Mengenal herabuna fishing, mancing ikan hera Jepang
Herabuna fishing tidak lagi dianggap sekadar memancing, melainkan sudah menjadi seni. Secara sederhana, herabuna adalah memancing ikan herabuna, salah satu jenis ikan mas Jepang (Japanese crucian carp).
Sama seperti istilah di Indonesia, waderan berarti mancing wader atau nguceng berarti mancing uceng.
Kalau boleh dibandingkan, menurut saya kepopuleran herabuna sama dengan mancing nila. Hanya saja, ikan hera dianggap memiliki kekuatan yang tangguh ketiga fight dengan tegek herabuna.
Fakta tentang “herabuna” bahwa sebenarnya nama asli ikan ini adalah gengorobuna. Namun lebih akrab disebut herabuna, yang mana Hera dalam bahasa Jepang adalah spatula, merujuk pada ikan yang terlihat seperti spatula kalau dilihat dari atas.
Herabuna Fishing yang Populer di Jepang
Alasan kepopuleran teknik mancing herabuna bukan tanpa alasan. Dan, alasan yang paling umum adalah: ikan hera sangat mudah ditemukan di air tawar!
Lagi-lagi populer atau tidaknya teknik mancing tergantung pada kultur geografis masing-masing tempat.
Kalau di lokasi Anda banyak wader dan uceng, microfishing mungkin akan populer. Sedangkan kalau di lokasi Anda banyak nila, mancing nila sampai nyobok nila mungkin juga akan populer.
Di sisi lain, ikan hera cukup “rakus” (kalau di Indonesia seperti betik/betok). Jadi bikin orang yang datang memancing dengan kepala pusing mikir cicilan, bisa sedikit melupakan cicilan itu.
Ikan ini dapat makan nyaris semua umpan yang disediakan pemancing, seperti: cacing, pelet, jagung, siput, dan serangga.
Teknik Mancing Herabuna Fishing
Tidak ada yang spesial, sebenarnya, hanya saja orang Jepang lebih all out ketika mancing.
Anda bisa melihat video herabuna fishing, mungkin proses siap-siap memancing butuh waktu setengah jam atau bahkan lebih.
Mulai dari mempersiapkan tempat duduk, tempat ikan, tempat umpan, jagrak tegek, meracik umpan, mengatur pancing, dan lain-lain.
Saya sangat menyayangkan kenapa orang Jepang tidak merokok sambil mempersiapkan semua itu, padahal kan nikmatnya jadi dobel.
Mancing herabuna pakai teknik pelampungan. Rangkaian pancing tidak beda amat dengan mancing nila, namun biasanya hanya pakai 1 atau 2 kali bercabang.
Berhubung ini seni, menggunakan joran yang beda dari lain adalah hal istimewa. Misalnya dengan pakai joran yang berbahan bambu dan resin, seperti tegek sambungan, tetapi enggak dimasukkan.
Hal Ribet Lain tentang Herabuna Fishing
Orang kalau kadung tresno, seribet apapun tetap dijalani, kan? Kita semua pastinya sepakat kalau beberapa hal di bawah ini dianggap ribet.
- Gaya sokozuri fishing dalam memilih pelampung.
- Pemilihan joran hera yang alami dan mahal dengan ukuran mulai 360 sampai 630 cm.
- Teknik khusus mengikat senar ke ujung joran hera.
- Cara memasang pelampung dengan pipe stopper (kebanyakan pelampung herabuna tidak ada lubangnya, jadi harus ditancapkan).
- Mengatur kedalaman pelampung, bukankah ini hal sederhana? Sebenarnya tidak, pelampung herabuna umumnya bukan pabrikan, jadi saat mau mancing harus disetting manual dan khusus dulu dengan timah lipat.
- Rangkaian khusus pada leader kail. Pemancing tidak mengikat leader ke swifel, melainkan menggunakan ikatan melingkar yang cukup rumit.
- Mengatur tempat duduk untuk mancing herabuna.
- Memasang jagrak, jaring ikan, tempat ikan, dan tempat umpan.
- Meracik umpan sebelum mancing.
- Melakukan pengeboman biar ikan berkumpul, dan serangkaian proses lainnya.
Tenang, kita saudara satu joran, kalau Anda menganggap hal-hal di atas tidak ribet ya sah-sah saja ^_^
Ada pendapat lain tentang herabuna fishing?
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi