Teknik mancing mecut, apa dan bagaimana itu?

Catatan ini akan membahas semua hal (semoga tidak ada yang terlewat) tentang teknik mancing mecut.

Dan sebagai pembukaan, mari kita awali dengan sebuah fakta:

Mancing mecut memang teknik tradisional yang berkembang di Indonesia. Tetapi memiliki irisan dengan whip casting dalam cara melakukannya.

Dan sebuah fakta lainnya, bahwa mecut dalam hal memancing ikan erat kaitannya dengan tujuan ngomset.

Nah, sebelum makin melebar, kita dapat mengenal istilah-istilah tersebut lebih dulu biar artikel ini dapat kamu terima.

Umpan mancing mecut paling mudah


Istilah dalam teknik mancing mecut

Kita berkenalan dengan teknik memancing ikan ini dengan cara baik-baik. Ya, seperti seorang pemancing yang menjabat tangan pemancing lain yang sudah lebih dulu datang, kemudian menawari sebat sebelum berbincang penuh kehangatan.

1. Definisi

Apa itu mancing mecut?

Kita bebas mendefinisikannya apa pun. Tetapi definisi yang --menurut pemancing amateur ini-- paling mendekati adalah ini:

Mancing mecut adalah teknik mancing tanpa pelampung dan timah pemberat yang dilakukan dengan mengayunkan joran tegek seperti cambuk menggunakan senar tipis dan pendek agar memunculkan percikan kecil. Tujuannya agar umpan menyerupai makanan alami ikan target yang jatuh ke permukaan air.

Sepakat?

Sepakat, lah! Aku sudah menyusun kalimat dengan cukup baik di sini.

2. Tujuan

Kita mesti jujur dan terus terang, bahwa tujuan mancing mecut adalah ngomset.

Apa itu mancing ngomset?

Dalam artian sederhana, ngomset adalah memancing untuk tujuan mencari ikan sebanyak-banyaknya.

Kita bisa menggabungkannya dengan nama ikan target, misalnya:

  • Ngomset wader, yang berarti mancing ikan wader sebanyak-banyaknya; atau
  • Ngomset beteman, yang berarti mancing ikan beteman/merah ganting/pipi merah/brek sebanyak-banyaknya.

3. Peranti

Sedang apa itu peranti?

Peranti (bentuk tidak baku: piranti) adalah alat atau perkakas untuk membantu mempermudah suatu pekerjaan.

Dalam hal ini berarti semua alat untuk membantu memancing ikan dengan teknik mancing mecut.

Setelah sepakat dengan definisi tersebut, mari lanjut ke bagian berikutnya.


Peranti mancing mecut yang ideal

Lagi-lagi, mesti aku masukkan kata ideal. Sebab, sejatinya kaubisa mancing mecut dengan peranti pancing apa pun.

1. Joran pancing

Joran pancing yang ideal tentu saja joran tegek.

Meski kaubisa pakai joran telescopic hingga joran bambu yang lentur sekali pun. Tetapi, itu akan mengurangi kenyamanan saat mengayunkan joran seperti pecut.

Action joran yang ideal adalah medium. Tidak terlalu kaku, tetapi jangan yang slow action.

Contohnya yang ideal seperti Oregon Rawit atau Yehang. Bukan yang kaku seperti Oregon Silincah, atau yang terlalu lentur seperti Orca Fortuna.

Sedangkan untuk panjangnya relatif. Umumnya cukup 210, 240, 270, dan 300 saja. Di atasnya sudah kurang pas untuk mecut dalam jangka waktu lama.

2. Senar pancing

Kedua, yaitu senar. Ini memegang peran yang sangat penting. Ukuran senar yang benar-benar ideal adalah monoline 0.10 mm.

Tidak ada yang bisa kubahas terlalu banyak di sini. Kauboleh pakai senar murah mana pun asal diameternya benar-benar itu.

3. Pelampung pancing

Tidak pakai pelampung sama sekali.

Pelampung dalam teknik mecut hanya akan mereduksi percikan air. Mengalihkan perhatian ikan yang bisa jadi pelampungmu yang malah disambar.

4. Timah pemberat

Tidak pakai timah pemberat sama sekali.

Sama seperti pelampung, timah juga hanya akan menyamarkan umpan. Sebab, saat mengayunkan ke titik spot akan muncul dua percikan air.

5. Kail pancing

Penting. Kail harus yang tipis dan tajam. Kalau bisa yang baru. Kita bermain kecepatan dan sensitivitas di sini.

  • Tipe sode tanpa lubang
  • Nomor 2

Rekomendasi: aku biasanya pakai kail carbon Jepang tipe 1022 nomor 2. Harganya lumayan, sih, sekitar Rp12 ribu.

Tetapi untuk jaga-jaga, kaubisa bawa kail nomor 2, 1, dan 0.8 biar makin lengkap.

Lihat gambar berikut.

Kail untuk mancing mecut


Umpan mancing mecut yang banyak digunakan

Berikutnya, lanjut ke umpan. Ada cukup banyak umpan, tetapi beberapa yang sering dipakai (termasuk yang kupakai), antara lain sebagai berikut.

1. Uler kandang

Beli Rp3.000 saja di toko pakan burung, itu sudah cukup untuk mancing setengah hari. Umpan ini berlaku universal untuk semua target mancing mecut kita.

1 kail cukup kita pasang 1 atau 2 umpan. Sedang untuk taburan atau sawuran pakai sejumput kecil saja.

2. Ceremende

Ceremende menjadi umpan kalau targetnya berukuran besar. Bukan lagi wader-waderan yang mana umpan tidak akan langsung masuk ke mulut. Umpan ceremende tersedia umum di toko pancing terdekat.

3. Maggot BSF

Alternatif lain adalah maggot BSF untuk menarget ikan yang benar-benar brutal, contohnya tawes atau bader abang ukuran sedang sampai besar.

Di antara ketiga umpan tersebut, uler kandang menjadi primadona karena bisa untuk ikan kecil sampai besar.


Target ikan mancing mecut di Indonesia

Sedangkan untuk target ikan, mencangkup ikan yang mau menyambar umpan di permukaan atau yang tenggelam sedikit. Beberapa di antaranya, sebagai berikut.

  1. Wader pari dan wader cakul;
  2. Merah ganting/pipi merah;
  3. Bader abang;
  4. Tawes; dan
  5. Hampala.

Kalau umpanmu disambar ikan hampala, entah harus kita katakan beruntung atau sial.

Apakah ikan hampala akan menyambar umpan uler kandang? Tidak. Itu hampir mustahil.

Tetapi maksudku begini. Uler kandang akan mengumpulkan ikan wader yang merupakan makanan alami predator ompong itu. Nah, saat menyambar wader ada kemungkinan dia tidak sengaja menenggak umpan uler kandangmu juga. Jadilah kaudapat hampala dengan peranti pancing micro itu.


Tips mancing mecut untuk tujuan murni ngomset

Penting! Mancing mecut agak berbeda dengan microfishing dalam hal tujuan memancing. Sebab, tidak semua microfishing itu cari ikan. Meski mecut juga masih tergolong sebagai bagian microfishing karena menggunakan peranti micro dengan target ikan micro pula.

Tips berikut ini berlandaskan pengalaman semata.

1. Joran tegek ruas medium

Menurutku, joran tegek dengan ruas medium (sekitar 50 sampai 70 cm) akan lebih enak daripada ruas pendek. Sebab, mancing mecut cenderung tarik-ulur ruas joran. Misalnya saat mau memasang umpan dan ketika mendapat ikan.

2. Senar tipis 1/3 panjang tegek

Jadi, misalkan kaupakai tegek dengan panjang 240 cm, maka panjang senar yang ideal adalah 80 cm. Ini bukan aturan baku yang mutlak, cuma biar enak saat melakukan mecut. Yaitu ketika menarik ke atas, joran tidak perlu terlalu bermanuver terlalu tinggi.

Selain itu, titik lempar teknik mancing mecut itu tepat di bawah ujung joran. Jadi, tidak membutuhkan senar yang terlalu panjang. Ini soal efisiensi dan efektivitas saja, sih.

Kalau mau senar 1/2 panjang tegek pun tidak masalah.

3. Kail tipis dan tajam

Jika kail sudah dirasa kurang tajam, tidak perlu berpikir panjang, langsung ganti kail dan senarnya juga. Hanya mengganti kail akan membuat senar semakin pendek lagi.

4. Menabur umpan sedikit demi sedikit

Berikutnya, kita menabur atau menyawur umpan itu tujuannya agar ikan berkumpul di titik lempar di bawah ujung joran; bukan agar ikannya kenyang dulu.

Jadi, saat menabur umpan sedikit demi sedikit saja. Bikin ikan penasaran!

Lokasi menabur juga perlu kamu sesuaikan dengan kondisi air.

Misalnya begini, jika spot mancingmu ada arus, maka tabur agak ke arah hulu. Sehingga ikan akan menyambar pas di depanmu setelah umpan taburan terbawa arus.

Sedangkan kalau spot tidak ada arus. Tabur saja tepat di depanmu.

5. Tidak perlu menunggu umpan dimakan

Aku dulu sering melakukannya, dan diingatkan oleh seorang teman yang mengabdikan nyaris seluruh aktivitas memancingnya untuk mancing mecut.

Bahwa, kita sama sekali tidak perlu menunggu umpan dimakan dulu!

Tepat setelah umpan membuat percikan di air, langsung tarik joran tegek. Dan saat itu pula, lempar kembali ke air lagi.

Nanti ujung joranmu akan membuat pola seperti simbol infiniti yang mirip angka 8 itu kalau sudah menemukan irama lemparan mancing mecut. Simbol ini (∞).

6. Mencari spot minim sangkutan

Tips selanjutnya dengan mencari tempat senyaman mungkin, yang banyak ikannya, yang teduh, dan yang minim sangkutan di atasmu.

Mancing mecut merupakan model micro yang lebih sederhana dari fly fishing dan tenkara. Namun, menggunakan live bait alias umpan hidup. Serta, kita tidak perlu menelusuri ke arah hulu sungai stream untuk melakukannya.

Cukup duduk di spot yang paling nyaman, mengundang ikan untuk datang ke titik itu dengan menaburkan umpan.

7. Tidak perlu mengulur joran sampai rapat

Berikutnya, yaitu kita tidak perlu mengulur joran sampai rapat seperti saat memancing pada umumnya. Sebab, saat mengayunkan joran tegek, setiap ruas akan rapat dengan sendirinya karena gaya fisika.

Anjirlah, mancing pun juga memanfaatkan fisika, lho! Einstein akan menangis di alam baka lantaran belum sempat meneliti bahwa fisika juga dipakai dalam hal sesederhana memancing ikan.


Perbedaan mancing mecut dengan mancing nyeret

Hampir sama. Namun ada beberapa perbedaan penting dalam kedua teknik mancing tersebut. Di mana mancing nyeret dilakukan dengan menyeret umpan yang sudah benar-benar masuk ke dalam air.

Lihat tabel berikut.

Mancing mecut Mancing nyeret
Tanpa pelampung dan timah sama sekali. Bisa pakai pelampung, bisa juga tidak. Tetapi pasti pakai timah pemberat, dan ukurannya seringkali besar.
Senar rata-rata hanya 1/3 panjang tegek. Senar sepanjang joran tegek, bisa juga lebih panjang sedikit.
Aksi dilakukan di permukaan air. Aksi dilakukan di dalam air, mengikuti arus atau melawannya.
Seperti sedang menggunakan pecut atau cambuk. Seperti sedang menyeret joran dengan pelan ke arah hulu atau hilir.
Hanya pakai umpan uler kandang, ceremende, atau maggot BSF saja. Bisa pakai umpan lain, seperti mata jagung, jagung, roti Klik, Rasbora, Tanago, bahkan potongan ikan wader.
Aktif mecut terus tanpa henti. Lebih ada waktu luang, kaubisa menyalakan sebat saat melakukan seretan.
Pas untuk ikan yang mau menyambar umpan ke permukaan. Pas untuk ikan yang berkumpul di dasar dan kelaparan.
Targetnya wader, merah ganting, tawes, dan bader abang. Targetnya bisa juga keting/ndaringan, ikan gabus, ikan lele, dan lebih banyak ikan sungai yang lainnya.
Fokus untuk mancing ngomset. Ngomset juga, tetapi tidak sebrutal mancing mecut.
Bisa main kasar bahkan dengan menutup mata. Perlu sensitivitas dan kepekaan meraskaan ikan makan.

Ada lagi? Kupikir beberapa hal di atas sudah cukup menjelaskan perbedaan antara mancing mecut dan mancing nyeret (seretan).


Akhir kata

Akhirnya, aku juga mau menyampaikan kalau sebenarnya mancing mecut itu sebuah teknik yang lumayan fleksibel.

Begini, jika ikan di spot tersebut besar-besar tetapi tidak mau menyambar umpan di permukaan air, sedangkan kamu karena satu-dua alasan enggan untuk pindah cari spot mancing lain. Maka, kamu bisa rombak yang semula hanya membuat percikan di air menjadi tenggelam ke dasar dengan perlahan.

Mancing mecut sampai tenggelam

Gambar merah ganting purba itu merupakan contoh yang sudah aku terapkan teknik mecut yang tenggelam ke dasar dengan perlahan itu.

Kita perlu:

  • Menambah sedikit timah lipat;
  • Menambah pelampung busa micro;
  • Jarak pelampung dan timah kira-kira hanya dua jengkal, sedangkan jarak timah dan kail sangat-sangat panjang, sisa senarnya sesuai kedalaman air.

Kalau tidak pakai timah juga tidak masalah. Asal umpan kita benar-benar mau tenggelam ke air.

Dan jika kita sudah merombak teknik mancing mecut dengan model seperti itu. Maka ada masanya menunggu.

Kita perlu menunggu ikan menyambar dan membawa umpan ditandai dengan pelampung yang tenggelam. Ikan merah ganting akan membawanya dengan brutal. Sangat cepat dan lumayan mengagetkan.

Jadi, salah satu keterampilan yang harus dimiliki pemancing adalah adaptasi. Ini penting. Siapa tahu kita menemukan cara baru tanpa melalui petunjuk umum yang ternyata lebih sesuai dengan gaya mancing kita.

Baiklah, setelah semuanya, kiranya aku boleh mengakhiri sampai di sini dulu. Salam.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi