Lumut sutra untuk mancing ikan nila yang naik ke permukaan

Kejadiannya sebenarnya tidak sengaja. Saat mancing nila yang naik ke permukaan, umpan cacing tidak lagi diendus sama sekali. Seorang pemancing yang sudah terbiasa mancing di spot itu menyarankan untuk menggunakan lumut.

Aku katakan bahwa aku tidak pernah pakai lumut untuk mancing ikan nila. Serta bahwa aku tidak sedang pakai rangkaian nila.

Dia tetap menyarankan untuk pakai lumut saja karena lebih mudah untuk mancing nila ngambang. Sedangkan untuk rangkaian, pakai rangkaian engkel satu mata kail tidak masalah.

Setelah itulah muncul suatu jenis lumut yang tidak kukenal. "Lumut kondom," katanya kemudian. Belakangan aku ketahui bahwa lumut kondom memiliki banyak nama lain berdasarkan daerah masing-masing. Ada yang menyebutnya lumut karpet, lumut keset, dan yang lebih umum adalah lumut sutra (alga filamen).

Aku mengikuti telunjuknya yang mengarah ke galengan alias pematang sawah. Di sela-selanya terdapat perairan sangat dangkal tanpa arus setinggi mata kaki. Di sanalah berada banyak lumut kondom, saking melimpahnya bisa langsung ambil pakai tangan tanpa perlu cutik atau ranting kayu.

Setelah kering, lumut kondom akan tampak seperti gambar berikut.

Lumut kondom atau lumut keset untuk mancing ikan nila yang naik ke permukaan

Lalu, setelah terpasang ke kail pancing engkel akan menjadi seperti ini.

Lumut kondom setelah dipasang ke kail

Sialnya, ikan nila seperti diundang. Meski kulempar tidak terlalu mendekati titik kumpul ikan, malah ikan nila yang datang menghampiri untuk memakan lumut tersebut.

Karena alasan itu pula, kupikir perlu menulis catatan ini.


Lumut kondom untuk mancing ikan nila ngambang

Ikan nila ngambang itu karena di dalam air kurang oksigen. Pasti antara satu ini: spot mancing tidak ada arus, atau kondisi panas ngentang-ngentang yang ditandai dengan lumpur pun ikut terangkat.

Kalau sudah begitu, ikan seringkali lebih memilih bertahan hidup daripada mencari makan. Makanya, umpan yang tenggelam terlalu dalam diabaikan oleh mereka.

Lumut kondom atau lumut sutra munculnya memang di permukaan. Bukan seperti lumut kasar yang tenggelam di bawah air. Oleh sebab itu, cenderung sudah dikenal ikan lebih dulu.


Alasan nila suka jenis lumut sutra (alga filamen)

Ada tiga (3) alasan utama mengapa lumut sutra lebih cepat mendapat respons ikan daripada lumut kasar/halus saat kondisi ikan ngambang ke permukaan air.

1. Menyimpan gelembung oksigen

Pertama, karena rongga lumut menyimpan gelembung oksigen di alam liar. Lumut ini posisi alaminya memang sudah mengambang. Sering menjadi tempat berteduh ikan-ikan dari teriknya sinar matahari.

2. Merupakan sarang larva serangga

Kedua, ternyata ikan nila suka berada di bawahnya dan memakan lumut kondom/sutra juga karena alga ini menjadi sarang larva serangga. Kalau melihatnya kasat mata, akan sulit menemukannya. Misalnya larva nyamuk (uget-uget), kutu air, cacing sutra, hingga amphipoda.

3. Lumut makanan alami ikan nila

Selain itu, lumut sendiri merupakan makanan alami ikan nila. Jadi, meski poin pertama dan kedua sudah tidak berlaku karena kita telah mengangkatnya ke permukaan dan mengubek-ubek di ember. Tetap saja lumut akan menarik perhatian ikan nila karena memang makanannya.


Tips mancing ikan nila yang naik ke permukaan pakai lumut kondom

Pemancing yang menyarankan kepadaku untuk pakai lumut kondom juga memberi tips berikut ini.

1. Kedalaman pelampung

Kedalaman pelampung hanya sejengkal ke timah pemberat. Sedangkan timah ke kail itu juga sejengkal. Bisa dikira-kira saja, kalau rasanya terlalu dalam perlu kita kurangi lagi. Intinya, menarget ikan untuk langsung memakan lumut tepat setelah jatuh ke dalam air.

2. Rangkaian pancing

Untuk rangkaian pancing bebas, mau pakai rangkaian engkel satu mata kail bisa juga. Sebab, sebenarnya lumut ini mudah menyangkut ke kail dan tidak gampang lepas. Kalau pakai rangkaian lumut beberapa kail, itu akan lebih mantap lagi. Umpan bertahan sangat lama. Menurutku, pakai jenis umpan lumut kondom itu paling awet daripada lumut yang lainnya; termasuk lumut batu.


Akhir kata

Pada akhirnya, penting aku sampaikan bahwa mancing pakai umpan lumut itu tidak sering. Aku malah lebih sering pakai cacing (entah merah atau plungker). Jadi, kalau ada informasi yang agaknya kurang tepat, bisa kamu koreksi di kolom komentar.

Tapi kira-kira ya hanya begitu. Sebenarnya mancing nila itu mudah, asal paham dengan kondisi air untuk menyesuaikan jenis umpan. Serta di spot mancing itu memang ada ikannya.

Soalnya, kalau sudah pakai umpan lumut kondom atau lumut sutra ini. Targetnya kalau bukan nila ya bandeng. Sedangkan kalau tidak ada kedua jenis ikan itu, sangat kecil --untuk tidak mengatakan mustahil-- akan dimakan ikan lain.

Tidak ada yang mustahil jika Tuhan kita sudah berkehendak, kan?

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi