Cara mancing ikan betik (betok) di sungai paling mudah

Aku sebenarnya ragu, apakah perlu menulis catatan tentang cara mancing ikan betik ini. Soalnya, memancingnya bagaimana pun tetap mudah. Kamu bisa mancing ikan ini dengan cara old school; pakai joran bambu dan umpan cacing. Ikan akan tetap makan.

Ikan betik merupakan salah satu ikan paling galak di sungai. Galaknya menyerupai bini.

Baiklah, berhubung sudah terlanjur, mari kita berenang sekalian.

Ikan betok atau betik memiliki nama ilmiah Anabas testudineus. Itu tidak terlalu penting untuk kita ketahui. Sebab, kita tidak akan mengingat nama ilmiah ikan-ikan tangkapan.

Sebuah fakta, bahwa ikan betok punya semacam alat pernapasan khusus berupa labirin yang terletak di bagian atas rongga insang untuk mengambil oksigen langsung dari udara bebas.

Makanya, ikan betok itu sangat tahan. Punya daya hidup yang sangat tinggi. Jauh lebih tinggi daripada ikan wader dan sejenisnya.

Sampai sekarang aku masih menganggap kalau ikan betok adalah hasil hubungan gelap antara ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) dengan ikan nila (Oreochromis niloticus). Ikan betok mewarisi kulit baja sapu-sapu, dan tubuh nila.

Dan satu hal lagi, yang mungkin saja menjadi satu-satunya hal yang penting dalam catatan ini, bahwa jangan pernah memegang ikan betok dengan keraguan. Kamu harus mencengkeramnya penuh keyakinan. Soalnya, sisik bagian insang sudah mirip dengan pisau yang keras dan tajam. Belum lagi sisik sirip atas yang merupakan lintasan duri penembus daging.


Cara mancing ikan betik (betok) di sungai

Cara mancing ikan betik (betok) di sungai yang paling mudah

Yakin! Siapa pun bisa memancing ikan betok. Jadi, betapa omong kosong orang di luar sana kalau ada yang mengatakan cara mancing ikan betok harus ini dan itu.

Tidak ada hal yang perlu kamu perhatikan. Kalau pun ada, itu merupakan satu ini: pastikan di sungai itu memang ada ikan betoknya.

1. Memastikan sungai tersebut memang ada ikan betok

Lalu, bagaimana cara memastikan di sungai ada ikan betok? Tentu saja dengan cara memancingnya.

"Aduh, aku jadi bingung!"

"Bingung karena kamu memikirkannya. Padahal, kamu cukup berangkat ke sungai itu dan mencobanya."

"Benar juga, ya."

"Tentu saja!"

2. Mancing santai dan menikmati prosesnya

Aku akan menambah bagian ini dengan menyarankan kepadamu untuk mancing dengan santai saja. Sembari menikmati setiap prosesnya. Meski salah satu prosesnya barangkali harus tertancap duri dari sisik keras keparat ikan betok.

Ada cukup banyak cerita dari masa lalu yang sekarang cukup menyenangkan saat dikenang. Dulu, sekitar 2016, setiap hari aku mancing di sungai irigasi sawah sebelah sebuah kampus.

Ikan betok begitu melimpah di sana. Dari yang berukuran dua jari (anakan) hingga enam jari (purba). Benar-benar enam jari, satu jengkal! Orang-orang sekitar sana enggan memancing dan memasak betok karena... alasannya kamu pasti tahu. Sisik yang keras keparat.

Nyatanya benar saja. Setiap kali membersihkan ikan betok hasil pancingan, tanganku selalu tergores bagian tajam sisiknya. Karena hal itu pula, aku dan teman-temanku saat itu sepakat kalau mendapat ikan betok di atas 3 jari akan dilepas kembali.

Kita hanya akan mengambil ikan betok berukuran anakan yang kecil-kecil, memotong kepalanya, membuangnya, lalu menggoreng sisanya sampai benar-benar kering. Hasil gorengan itu lantas diulek bersama sambal. Jadilah sambal betok yang merupakan modifikasi dari sambal teri.


Hal yang boleh kamu lakukan saat mancing ikan betok di sungai

Mari kita kupas aturan omong kosong tentang cara mancing ikan betik (betok) itu. Yang ternyata sangat bebas, hampir tidak ada aturannya. Informasi dalam catatan ini seluruhnya berasal dari pengalaman pribadi.

1. Boleh pakai kail agak besar

Pertama, kamu boleh pakai kail yang berukuran agak besar. Misalnya, untuk mancing wader umumnya pakai kail nomor 1 atau 2. Sedangkan untuk mancing betok, kail nomor 5 (tipe sama) pun masih bisa dapat ikan betok seukuran wader!

Aneh bin ajaib! Benar-benar ukuran kail itu lebih besar daripada cangkemnya betok. Tetapi itu nyata.

Informasi itu kuperoleh dari perkataan seorang pemancing tua, bahwa kail yang kupakai terlalu kecil untuk ikan betok. Aih, begitulah, berbicara dengan orang lain pun harus mengosongkan cangkir lebih dulu.

2. Bisa pakai umpan apa saja

Kedua, mancing ikan betok bisa pakai umpan apa saja. Entah itu umpan hidup maupun racikan. Entah di daerahmu, tetapi di sini pakai segala jenis umpan tetap mendapat sambaran.

  • Cacing
  • Jangkrik
  • Roti
  • Kreco
  • Yuyu santan
  • Sayuran
  • dan lain sebagainya

Sebenarnya, aku tidak perlu menuliskan daftarnya. Sebab sudah jelas, umpan apa saja mencangkup segalanya.

3. Bebas lempar pinggir dan tengah

Selanjutnya, barangkali kamu pernah dengar kalau ikan betok hanya ada di pinggiran. Itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak benar-benar amat.

Ikan betok memang cenderung berada di perairan yang dangkal, sedang perairan yang dangkal kebanyakan berada di pinggiran. Tetapi, betok yang berukuran babon justru lebih suka mencari makan di perairan yang lebih dalam, itu di tengah sungai.

Ikan itu cari tempat nyaman. Kalau di pinggiran ternyata ada rumpun persembunyian dari tanaman, kebanyakan dari mereka akan berada di sana.

Tetapi kalau cuaca sedang terik dan tidak ada persembunyian, mereka akan mencari perairan dalam karena suhunya lebih dingin. Manusia pun juga begitu. Saat sumuk akan mencoba mencari tempat teduh, menyalakan kipas angin, atau rebahan di lantai yang lebih dingin.

Artinya, kamu bebas mau lempar umpan ke titik lokasi pinggiran atau tengah sungai.

4. Kondisi air bagaimana pun bisa mancing

Semua kondisi air dan cuaca bisa mancing dengan umpan tetap dimakan.

Hilangkan anggapan ikan betok hanya makan saat pagi saja, siang saja, atau malam saja.

Ikan betok hanya makan saat mendapati umpan di depan congornya. Entah kondisi air sedang banjir maupun surut. Hujan lebat maupun panas ngentang-ngentang.

5. Berisik di spot mancing tidak masalah

Terakhir, yang tetap boleh kamu lakukan adalah berisik di spot mancing. Kalau ikan betok sudah memiliki tempat persembunyian dari tanaman, dia akan tetap berada di sana meski kamu yang berada di atasnya sedang karaoke.

Dia tidak seperti ikan nila yang sensitif, apalagi ikan merah ganting yang jauh lebih sensitif lagi dengan gerakan. Ikan merah ganting malahan akan langsung lari kalau melihat bayangan manusia. Seolah manusia adalah predator puncak yang menakutkan; meski ini agak benar juga, sih.

Betok selain memiliki fisik kuat, ternyata juga mental baja.


Akhir kata

Setelah semuanya, dari penjelasan panjang lebar di atas, satu-satunya cara mancing ikan betik (betok) adalah dengan berangkat ke sungai dan segera memancing.

Hilangkan semua aturan dan hal teknis omong kosong. Tidak ada yang perlu kamu perhatikan selain memastikan di spot mancing itu benar-benar ada ikan betoknya.

Betok menurutku adalah ikan yang paling mudah dipancing dengan cara apa pun di samping uceng dan wader.

Entahlah. Jika kamu kesulitan mancing ikan betok, apakah di daerahmu kondisinya berbeda?

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi