Mancing ikan di kali kecil dekat rumah

Apa yang hendak kita bahas perihal sesuatu yang begitu sederhana, begitu remeh ini? Tidak ada hal menarik tentang mancing ikan di kali kecil dekat rumah; selain untuk diriku sendiri.

Maka, harap maklum jika catatan ini hanya akan jatuh pada ke-aku-an.

Sebenarnya, ini masih ada kaitannya dengan mancing santai pakai tegek kolong. Yang mana kali ini aku juga pakai tegek kolong, Tenkara Tifai 270 cm.

Diameter ruas Tifai 270 jauh lebih kecil daripada MSW 360. Sedang ukurannya lebih pas untuk mancing di kali (sungai) kecil. Tidak mubazir.

Aih, aku akan mencoba bikin review tegek Tenkara Tifai 270 ini kalau ada lebih banyak waktu luang.

Mancing ikan nila di kali kecil irigasi dekat rumah


Waktu terbaik mancing di kali kecil dekat rumah

Sungai atau kali kecil, apalagi yang dekat rumah, sering kita pandang sebelah mata. Sebagai akamsi alias anak kampung sini, tentu kita tahu apa yang terjadi di kali itu.

Kita keburu menutup mata dengan menganggap sungai itu tidak lagi ada ikannya lantaran dua kali seminggu disasak tukang setrum keparat. Ternyata itu salah.

Sungai, betapa itu tangguh, dapat mengisi dirinya sendiri dengan ikan-ikan sembari tetap mengalirkan air-air untuk sawah-sawah sekitar. Luar biasa.

Kamu bisa mencoba nekat untuk mancing di kali dekat rumah tanpa perlu berharap pada apa-apa selain ketenangan. Terutama pada waktu-waktu seperti ini.

1. Saat mumet

Mumet itu pusing.

Setiap orang punya standar pusing masing-masing. Ada yang pusing karena bininya ngomel seperti singa betina tua yang kelaparan. Ada juga yang pusing karena usia segitu belum punya bini.

Karena sebab apa pun pusingmu, segeralah pergi mancing. Jika tidak ada kendaraan, mancing di kali dekat rumah yang teduh dapat menjadi tujuan akhir yang mantap.

2. Saat gabut

Gabut, bisa kita artikan sebagai tidak ada kerjaan (menganggur), atau yang lebih sopan bingung mau melakukan apa.

Daripada kamu hanya berbaring di kamar, sedang tangan kanan memegang ponsel dan tangan lainnya mengelus batang peli; alangkah lebih baik segera bangun dan beranjak mengambil seperangkat alat pancing untuk memancing di kali kecil dekat rumah.

Itu akan jauh lebih baik untuk kesehatan mental, dan dengkulmu, tentu saja.

3. Saat marah

Berikutnya, saat waktu marah. Itu momen yang cukup baik untuk pergi mancing. Atau, yang lebih baik lagi adalah mengambil wudlu, salat, lalu membaca Quran. Tetapi mempertimbangkan dapuranmu yang seperti itu, aku tidak yakin.

Pergi memancing juga akan menghindarkanmu dari tindakan bodoh dan ceroboh yang mungkin saja terjadi.

Pergi mancing saat marah lalu meluapkan kemarahan pada ikan lebih baik daripada pada manusia.

Yang lebih sering terjadi justru kita akan melupakan kemarahan tatkala sudah sampai ke spot mancing itu.


Umpan mancing di kali kecil dekat rumah

Mancing wader di kali kecil dekat rumah

Soal umpan, tidak ada umpan yang harus mendatangkan kebingungan. Kamu bisa berangkat dengan umpan saja. Bahkan, berangkat tanpa membawa umpan sama sekali.

Langsung cari di lokasi mancing. Seperti cacing, belalang hijau kecil, sayur bayam, kangkung, atau apa saja yang bisa kamu temukan di sana.

Membawa segenggam nasi putih yang hampir basi sisa kemarin juga tidak masalah. Umpan nasi seharusnya malah mengantarkan kita pada masa lalu, masa kecil saat masih bocah penuh kepolosan dan keceriaan. Masa-masa mancing yang sejatinya mancing untuk bersenang-senang.


Nostalgia setelah sekian lama tidak mengunjungi

Spot mancing dekat rumah merupakan tempat yang dulu sering kita kunjungi. Itu membawa banyak ingatan masa lalu yang jujur dan tulus. Tidak seperti dewasa yang nyaris semuanya jebakan.

Ada banyak ingatan yang muncul saat aku ke sini. Seperti mancing bersama dua teman pakai joran dari tulang daun salak kering yang sudah kita siapkan sejak dua hari sebelumnya.

Juga banyak nasihat dari orang tua yang kini aku ketahui semuanya adalah kebohongan belaka. Nasihat seperti, "jangan mancing di sana, ada orang mati tenggelam". Tetapi, kini aku juga menyadari bahwa itu semata-mata untuk melindungiku dari kejadian celaka.

Bocah kecil yang ingin tahu tentang semua hal, sering tidak mengindahkan tempat-tempat yang rawan. Pecicilan. Sangat mungkin terpeleset lalu tenggelam.

Sehingga orang mati tenggelam dalam nasihat bisa jadi adalah aku kalau tidak menurut.

Pada usia dewasa ini, di mana aku sudah memiliki bocah sendiri, tidak ada yang benar-benar menakutkan entah itu hantu-hantu atau tempat-tempat angker. Entahlah. Rasa-rasanya, tidak mampu menyediakan nasi dan lauk di meja makan jauh lebih menakutkan daripada apa pun.


Tips sederhana agar momen terekam

Ini akan menjadi bagian yang paling teknis dalam catatan ini. Bagaimana tips agar momen tersebut terekam? Sebenarnya sudah gampang terjawab, yaitu dengan merekamnya.

1. Foto lokasi dan hasil

Pertama, kamu bisa ambil beberapa foto atau video. Semua hasilnya akan membawamu ke masa-masa itu.

2. Menulis di blog

Kedua, menulisnya di blog, buku harian, atau catatan apa pun yang memungkinkan. Ini akan lebih berkesan jika kamu memang gemar melakukan tulis-menulis.

3. Mengunggah ke media sosial

Jika tidak, unggah saja ke media sosial, seperti Facebook. Media sosial akan mengingatkan momen nostalgia ini satu tahun kemduian tanpa perlu kita suruh.

Cara lainnya agak dramatis, yaitu mengajak teman yang jujur, agar ingatan itu tidak hanya tersimpan di otak kita; tetapi milik teman kita juga.


Mancing sendiri atau bersama teman?

Kadung berbicara mancing sama teman, kubuat tabel saja perbandingannya dengan mancing sendiri.

Sebab, menurutku ada saat-saat lebih baik mancing sendiri.

Serta ada juga yang sebaiknya bawa teman, misalnya saat mancing malam di lokasi rawan. Kalau tidak bawa teman, minimal bawa tanda pengenal. Itu akan memudahkan tim sar mengidentifikasi korban kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Aspek Mancing sendiri Macing sama teman
Suasana Tenang, sunyi. Cuma ada suara hati yang berteriak misuh-misuh selain suara air dan angin. Ramai, banyak obrolan, kadang becanda atau saling ejek soal siapa yang belum dapat ikan.
Fokus Lebih ke diri sendiri --waktu untuk mengosongkan pikiran karena memikirkan kosongnya dompet. Biasanya, mancing malah menjadi alasan untuk berbincang-bincang, sehinggga mancing itu pun bukan tujuan utamanya.
Ritme Bebas. Mau pindah spot, pulang, atau ngising di lokasi tidak masalah. Muncul dinamika sosial, misalnya mau pindah spot harus sesuai kesepakatan yang demokratis.
Emosi Reflektif-kontemplatif. Naratif-hangat.

Aku menyarankan untuk mancing sendiri jika temanmu justru berpotensi menambah kepusingan.


Akhir kata

Mancing ikan di kali kecil irigasi dekat rumah

Baik, sudah kenyang dengan semua omong kosong yang kutulis dalam catatan ini?

Percayalah, seperti yang sudah aku sampaikan di awal, catatan ini tidak akan memberi arti apa-apa kecuali untukku sendiri.

Aku perlu meminjam kata-kata dari Sigidad berikut.

Aku percaya semesta memiliki getah abadi yang saling menghubungkan kita dengan segala makhluk di jagat raya ini. Getah itu bening, terlalu bening hingga tak terlihat tapi bisa dirasakan. Seperti spasi yang bisa kautekan dan rasakan lewat sentuhan. Tercipta, tapi tak berwujud. Siapa bilang spasi itu menciptakan jarak? Ia ada sebagai getah bening penghubung kata. Agar kita bisa memaknai semesta ini.

Mancing ikan di kali kecil dekat rumah juga menjadi teramat berarti saat kita sudah lama tidak melakukannya.

Ternyata, sudah banyak hal yang kita lakukan selain memancing ikan. Terlepas apakah semua itu ada artinya atau tidak.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi