Mencatat orang asing

Orang asing itulah aku. Orang asing yang kedatangan titik-titik ketenangan dalam beberapa waktu yang janggal. Titik-titik yang bisa datang dan pergi kapan saja; sedang orang asing tidak akan gusar karenanya. Orang asing terhadap dunia yang aneh. Dunia tempat orang-orang asing menjalin keakraban dengan orang asing lainnya, tanpa pernah menyadari setiap satu-satu darinya adalah asing belaka. Orang asing akan selalu menjadi asing, tidak ada perkenalan yang cukup luhur untuk mengubah pengasingan menjadi pengenalan. Pengenalan yang selama ini kita sepakati hanyalah tahu nama. Tidak lebih. Banyak kurang. Orang asing tahu nama orang asing lain. Mereka terhubung untuk suatu urusan, terputus untuk lebih banyak urusan. Mereka bertemu untuk suatu kesepakatan, berpisah untuk lebih banyak kesepakatan. Orang asing memenuhi cakrawala dalam semesta pandangan mata. Sedang saat ini yang kupandang hanyalah cermin. Itulah sosok orang asing yang benar-benar asing; benar-benar dekat.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi