Mancing mecut pakai tegek kolong, apakah enak?

Mancing mecut atau mancing njaran, sebagaimana yang sudah kita bahas sebelumnya, dilakukan dengan cara mengayunkan tegek seperti cambuk/pecut dengan menggunakan peranti khusus.

Dalam catatan ini, kuanggap kita sudah sama-sama memahami dasar teknik mancing tersebut.

Jadi, langsung saja menjawab pertanyaan terkait apakah mancing mecut pakai tegek custom kolong (khususnya neklin) itu tetap enak serta memberi kenyamanan?

Mancing mecut pakai tegek custom kolong, apakah enak


Apakah mancing mecut pakai tegek custom kolong itu enak?

Tidak.

Teknik mecut yang kita lakukan pakai tegek custom kolong (entah jenis kolong apa pun) itu tidak enak sama sekali. Aku sudah mencobanya. Ada beberapa alasan yang dapat aku jelaskan lebih panjang.

1. Senar terlilit di kolongan

Pertama, senar akan sering (sangat sering) terlilit di kolongan tegek. Ini merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari.

Sehingga kalau memaksa pakai tegek kolong, harus kompromi dengan membenahi kusut dan lilitan senar di kolongan setiap kali mau lempar umpan.

Hampir selalu terjadi setiap lemparan. Itu rumit. Dan menurutku, alasan ini saja seharusnya sudah cukup kuat untuk membuat kamu berpikir ulang jika ingin menggunakan tegek kolong untuk mancing teknik mecut.

2. Tidak nyaman (iwuh)

Kedua, yaitu tidak nyaman karena tegek kolong memiliki reel tokos di bagian bawahnya. Itu cukup mengganggu kalau-kalau melakukan ritme lemparan yang membuat angka 8 saat mancing mecut.

Pun kalau kita lepas reel tersebut, kita akan kembali ke alasan pertama yang sudah terlanjur kuat.

3. Zoom melorot

Dari alasan satu dan dua, tidak perlu lagi sebenarnya alasan berikutnya. Tetapi aku kepikiran untuk menulisnya saja.

Tegek kolong, misalnya yang kupakai MSW 360 yang jelas-jelas terlalu panjang untuk teknik mecut. Ruasnya tidak akan aku keluarkan semua.

Setidaknya ada lima (5) ruas yang tetap tersarung di tegek. Ketika mecut, zoom system tidak mampu untuk menahan. Mengakibatkan ruas itu tersarung, tegek tiba-tiba memanjang sendiri, pada akhirnya kita yang kerepotan.


Apakah teknik mecut bisa pakai tegek kolong?

Kalau pertanyaannya kita ubah menjadi demikian, apakah teknik mecut bisa pakai tegek kolong?

Bisa.

Kamu bisa pakai tegek kolong, joran spinning, joran baitcasting, dan joran lainnya asal mau kompromi dengan segala bentuk kerumitan dan keribetan yang niscaya akan kamu hadapi.

Pakai joran sambung, misalnya, kita harus kompromi meletakkan joran lebih dulu lalu mengambil ujung senar yang pendek itu hanya untuk melepas ikan atau memasang umpan. Atau, pakai joran tradisional seperti joran bambu bekas alat ukur mayit --yang konon akan lebih mudah dapat ikan. Kau akan mengalami keribetan yang sama.

Serius. Kerepotannya tidak sebanding dengan proses mancingnya. Yang justru hanya akan mengurangi kenyamanan saat memancing ikan.


Tegek, satu-satunya joran pancing yang cocok untuk mancing mecut

Tegek menjadi satu-satunya joran pancing yang masuk akal kita gunakan untuk mancing teknik mecut. Lain tidak.

Sebab, joran tegek cutit memiliki:

  • Fleksibilitas bisa memanjangkan dan/atau memendekkan joran dengan mudah;
  • Ruas bersih tanpa kolongan yang membuat senar bisa berputar-putar tanpa menyangkut saat memecut; dan
  • Pilihan kelenturan yang beragam.

Hingga saat catatan ini kutulis, aku belum menemukan jenis joran lain yang melebihi --atau setidaknya setara-- untuk mancing mecut daripada tegek.

Kalau kamu memiliki pandangan lain, bolehlah bisikkan itu di kolom komentar di bawah.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi