
Ya, begitulah kita di mata para ikan: seram dan mengerikan.
3. Pindah spot
Pindahlah ke spot yang potensial. Misalnya melipir pagi di Jogja, siang di Temanggung, lalu sore balik ke Magelang. Jawa Tengah masih banyak spot nilem babon. Terbukti dari banyaknya video yang beredar di media sosial dari para konten kreator mancing nilem.
Kalau daerahmu sama dengan daerahku yang mana ikan nilem itu cukup sulit. Kita bisa kompromi dengan ikan yang ada saja sambil misuh-misuh karena ekosistem sungai disasak tukang setrum.
Akhir kata
Setelah semuanya, dan sampai di bagian terakhir ini, seharusnya kita sudah sama-sama memahami cara mancing ikan nilem secara dasar. Dan untukku, ini merupakan catatan agar caranya tidak terlupa.
Ada cukup banyak pembicaraan dengan sesama pemancing di spot mancing yang terlanjur kulupa lantaran tidak sempat kutulis.
Kupikir rum.web.id bisa menjadi blog sederhana untuk membagikan informasi dalam pembicaraan semacam itu kepada khalayak yang lebih luas agar memberi manfaat lebih banyak.
Dan, tentu saja, kalau kamu menemukan ada kekeliruan informasi atau sekadar ingin melengkapi, bolehlah tinggalkan itu di kolom komentar.
Baiklah, sekian dulu. Salam.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi