Bertarung
Tiga orang duduk di warung kopi
tengah malam menyusun strategi
cerita siapa yang paling kelam dan
layak mendapat perhatian.
Satu orang mengatakan punya utang
segunung hingga kepalanya terasa pecah
setiap hari. Orang kedua mengatakan
gunung utang yang pertama, baginya
hanyalah bukit yang indah dan menyenangkan
bertabur bunga dan kupu-kupu
juga angin sepoi-sepoi yang memberi
kesegaran dalam sumuk dan amuk.
Yang ketiga diam saja. Rasanya mati sudah.
Dia pikir ini akan menjadi ajang pertarungan
yang sungguhan. Gunung dan bukit dalam pembicaraan
tidak lain jalan setapak yang landai baginya.
Seminggu kemudian, orang pertama memilih
mengambil tambang dan menyelesaikan.
Berlalu sebulan, kabar duka datang dari orang kedua
memasukkan batu-batu di saku jaket besar
lalu meloncat ke sungai menjadi makanan ikan.
Yang ketiga sudah mati sejak pertemuan di
warung kopi. Dia memutuskan mengubur
jasadnya pada usia agak tua nanti.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi