Umpan mancing ikan gabus berdasarkan pengalaman
Mancing ikan gabus, justru yang sering aku rasakan itu terjadi karena tidak sengaja. Artinya, target utamaku saat mancing bukanlah ikan gabus. Tetapi yang dapat malah ikan itu.
Kalau kamu suka mancing ikan ini, apalagi memang menargetkannya, barangkali pernah merasakan momen bingung mau pakai umpan apa.
Nah, dalam catatan ini aku hendak membagikan pengalaman pribadi soal umpan yang ternyata juga doyan dimakan oleh ikan gabus. Kabar baiknya, aku dapat mempertanggungjawabkan informasi dalam catatan ini karena aku pemancing yang berangkat langsung dari pengalaman.
Namun, sebelum masuk ke bagian utamanya, ayo kenalan dulu sama ikan gabus.
Mengenal ikan gabus yang kepalanya mirip ular
Ikan gabus umum disebut sebagai snakehead dalam bahasa Inggris, dan bukan tanpa alasan.
Bentuk kepalanya memang mirip sekali sama ular. Bentuknya pipih dan agak lonjong, lengkap degan sisik besar yang menutupi bagian atas kepalanya.
Nama ilmiah ikan gabus adalah Channa striata. Di Indonesia sendiri ada begitu banyak jenis ikan gabus dari genus Channa yang tersebar di berbagai daerah. Mulai dari gabus rawa sampai jenis yang ukurannya jauh lebih besar.
Nah, ternyata setelah aku telusuri, ikan ini termasuk predator sejati.
Artinya, dia memiliki senjata yang memadahi. Seperti gigi tajam, rahang kuat, dan tidak pilih-pilih lawan untuk dimangsa atau diusir dari wilayah kekuasaannya.
Selain itu, faktanya ikan gabus punya alat pernapasan tambahan yang disebut labirin. Mirip seperti yang dipunyai ikan lele dan betok sehingga bisa bertahan hidup di air dengan kadar oksigen rendah.
Bahkan, sah-sah saja menyebutnya dengan sembrono ikan gabus bisa berjalan di daratan atau tanah lembab untuk pindah tempat.
Di Kalimantan, terutama kawasan rawa Kalimantan, ikan ini menjadi salah satu target utama karena ketersediaan yang melimpah. Berbeda di tempatku yang mana ikan gabus hanyalah target yang tidak disengaja.
Terakhir soal manfaatnya yang telah dipercaya turun-temurun. Bahwa ikan gabus memiliki kandungan albumin yang bisa mempercepat penyembuhan luka. Makanya, tidak heran kalau kita sering mendengar orang menyarankan makan ikan gabus untuk ibu yang baru saja melahirkan.
Daging ikan gabus itu lembut. Tapi untukku pribadi, aku kurang suka dengannya. Lebih enak daging nila atau gurame yang letak durinya sudah jelas. Gabus itu mirip tawes yang durinya tersebar di seluruh daging.
Umpan ikan gabus yang pernah aku coba

Nah, ini merupakan bagian utama dalam catatan kali ini.
1. Udang rebon langsung dari lokasi mancing
Berangkat mancing hanya bawa umpan racikan (Tanago dan Rasbora). Ternyata, ada beberapa sambaran ikan gabus di pinggiran.
Makanya, iseng-iseng aku mencari umpan di pinggiran dan ketemu beberapa ekor udang rebon. Sehingga boleh kauanggap kejadian ini tidak sengaja.
Ternyata udang di lokasi itu dapat mengangkat beberapa ekor ikan gabus di pinggiran. Ukurannya lumayan, dan berkatnya, aku tidak pulang dengan keboncosan.
Caranya pasangnya gampang. Cukup kita kail di bagian ekor agar udang bisa bergerak bebas mengundang predator berkepala ular untuk memakannya. Dan berhasil.
2. Segala jenis cacing, terutama cacing plungker
Berikutnya, adalah umpan sejuta umat yang sudah ada sejak zman purba. Cacing memang menjadi makanan almi semua ikan, juga ikan gabus.
Cacing plungker punya ukuran paling besar di antara jenis cacing lainnya, warnanya hitam, dan tekstunya sangat alot. Membuatnya tidak mudah hancur atau patah saat dimakan ikan kecil.
Alasanku mancing pakai cacing plungker saat itu adalah agar tidak habis saat dimakan wader dan uceng. Karena memang targetku adalah ikan nila babon, eh ternyata malah dimakan gabus dengan ukuran yang lumayan.
Jadi, bagian ini mancing ikan gabus juga terlepas dari kesengajaan.
Aku adalah pemancing yang menjujung tinggi kejantanan dengan menggunakan rangkaian engkel atau rangkaian satu mata kail.
Kita cukup memasang satu cacing di satu kail berukuran 7 sampai masuk ke senar. Ikan nila doyan, lele ganas, dan gabus pun lahap (kalau memang ada ikan ini di spot mancingmu).
3. Potongan kecil ikan wader
Lagi-lagi, momen mancing ikan gabus pakai umpan ini juga bukan kesengajaan.
Pertama, aku mancing wader dulu yang memang tujuannya sebagai umpan. Kedua, aku menggunakan ikan wader yang sudah kugunting kecil-kecil untuk menarget merah ganting babon.
Hanya saja, entah kenapa, ikan gabus turut menyambarnya.
4. Tahu goreng, aku tidak bohong!
Nah, ini salah satu pengalaman paling aneh yang pernah aku alami. Sebagaimana yang kutulis di cerita mancing, aku hampir setiap malam mancing di destinasi wisata Balong Kawuk.
Di sana, sebagai sentra jajanan tahu, banyak orang mancing di sungainya menggunakan tahu. Targetnya sebenarnya wader, merah ganting, dan nilem/monto.
Suatu kali aku mancing seperti biasa, pelampung dibawa masuk perlahan ke air. Dari model tarikannya barangkali kamu juga akan menebak kalau bukan yuyu ya ikan gabus. Ternyata benar saja, gabus seukuran lengan memberontak saat kutarik tegek.
Ternyata kata orang yang hampir menghabiskan seluruh hari di sana, ikan-ikan di sana memang aneh. Terlanjur terbiasa dikasih umpan tahu, katanya.
Jadi, menurutku, umpan mancing ikan gabus maupun jenis ikan yang lain itu tetap tergantung pada kebiasaan di lokasi. Mustahil bisa kita pukul rata kalau gabus niscaya doyan cacing, atau gabus pasti doyan tahu.
5. Ceremenje atau kecoak batu
Ceremenje atau biasa disebut juga sebagai cere saja, ini merupakan kecoak batu. Sebagai alternatif untuk mancing merah ganting.
Ya, sejak awal tadi sebenarnya target mancingku adalah merah ganting babon. Namun seringkali malah yang makan ikan gabus.
Bisa pakai ceremenje kecil atau ukuran standar juga bisa. Suka-suka. Kalau memang targetmu dari awal ikan gabus, pasang beberapa cere sekaligus di satu kail.
Cere ini mudah dijumpai di toko pancing. Kemampuan bertahan hidup serangga ini sangat luar biasa, berada di luar nalar. Soalnya, meski kamu potong tubuhnya menjadi dua, bagian kepalanya masih bergerak-gerak.
Sepertinya memang benar satu-satunya hewan yang bisa bertahan hidup setelah kena nuklik adalah kecoak, termasuk kecoak batu. Tapi hewan ini tidak bisa bertahan lama di hadapan mulut ikan.
6. Jangkrik ukuran kecil
Sama seperti ceremenje, targetku bukanlah gabus. Jangkrik dan cere itu satu kesatuan, ikan merah ganting tetap doyan makan umpan ini.
Kalau jangkrik bisa kamu dapatkan di toko burung juga.
Selain gabus, lele juga suka dengan jangkrik.
Hilangkan mitos jangkrik dibakar dulu sebelum dipakai mancing agar aromanya menyebar. Itu tidak lebih dari mitos yang populer karena ada pemancing yang iseng mencobanya, kemudian dapat ikan. Sedang pemancing yang tidak membakarnya, tidak dapat ikan. Lalu populer dan tersebar luas.
Satu-satunya alasan yang bisa aku terima membakar umpan jangkrik sebelum mancing akan mendapat ikan adalah karena pemancing itu kebetulan melempar pas di titik lokasi yang memang ada ikannya.
7. Ombyok tempe dan roti
Dulu, dulu sekali, sebelum aku sadar teknik mancing pakai rangkaian ombyok sebenarnya bukan teknik mancing.
Ini juga semacam pengalaman mancing yang perlu aku tulis di sini. Mancing pakai ombyok, 5 mata kail, umpan getuk. Getuk itu merupakan sebutan dari racikan antara tempe, roti, kuning telur, dan bawang putih.
Target utama adalah ikan wader, tawes, dan bader abang. Namun dengan aneh, aku juga dapat ikan lele lokal dan gabus.
Kejadian ini terjadi jauh sebelum aku berhasil mendapatkan gabus dengan tahu goreng. Karena umpan tahu goreng untuk mancing ikan gabus, benar-benar berada di puncak keganjilan.
Berdasarkan semua umpan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa kebiasaan ikan di lokasi itu memiliki andil sangat besar dalam menentukan umpan mancing ikan gabus.
Umpan lure ikan gabus untuk teknik casting

Perjalanan mancing ini tidak bisa dikatakan panjang, tidak pula dikatakan pendek. Tidak jarang saat durasi mancing hanya beberapa menit, aku lebih suka menggunakan lure untuk casting gabus.
1. Micro vibra lure
Ukurannya kecil, mainnya di dasar dengan cara cukup ditarik pelan atau lambat. Lure ini pun selain bisa mengundang gabus, aku juga pernah mendapat nila dan golsom (green terror).
Micro vibra lure, karena ukurannya kecil, barangkali akan membuat kamu lebih sering mendapat kocolan (gabus kecil) daripada yang ukurannya besar.
2. Softlure
Berikutnya, ada softlure yang sudah ada timah pemberat di kail bagian bawahnya. Ini juga cocok, soalnya meski lempar ke rumpun enceng gondok tidak nyantol.
3. Soft frog
Mancing ikan gabus teknik casting sudah pasti menggunakan jenis lure sejuta umat bernama soft frog. Perlu kita sesuaikan apakah main di top water atau menyelam ke dalam air.
Kalau ingin menyelam, tinggal menambahkan timah pemberat ke bagian dalam soft lure itu.
Blade yang berada di bagian belakang soft lure itulah yang membuatnya mengundang kemarahan agar ikan gabus mau menyambar.
4. Spinner bait
Aku pakai umpan ini untuk casting gabus jika di spot tersebut tidak banyak sangkutannya. Soalnya, jelas, lure spinner bait tidak bisa kaupakai untuk menerabas enceng gondok dan tanaman air.
Targetnya sudah bukan kocolan. Tentu minimal gabus seukuran lengan. Kalau beruntung, kamu juga bisa mendapat sambaran hampala hingga toman. Ya, berhubung di spot mancingku tidak ada ikan itu, yang terkail hanya gabus. Tapi ukurannya lumayan!
5. Rayap lure
Umpan mainan untuk mancing ikan gabus berikutnya adalah rayap lure. Mungkin kamu sudah bisa menebak arahnya ke mana.
Kamu benar, targetku memang bukan gabus, tetapi wader pari, merah ganting, dan ikan mujair.
Tetapi siapa sangka, rayap lure juga efektif untuk memancing predator macam limbata dan gabus.
Sungguh disayangkan. Sekarang aku jarang mancing casting karena menanggung asam urat di sendi jempol kaki.
Kenapa tidak mancing ikan gabus purba?
Tangkapan kecil-kecil, kenapa tidak mencoba mancing ikan gabus purba yang ukurannya raksasa?
Jelas, di daerah tempatku mancing, ikan besar itu sudah langka --kalau tidak boleh dikatakan tidak ada.
Paling besar yang pernah kudapat seperti di gambar, seukuran lengan saja. Itu pun sudah termasuk tangkapan yang lumayan untuk ukuran di lokasi ini.
Aku juga perlu jujur, sebenarnya agak sedih sekaligus miris.
Selama aku mancing di berbagai lokasi, tidak jarang langsung melihat praktik illegal fishing yang menjadi salah satu alasan mengapa tidak adanya ikan besar di sini.
Beberapa di antara banyak contohnya seperti bom ikan, setrum sungai, racun putas, jenu. Di samping praktik pabrik yang membuang limbahnya langsung ke sungai dan, tentu saja, abainya pemerintah.
Sebagai pemancing ikan, aku merasa aku dan kamu, kita, memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga ekosistem sungai. Tidak hanya menikmati alam dan hasil tangkapan atasnya semata.
Tidak perlu bicara jauh-jauh tentang anak cucu yang hanya menjadi cerita pengantar tidur tanpa pernah benar-benar dihayati. Mari bicara yang terkini, saat ini, bahwa keboncosan merupakan ruh dari pemancing Indonesia.
Diam saat melihat praktik-praktik tersebut di atas sama dengan mendukungnya. Tidak ada yang namanya netral dalam diam. Semua tindakan kita memiliki kecenderungan keberpihakan.
Tetapi, apa yang bisa kita lakukan? Entahlah. Mendapat beberapa ekor saat mancing ikan gabus pun harus melewati beberapa tahap boncos sebelum sampai ke sana.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi