Catatan setelah seminggu itu, Amato Assagaf
Dalam narasi medis, tangan adalah kutukan bagi detak jantung. Tapi saat yang paling sepi bukan ketika tangan dihukum demi kelangsungan hidup. Saat yang paling sepi dalam narasi itu adalah saat eksistensi berubah menjadi garis dengan bunyi yang berulang-ulang. Saat paling sepi adalah ketika hidup hanya menunda rasa perih dan tangan tak lagi sanggup meraih kantuk.
Mampus jantungku dikoyak sepi...
Manado, Oktober 2018
Amato
Catatan di atas diambil sepenuhnya dari Facebook Amato Dix (facebook.com/amatosaja).
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi