Ring Fuji Stainless MKG untuk joran tegek
Ring Fuji Stainless MKG (Mini Kuro Guide) merupakan pilihan premium untuk joran tegek kesayangan.
Setelah menggunakannya cukup lama --dari air tawar sampai air asin-- memang kualitasnya lumayan oke. Senar menjadi lebih kompromi dan tidak gampang kusut.
Perhatikan! Tidak gampang kusut tidak sama dengan tidak bisa kusut.
Aku mendapatkan ring Fuji stainless tanpa ceramic ini dari seorang importir asal Blitar, Jawa Timur.
Ya, seharusnya kita sama-sama sepakat menyebutnya sebagai kolongan premium. Sebab, harga per bungkusnya Rp120 ribu.
Mini Kuro Guide (MKG) ini diproduksi oleh Fuji Kogyo Co., Ltd. (富士工業株式会社), pabrikan komponen joran asal Jepang yang reputasinya sudah mendapat pengakuan seluruh dunia.
Dan kupikir kalau kamu sedang mencari informasi, spesifikasi, atau pengalaman pakai jenis ring joran tegek ini; catatanku ini semoga menjadi jawabannya.
Apa itu Fuji Stainless MKG (Mini Kuro Guide)?

Nama MKG sendiri berasal dari tulisan Jepang ミニクロ・ガイド, yang dibaca "Mini Kuro Guide".
Kalau kita terjemahkan dengan bebas, itu semacam guide/ring mini serbaguna berukuran kecil (micro) yang didesain khusus untuk joran-joran ringan.
Yang menarik, MKG termasuk kategori ring Fuji tanpa ceramic. Artinya, seluruh bagian ring murni dari stainless-steel tanpa ada insert keramik atau alconite --alconite merupakan salah satu bahan pada guide Fuji kelas menengah-atas, misalnya Fuji seri K atau KT.
Desain polos tanpa ceramic justru menjadi kelebihannya. Menjadi kolongan pancing tegek yang paling diburu oleh pemancing di Indonesia.
Apakah Fuji tahu kalau di Indonesia ada sekelompok besar pemancing yang sembrono menggunakan kawat neklin sebagai kolongan pancing? Kupikir tidak.
Andaikan harganya per bungkus Rp12 ribu, pasti ini merupakan ring yang paling laris di pasaran.
Di kemasan aslinya, tertulis jelas peruntukan produk ini: へチ竿・落とし込み竿・イカダ竿・ワカサギ竿用. Yang kalau kita artikan berarti untuk joran hechi (へチ竿), joran otoshi-komi (落とし込み竿), joran ikada/rakit (イカダ竿), dan joran wakasagi (ワカサギ竿).
Semua jenis joran ini punya karakteristik yang mirip, yaitu pendek, ringan, dan dipakai dengan mancing sangat sederhana macam tegek.
Konsepnya cukup dekat dengan kolongan tegek yang biasa kita kenal di Indonesia.
Spesifikasi dan tabel ukuran ring Fuji Stainless MKG

Variasi ring ini cukup lengkap. Sehingga kita bisa menyesuaikan dengan kebutuhan lubang. Dan kabar baiknya, semuanya sama-sama ringan seperti ring neklin, tetapi dengan ukuran lubang yang lebih presisi.
| Ukuran | I/D (mm) | H (mm) | L1 (mm) | L (mm) |
|---|---|---|---|---|
| 1.0S | 1.0 | 1.5 | 2.9 | 5.5 |
| 1.5S | 1.5 | 1.8 | 3.5 | 6.0 |
| 2.0S | 2.0 | 2.5 | 3.5 | 6.3 |
| 2.3S | 2.3 | 3.0 | 3.5 | 6.7 |
| 3.0 | 3.0 | 4.2 | 6.5 | 10.4 |
Penjelasannya, gaesss...
| Kode | Penjelasan |
|---|---|
| I/D | Diameter dalam ring (inner diameter), menentukan lebar lubang. Lubang apa? Lubang kolongan. Bukan lubang yang lain, apalagi lubang kemaluan. |
| H | Merupakan tinggi frame ring guide dari kaki ke puncak ring. |
| L1 | Panjang bagian kaki ring. |
| L | Panjang total dari ujung kaki ke ujung ring |
| S | Singkatan dari Short foot, berarti kaki guide pendek. Cocok untuk joran ramping yang tidak butuh kaki panjang. Tetapi malahan dalam praktinya, kita sering minta tukang custom untuk memotong kaki ini menjadi lebih pendek lagi. |
Selain varian ukuran, Fuji juga merilis Fuji Mini Kuro Guide dalam dua pilihan warna/finishing, yaitu MKG (silver) dan versi gold yang disebut GMKG. Semua ukuran di atas tersedia warna ini.
Spesifikasi khusus ring Fuji MKG (curling finish)

Nah, kalau sudah Fuji, tentu ada sentuhan-sentuhan khusus yang membuat kualitasnya lebih baik.
Satu detail teknis yang sering luput dari perhatian yaitu finishing pada ring MKG ini.
Di kemasan resminya tertulis spesifikasi tambahan: 糸のスベリが良いカーリング仕上げ・抜けにくい足形状. Atau, kira-kira bermakna, Curling Finish for Less Friction, Prevention to Come Loose Foot.
Jadi, kita mendapat dua (2) poin penting dalam hal ini.
1. Finishing curling agar senar tidak gampang kusut
糸のスベリが良いカーリング仕上げ (finishing curling agar senar licin melintas).
Bagian ring memiliki bentuk melengkung (curling) di ujungnya, sehingga permukaan yang bersentuhan dengan senar jadi lebih halus.
Ini mengurangi gesekan (friksi) saat senar melintas keluar-masuk ring, yang artinya senar kita lebih awet dan performa lempar/tarik jadi lebih mulus.
2. Bentuk kaki yang tidak mudah lepas
抜けにくい足形状 (bentuk kaki yang tidak mudah lepas).
Selanjutnya, desain kaki guide yang sedemikian rupa tidak mudah tercabut dari badan joran setelah kita pasang.
Kolong tegek Fuji jenis ini bisa kamu pasang dengan cara ditusuk atau dibakar langsung ke blank joran (tidak sampai tembus). Lalu kita lilit agar semakin kuat tidak lepas.
Tetapi, poin kedua ini sebenarnya, apa yang terjadi di lapangan langsung dalam atmosfer pemancing Indonesia malah sebaliknya.
Kaki kita potong agar lebih pendek lagi. Pemasangan hanya kita lilit ke blank tegek. Hidup pemancing Indonesia dengan segala keberaniannya!
Kelebihan dan kekurangan ring Fuji Stainless MKG
Meski secara tersirat dari catatanku di atas sudah bisa kita simpulkan kelebihan dan kekurangan. Tetapi biar lengkap saja, mari kita buat bagian khusus untuk membahas ini.
Kelebihan

Baik, mari kita mulai dari kelebihan ring Fuji Stainless MKG ini dulu.
1. Bahan stainless steel tahan karat
Pertama, menggunakan bahan stainless-steel betulan yang tahan karat. Bebas mau mancing di air tawar maupun asin. Ring Fuji Mini Kuro Guide tidak akan berkarat.
2. Ringan dan sesuai untuk joran tegek
Kolongan ini memiliki bobot yang sangat ringan --sama dengan ring kawat neklin. Bahkan, menurutku masih lebih ringan ini daripada ring WD atau aluminium. Ring Fuji tanpa ceramic yang benar-benar sesuai untuk tegek microfishing di Indonesia.
4. Ukuran presisi dengan banyak varian
Setidaknya ada lima (5) variasi ukuran, mulai dari 1.0S sampai dengan 3.0 (non S). Plus dua (2) pilihan warna, antara silver atau gold. Kita lebih leluasa menyesuaikan dengan lebar lubang sesuai posisinya.
Misalnya, ukuran 2.3S untuk bagian beberapa ruas dari bonggol. Semakin ke atas semakin kecil ukurannya. Dan paling ujung bisa pakai ukuran 1.0S atau menggantinya dengan entul micro kalau perlu.
5. Finishing sebagai rahasia senar tidak gampang keriting
Rahasia ring Fuji (meski stainless tanpa ceramic) tidak gampang membuat senar keriting karena punya curling finish yang tadi. Membuat lapisannya lunyu sehingga senar tidak terlalu bergesekan dengan kolongan.
Tetapi, fungsi ini akan hilang jika bagian tengah kolongan tidak sengaja kena lem G atau resin saat melilitnya ke ruas tegek. Jadi, perlu benar-benar memperhatikan dengan ketelitian agar risiko semacam itu tidak terjadi.
Kekurangan

Sedangkan untuk kekurangannya sebagai berikut.
1. Harganya... Mahal
Jelas, harganya jauh lebih mahal. Bahkan lebih mahal daripada tegek kita wkwk. Kalau pakai ring Fuji ini, sebaiknya tegeknya juga sama-sama premium. Misalnya dari keluarga Shimano, Nissin, Daiwa, dan semacamnya. Kalau pakai tegek andalan Orca TJL, tidak apa-apa juga sih. Malah terasa keren dan low profile.
2. Ketersediaan di Indonesia langka
Dari sekian banyak kelebihannya, kekurangan yang ini sangat fatal. Kita seolah sudah melihat bintang bersinar di langit, tetapi bagaimana pun tidak bisa menggapainya. Ketersediaan ring Fuji Stainless MKG sangat langka, bahkan tidak ada, jika para importir Negeri Sakura tidak mendatangkannya ke Indonesia.
Alternatif ring stainless tegek selain Fuji MKG
Kabar baiknya, ada ring Fuji MKG KW yang tersedia bebas di pasaran Indonesia. Memenuhi hampir semua kelebihan di atas kecuali bagian finishing curling. Sekaligus membabat semua kekurangannya.
Baik bahan, bentuk, bobot, dan variasi ukuran semuanya lengkap. Kamu bisa langsung menuju ke toko jeruk shopee.co.id/sabrowwe atau dengan nama Sida Fishing. Lagi-lagi, orang Blitar yang memilikinya.

Harganya tergolong masuk akal untuk pemancing Indonesia, hanya Rp1.000 per biji. Itu jauh lebih murah daripada Fuji Stainless MKG ori yang lebih dari 10x lipat mahalnya.
Ketersediaannya juga banyak. Langsung saja mengunjungi toko offline-nya di Kediri atau Blitar. Bebas. Atau, pesan lewat toko jeruk saja.
Catatan ini tidak disponsori siapa pun!
Pengalaman pakai Fuji Stainless MKG
Aku tahu pertanyaan gong paling besar yang masih tersimpan di pikiranmu --karena aku sudah belajar membaca isi pikiran.
Ini, kan?
"Apakah senar keriting dan kusut pakai ring ini?"
Tidak.
Atau yang lebih tepat, senar tidak keriting dan kusut semudah saat kita pakai ring kawat neklin.
Artinya, senar keriting itu masih tetap akan terjadi karena satu-dua hal.
Aku sudah menjajal pakai senar murah Penyu ukuran 0.10 mm, Technium 0.12 mm, dan Uceng 0.07 mm. Senar Relix Uceng ini yang paling gampang keriting daripada dua senar lainnya.
Jika kamu pakai senar yang sudah terkenal tidak gampang keriting dari sononya, misalnya Iron Power Condorl yang harganya sama-sama selangit itu, kemungkinan risiko keriting akan jauh lebih kecil lagi.
Sedangkan untuk Fuji KW, aku belum pernah mencobanya.
Lanjut.
"Apakah bisa lempar umpan pakai ring ini?"
Bisa. Misalnya ingin kamu pasang di joran tegek yang kemudian dikombo dengan reel spinning.
Diameter lubang presisi, tetapi gunakan ring ceramic nomor 6 atau lebih besar untuk ruas paling bawah yang berdekatan dengan reel nantinya. Lalu di atasnya, bisa full pakai Fuji Stainless MKG.
Jika ingin lempar umpan, saranku panjang tegek 300 cm atau lebih pendek dengan panjang ruas sedang (50-80 cm).
Tujuannya, agar gesekan antara kolongan dan senar tidak terlalu intensif. Soalnya, bagaimana pun, ring ini punya lubang yang kecil sekali (micro).
Kalau ada pertanyaan lain, tinggalkan saja di komentar, ya.
Akhir kata
Setelah semuanya, apa yang hendak aku sampaikan di bagian penutup ini? Tidak ada.
Mari kita tutup catatan ini dengan semacam saran. Yaitu, usahakan saat proses pengolongan tegek benar-benar hati-hati ketika memberi lem. Sekali saja lem itu kena bagian tengah ring, membuat ring Fuji Stainless MKG ini tidak ada bedanya dengan ring/kolongan biasa.
Baiklah, sekian. Salam.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi