Perbedaan ikan nila, mujair, dan tilapia

Apakah nila dan mujair itu sama? Ternyata berbeda. Ada perbedaan ikan nila dan mujair yang cukup jelas, terutama kalau kamu melihat nama ilmiah hingga ciri fisik keduanya.
Namun, jangan tanyakan perbedaan kedua ikan itu kepada pemancing. Soalnya, kebanyakan dari mereka akan menjawab begini:
Kalau ikan nila itu perempuan, kalau mujair itu laki-laki.
Mari kita agak serius di sini!
Ikan nila memiliki nama ilmiah Oreochromis niloticus, sedang mujair bernama Oreochromis mossambicus.
Keduanya memang masih kerabat dekat, dan termasuk ke dalam kelompok tilapia.
Jadi begini. Nila dan mujair itu bukan ikan sama. Tetapi, keduanya sama-sama tilapia. Artinya, tilapia adalah kelompok yang lebih luas, yang mana di dalamnya ada nila dan mujair.
Perbedaan ikan nila dan mujair dari ciri fisik
Kalau mancing nila, memang paling mudah menyebutnya sebagai nila. Soalnya erat kaitannya dengan Mbak Nila.
Itulah juga alasan mengapa pemancing menyebut perbedaan ikan nila dan mujair adalah ikan nila perempuan (Mbak Nila) sedang ikan mujair itu laki-laki (Pak Mujair).
Sebenarnya tidak salah juga jika melihat sejarah ikan mujair yang ditemukan oleh Mbak Mudjair dari Blitar.
Namun, dalam hal ini kita akan melihat ciri fisiknya (jangan katakan body shaming terhadap ikan).
| Ciri | Ikan nila | Ikan mujair |
|---|---|---|
| Nama ilmiah | Oreochromis niloticus | Oreochromis mossambicus |
| Nama umum | Nile tilapia | Mozambique tilapia |
| Bentuk tubuh | Cenderung lebih lebar dan berisi. Porsinya membulat karena banyak dagingnya. | Cenderung lebih ramping dan memanjang. |
| Ukuran | Dapat tumbuh sampai ukuran raksasa. Definisi ikan nila sak genteng-genteng itu memang bisa menyentuh ukuran segitu. | Umumnya lebih kecil, maksimal tujuh nyari. |
| Warna tubuh | Abu-abu dan memiliki semacam motif bergaris vertikal. | Lebih gelap/hitam dengan corak acak. |
| Warna ekor | Ada corak merah atau kuning. | Warna merah juga ada di sirip atas. |
| Budidaya | Populer dibudidayakan untuk konsumsi. | Lebih banyak di perairan liaran. |
Nah, kalau kamu melihat ikan warnanya abu-abu dan punya ekor kemerahan, sudah tahu kalau itu merupakan nila.
Sedangkan kalau ikannya lebih ramping dan panjang, serta warnanya lebih gelap, itu adalah mujair.
Gambar ikan nila

Gambar ikan mujair

Cara paling cepat memahami perbedaannya
Sebenarnya, ada sebuah cara yang lebih cepat daripada harus menghafal ciri-ciri dari masing-masing jenis ikan.
Caranya menyenangkan. Cara itu adalah, kamu cukup mengambil joran pancing dan umpan, lalu memancing di spot potensial. Perhatikan setiap tangkapan, bandingkan apakah itu ikan nila atau mujair.
Lihat beberapa bagian yang paling membedakan. Misalnya warna ikan, bentuk badan, dan warna sirip serta ekor bersamaan.
Atau, kalau kamu memang sudah cukup ahli memahami kata-kata hewan, tanyalah langsung kepada ikan itu, kamu itu nila atau mujair? Lalu setelahnya saat pulang mancing, jangan lupa mampir ke psikiater.
Mana yang lebih enak dagingnya, ikan nila atau mujair?
Berhubung ikan nila memiliki daging yang lebih tebal, secara logis ikan nila lebih enak daripada mujair yang lebih pipih. Namun, ternyata yang paling enak adalah ikan hasil pancingan sendiri --terlepas apakah itu ikan nila atau mujair.
Kedua ikan tersebut memiliki banyak duri, namun tidak sebanyak ikan tawes dan bader. Tempat duri ikan nila dan mujair berada di lokasi yang bisa kita hafal. Durinya tidak menyebar di seluruh daging, yang mana seharusnya dapat kita antisipasi saat mengkonsumsinya.
Hanya saja, kalau kamu sering mendapat ikan yang terlalu besar, nila sebesar bantal misalnya.
Rasa dagingnya justru kurang sedap kalau dimasak sederhana. Hal serupa juga berlaku untuk ikan lele yang terlalu besar.
Ukuran satu telapak tangan baik nila atau mujair sudah menjadi ukuran ideal yang mantap. Kaudapat mengolahnya dengan cara sederhana seperti menggorengnya, atau dengan cara yang lebih rumit seperti menjadikannya gulai, oseng, atau semacamnya.
Menyebut nila dan mujair sebagai tilapia
Jika masih kurang yakin dengan perbedaan ikan nila dan mujair, kamu dapat menyebut keduanya sebagai tilapia.
Di atasnya lagi, mereka sama-sama ikan. Dari sini kita juga bisa belajar tentang toleransi menyebut nila sebagai ikan, dan mujair sebagai ikan pula.
Sedikit tips jika ingin mancing ikan nila di bekas galian pasir (galpas), sebaiknya membawa beberapa alat berikut.
- Tegek lebih dari satu.
- Rangkaian lumut lebih dari satu.
- Payung jika mancing siang.
- Starlight/starlet jika mancing malam.
- Minimal dua jenis umpan, lumut dan cacing.
- KTP atau kartu identitas lain.
Nah, kira-kira sekian dulu catatan tentang info ikan kali ini. Dari sini seharusnya kamu sudah lebih mengenal perbedaan ikan nila dan mujair, serta apa itu kelompok ikan yang dikenal sebagai tilapia.
Mungkin akan seru juga kalau aku membahas juga perbedaan ikan patin, jendil, rengkik, dan ndaringan/garithel, ya?
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi