Ujaran kebencian, Amato Assagaf
Anda bicara soal hate speech (ujaran kebencian)? Saya lebih takut pada hate spin (pelintiran kebencian). Yakni ketika para wirausahawan politik menggoreng "rasa tersinggung" menjadi kemarahan massal demi menaikkan posisi tawar dengan akibat yang begitu mengerikan, disembelihnya kebebasan berbicara.
Di hadapan kasus Sukmawati, siapa yang pernah bertanya, pertama, kenapa kita sekarang menjadi begitu pemarah hingga rela membunuh masa depan atas nama hari ini? Dan kenapa kemarahan itu selalu mengalir dari hulu agama ke hilir politik?
Kedua, seperti yang diingatkan Dandhy Laksono, jika kita harus marah karena sebuah puisi menganggap kidung lebih bagus dari azan, "Bagaimana dengan khotbah-khotbah yang mengkafirkan dan melabel orang sesat, lalu membandingkan dengan ajarannya sendiri yang diklaim "lebih merdu"?"
4 April 2018
Amato
Catatan di atas diambil sepenuhnya dari Facebook Amato Dix (facebook.com/amatosaja).
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi