Cerita-cerita yang merawikan kisahnya 9
Buku saya Siang Malam Cinta dan Perang dibuka dengan kutipan dari Karl Marx, yang selalu saya sukai karena pancaran optimismenya:
"Dalam sejarah, seperti di alam, pembusukan adalah laboratorium kehidupan."
Ketika buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, penerjemah, yang mengetahui karya Marx dari A sampai Z, bertanya dari mana saya mendapatkan ungkapan itu, yang sama sekali tak ia ingat ada, dan tak dapat ditemukan di buku Marx yang mana pun.
Perlu saya jelaskan bahwa saya adalah satu dari sedikit orang yang bertanggung jawab atas empat prestasi: saya membaca Alkitab, khatam; saya membaca Das Kapital, tamat; saya menyusuri kota Los Angeles, dari ujung ke ujung, berjalan kaki; dan saya juga berjalan menyusuri seluruh Mexico City. Saya juga mencari dengan serius, tetapi tidak ketemu. Saya pikir itu dari Das Kapital, tetapi saya tidak menemukannya di situ. Tapi saya yakin bahwa ingatan saya tidak mengkhianati diri saya tentang sintesis sempurna pemikiran dialektis Pak Jenggot dari Jerman itu. Karenanya, saya bilang kepada penerjemah:
"Kalimat itu dari Marx, tetapi ia lupa menuliskannya."
Eduardo Galeano
“Pemburu Rawi”
(Terjemahan Wardah Hafidz)
Dari unggahan Facebook Halim HaDe
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi