Review tegek tenkara untuk mancing di sungai
Pertama-tama, jika kita bicara tentang tegek ringan, saya perlu memasukkan Tenkara Tifai 270 pada urutan awal. Soalnya, tegek ini benar-benar ringan keparat! Jauh lebih ringan daripada tegek-tegek lain di ukuran sama --terutama yang pernah saya pegang sendiri.
Singatnya:
Tenkara Tifai 270 agak sedikit lebih kaku dari MSW 360. Tetapi, lebih lentur daripada Threefish Jianghome 270.
Tegek ini memiliki ruas full warna abu-abu; termasuk ruas paling ujung. Tidak seperti MSW yang ruas ujungnya carbon hitam biasa.
Jadi, apa yang harus aku tulis dalam review tegek kali ini? Entahlah, aku pun tak tahu.
Kita biarkan saja tulisan menulis dirinya sendiri. Sebab sekarang, kepalaku sedang dipenuhi sengkarut.

Spesifikasi teknis tegek Tenkara Tifai 270
Nah, Tenkara Tifai itu ada beberapa variasi ukuran, mulai dari 270 sebagai yang paling pendek, 360, 390, dan 450. Yang mana semua variasi tersebut punya panjang tertutup sama, 31 cm.
Berikut spesifikasi teknis tegek ini.
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama | Tenkara Tifai |
| Panjang terbuka | 270 cm |
| Panjang tertutup | 31 cm |
| Jumlah ruas | 11 ruas |
| Berat | 59 gram |
| Diameter atas | 0.9 mm |
| Diameter bawah | 15 mm |
| Handle | Cork |
| Action | Medium-lentur |
| Power | Medium |
| Tonality | 3:7 |
| Tutup atas | - |
| Tutup bawah | Metal CNC |
| Warna | Abu-abu full ruas |
| Harga baru | Rp560.000,- |
| Harga bekas | RpRp400.000,- |
| Harga BU | Bebas |
| Harga goreng | Tidak (belum) pernah digoreng |
Catatan! Tenkara Tifai 270 sangat ringan di tangan. Berat hanya 59 gram, yang mana memiliki handle cork, yang notabene akan menambah bobotnya. Apalagi kalau sudah custom kolong tambah reel tokos metal, seperti memegang bulu saking ringannya.
Aku tidak melebih-lebihkan. Asli ringan keparat!
Jika kamu pernah membaca review-review tegek yang lain. Kamu akan menyadari bahwa, kalau berat akan aku katakan berat, kalau ringan akan aku katakan ringan. Seperti MSW 360 yang menurutku itu berat di tangan saat diulur/dipanjangkan seluruhnya.
Tetapi Tenkara Tifai 270 (memang beda panjangnya), ini ringannya luar biasa. Pas di tangan, tidak mbaluh atau berat di depan.
Kelebihan dan kekurangan tegek Tenkara Tifai 270

Sebagus apa pun sebuah tegek, pasti memiliki kekurangan. Tidak ada tegek yang sempurna sebagaimana tidak ada manusia yang sempurna.
Kelebihan
Mari kita mulai dari kelebihannya lebih dulu.
1. Sangat ringan keparat
Tidak perlu lagi mengatakannya berkali-kali. Cukup kamu tahu bahwa tegek ini sangat ringan di tangan (ukuran 270). Itu saja. Cukup.
Sedangkan untuk ukuran lain, aku belum memiliki kesempatan untuk mencoba dan memegangnya sendiri. Jadi, tidak tahu apakah ringan di tangan atau tidak.
Tetapi untuk beratnya di atas kertas begini.
| Ukuran (cm) | Berat (gram |
|---|---|
| 270 | 59 |
| 360 | 82 |
| 390 | 112 |
| 450 | 139 |
Berat tersebut sudah termasuk tutup atas, tutup bawah, dan handle cork.
Kalau melihat dari angka di atas kertas, menurutku panjang 360 ke atas itu biasa-biasa saja. Bukan yang ringan banget seperti 270, bukan pula yang berat.
Ini hanya kira-kira, sih.
2. Ruas full warna sampai ujung
Selanjutnya, bahwa Tenkara Tifai itu tidak setengah-setengah dalam memperhatikan tampilan. Ruasnya full warna abu-abu dari pangkal sampai ujung.
Warna abu-abu cerah seperti ini cenderung unik, lho. Aku belum menemukan tegek yang ruasnya berwarna sama dengan tegek ini.
3. Ruas pendek hanya 31 cm
Dan yang tidak boleh ketinggalan adalah ruas pendek 31 cm. Perihal ruas pendek sebenarnya serupa pedang bermata dua; ada yang suka, ada yang menghindarinya.
Kalau kamu sudah menikah, tinggal di rumah mertua, sedang mertuamu tidak suka melihat menantunya memancing melulu; tegek ini akan sangat pas untukmu.
Tetapi, kalau tidak ada halangan apa pun untuk menggunakan ruas pendek atau ruas panjang, kelebihan ini bisa hambar terasa.
4. Diameter ruas kecil
Kalau kelebihan ini secara umum banyak yang suka. Soalnya, sulit menemukan joran tegek dengan panjang tertutup hanya 31 cm, punya 11 ruas, dan diameter ruasnya masih terjaga sangat kecil.
Sekecil apa? Sekecil pensil.

Gambar di atas perbandingan diameter ruas tegek Tenkara Tifai 360 dan 270. Berbeda jauh, kan?
5. Bending tegek parabolik yang indah
Action tegek medium-lentur, tetapi bukan yang lentur banget seperti Ispull Tanago Yellow Pole.
Lenturnya masih dapat, sensitifnya juga dapat, serta bending atau lengkungannya luar biasa parabolik indah tanpa patah-patah.
Ikan uceng (bahkan cetol) pun masih terasa.
Bagian ini tidak pula aku lebih-lebihkan. Aku tulis berdasarkan pengalaman menggunakannya selama keberangkatan memancing dalam jumlah tak terhitung.
6. Custom kolong maupun cutit masih oke
Aku pernah menggunakannya dalam kondisi cutit (belum kolong), enak sekali untuk mancing mecut, pelampungan, bahkan dasaran dengan timah kecil.
Setelah custom kolong Fuji Stainless MKG, rasanya lebih mantap lagi! Lebih fleksibel untuk mancing ikan di sungai.
Kekurangan
Sedangkan kekurangan yang harus kita maklumi.
1. Harga relatif tinggi
Aduh, in this economy yang porak-poranda ini, harga sekitar tegek lebih dari 500 ribu sudah tergolong mahal. Aku akan menyarankan membeli bekas saja, harganya akan jauh lebih murah.
2. Sulit mencari sparepart
Ruas cadangan memang ada. Tetapi mencarinya tidak mudah, apalagi ruas paling ujung. Kalau ruas 2, 3, dan 4 bisa melihat toko tegek impor di toko jeruk modslotog.
3. Handle cork butuh perawatan tambahan
Perbedaan perawatan tegek dengan handle cork atau busa, itu berbeda dengan tegek tanpa handle seperti ini. Kita perlu mengolesi dengan pelumas/lilin khusus. Atau kalau mau tidak ribet sama sekali, langsung bungkus pakai karet bakar transparan. Beres.
4. Jual ulang yang sulit
Perhatikan bahwa Tenkara Tifai bukan tergolong tegek yang populer; cenderung tidak diminati malahan.
Oleh karenanya, untuk menjual ulang dalam kondisi bekas dan harga wajar itu sulit. Kecuali, kamu kompromi menjualnya dengan harga 200 ribu atau kurang. Pasti akan langsung dibanjiri pesan calon pembeli.
Enak tegek Tenkara Tifai custom kolong atau cutit?

Kalau aku, lebih memilih custom kolong; dengan pertimbangan dan perbandingan berikut.
| Perbandingan | Custom kolong | Tegek cutit |
|---|---|---|
| Panjang | Panjang 270 itu tergolong panjang untuk mancing di sungai. Dengan custom kolong akan lebih fleksibel. | Tegek panjang 120 - 240 menurutku tidak perlu custom kolong. |
| Zoom | Dengan custom kolong bisa kasih zoom system semua ruas. | Masih tetap bisa, tetapi dengan cara mengganjal ruas. |
| Reel tokos | Pakai reel tokos untuk penyeimbang belakang agar ringan yang lebih mantap. | Tidak perlu reel tokos. |
| Putus | Mudah. Tinggal pasang kail lagi. | Perlu ganti senar kalau putusnya cukup panjang. |
| Teknik | Semua teknik mancing, termasuk lempar umpan pakai reel spinning. | Semua teknik mancing, kecuali yang membutuhkan lempar umpan. |
| Sensasi | Tarikan ikan masih terasa. Kondisi pakai kolongan Fuji stainless. Seharusnya kolongan neklin juga masih terasa. | Tarikan ikan lebih terasa. Berhubung Tenkara Tifai itu sensitif, sebenarnya perbedaannya tidak terlalu jauh. |
| Ikan besar | Drag reel tokos bisa menyesuaikan sehingga lebih aman. | Perlu jam terbang tinggi ngemong ikan besar pakai tegek cutit. |
| Jual tegek | Lebih lama laku (apalagi kalau kolongan tidak bagus). | Lebih cepat laku, dengan harga yang relatif lebih tinggi. |
| Potong ruas | Tidak perlu, sudah lurus untuk panjang 270 hanya dengan menyesuaikan tulangan ruas. | Tidak perlu, buat apa? |
Tidak ada perbedaan yang mengharuskan kamu melakukan custom kolong pada Tenkara Tifai, tidak ada pula yang mengharuskan kamu untuk menggunakannya dalam kondisi cutit.
Semuanya, sepenuhnya, tergantung pada preferensi dan keinginan masing-masing.
Apakah tegek ini kuat saat mendapat ikan?

Pada bagian ini, aku tidak bisa terlalu menjelaskan banyak. Soalnya, yang selama ini makan umpanku adalah ikan-ikan berukuran kecil dan sedang. Kalau ikan besar belum pernah.
Aku belum pernah menggunakan Tenkara Tifai untuk mancing baronang di pinggiran dermaga.
Tetapi, kalau untuk mancing di sungai lalu mendapat lele seukuran konsumsi, itu sudah pernah. Atau, mancing di sungai mendapat sapu-sapu sak lengen juga pernah.
Dan kabar baiknya, tegek ini kuat.
Lengkungannya mantap. Alasan ini pula yang membuatku menulis bahwa lengkungan Tenkara Tifai parabolik yang indah. 3/10 bagian ruasnya melengkung seimbang.
Sedangkan kalau hanya mendapat anakan bader abang, ikan merah ganting, atau wader dan betok, itu bukan masalah sama sekali.
Akhir kata
Setelah semuanya, dan pada akhirnya, kita sampai pada pertanyaan ini: apakah tegek Tenkara Tifai 270 itu layak?
Dengan percaya diri perlu kujawab bahwa tegek ini layak jika kamu tidak memiliki masalah finansial.
Untuk sparepart ruas tegek, kamu sebenarnya tidak harus pakai yang original, bisa pakai ruas kanibalan tegek dengan karakter kelenturan serupa lalu mengecatnya.
Tetapi, siapa butuh ruas cadangan kalau ruas originalnya tidak rusak?
Nah, kalau tertarik dengan perbandingan antara tegek Tenkara Tifai 270 dengan tegek lain, bisa meninggalkan komentar di bawah.
Sebab, jika harus membahasnya semuanya di sini akan sangat panjang.
Baiklah. Sekian. Salam.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi