Faktor yang mempengaruhi artikel muncul di halaman pertama SERP
Sebelum masuk ke pembahasan apa saja faktor yang mempengaruhi artikel muncul di halaman pertama SERP. Ada baiknya kita membahas lebih dulu istilah asing agar nantinya memudahkan dalam pemahaman sepenuhnya.
SERP adalah singkatan dari Search Engine Result Page. Sederhananya, SERP merupakan halaman yang menampilkan daftar artikel dari berbagai website setelah kamu mengetik kata kunci di pencarian.
Jadi, artikel yang kamu tulis di website seperti filosofish, tidak serta-merta akan langsung muncul di SERP tersebut. Apalagi di halaman pertama, filosofish yang notabene merupakan blog kere sulit untuk melakukannya. Hiks ...
Faktor yang Mempengaruhi Artikel Muncul di Halaman Pertama SERP
Perhatikan bahwa faktor yang mempengaruhi visibilitas online artikel kamu di halaman pertama SERP itu tidak tunggal. Ada buanyak sekali faktor-faktornya.
Percayalah bahwa artikel yang ditulis manual dan sepenuh hati, akan tetap menemukan pembacanya sendiri. Pun di halaman pertama SERP maupun di halaman keseratus.
Di sini akan saya bagi berdasarkan dua kategori besar; faktor umum dan faktor khusus.
1. Faktor Umum
Faktor yang mempengaruhi artikel muncul di halaman pertama SERP secara umum ada tiga; SEO off page, on page, dan technical.
a. SEO Off Page
Beberapa faktor SEO off page website yang kurang optimal antara lain:
- Otoritas website (DA/PA/DR)
- Link building ke homepage dan artikel.
- Backlink yang membahas brand/merek website.
- Umur domain masih bau bawang.
- Spam score di atas 10% sehingga website kurang direkomendasikan.
- Review dari kustomer atau user experience audiens.
- Local business yang kurang.
- Kelengkapan schema markup yang berantakan.
- Tag meta judul dan deskripsi tidak ada.
- Dan lain sebagainya.
Saya sebenarnya bukan ahli SEO, terlebih di bagian offpage, jadi suhu SEO off page mohon koreksi, ya!
b. SEO On Page
Faktor SEO on page, antara lain:
- Judul mengandung keyword.
- Kelengkapan heading (H1, H2, H3, H4).
- Keyword density, penyebaran kata kunci di seluruh artikel.
- Image alt, keterangan gambar relevan.
- Meta deskripsi, ringkasan artikel.
- Internal & eksternal link dalam postingan.
- Konten yang kaya, termasuk unsur visual seperti gambar, video, tabel, dan sebagainya.
- Jumlah kata per artikel postingan, minimal 300 kata (tidak termasuk judul, heading, dan meta deskripsi).
- Jumlah kata per bagian heading/subheading, maksimal 250 kata.
- Pembahasan yang logis dan berurutan.
- Originalitas dan bebas plagiarisme.
- Permalink mengandung kata kunci.
Kalau di WordPress, kamu bisa menggunakan plugin SEO. Apakah filosofish pakai plugin SEO? Tentu saja tidak. Wkwkwk ...
c. SEO Technical
Sedangkan perihal teknis SEO antara lain:
- Indeks ke webmaster mesin pencari.
- Crawling robot indeks.
- Sitemap xml ke webmaster mesin pencari.
- Broken link minimal.
- Rendering artikel.
- HTTPs lebih baik daripada HTTP.
- Kecepatan loading website, tes di PageSpeed Insight.
- Redirect permalink tidak wajar.
- Canonical URL atau halaman duplikat.
- Struktur halaman website.
Sangat banyak, kan? Makanya saya sering mengatakan bahwa optimasi website selalu lebih mahal daripada membuat website itu sendiri. Hmm ...
2. Faktor Khusus
Faktor khusus merupakan hal-hal yang berpengaruh secara spesifik pada peringkat artikel di SERP maupun visibilitas online suatu website.
a. Kualitas Konten
Konten berkualitas artinya (seperti kata Google) adalah konten yang memberi manfaat untuk pembaca. Jika konten dianggap tidak berkualitas, maka mesin pencari akan mengabaikannya.
Indikator penilainnya apa? Saya tak tahu, itu dapur mesin pencari, namun satu yang dibocorkan: bounce rate yang rendah.
Jika bounce rate rendah, menjadi tanda bahwa audiens menikmati konten yang kamu suguhkan di website tersebut. Sedangkan kalau bounce rate tinggi, itu artinya audiens baru saja masuk sudah keluar.
b. Relevansi Kata Kunci
Kalau audiens mencari kata kunci "hobi memancing" maka mesin pencari tidak akan menampilkan artikel dengan kata kunci jasa rental mobil. Cukup mudah dipahami, ya.
Antara kedua kata kunci di atas jelas tidak nyambung, dengan kata yang lebih sederhana: tidak relevan.
Maka dari itulah, relevansi kata kunci dalam artikel sangat penting untuk memaksa website kamu muncul di halaman pertama SERP.
Apalagi kalau apa yang diketik oleh audiens sama persis dengan judul artikel kamu. Kemungkinan besar artikel akan muncul, itu pun jika sudah diindeks oleh Google.
c. Page Speed
Banyak yang mengatakan page speed alias kecepatan halaman berpengaruh pada peringkat artikel di SERP. Padahal hanya mitos.
Kecepatan halaman berpengaruh pada hasil SERP adalah mitos.
Buktinya apa? Kamu bisa cek kecepatan akses website raksasa yang mendominasi golden keyword. Apakah di atas 90? Saya rasa tidak semuanya.
Namun, page speed web yang cepat tetap memberikan manfaat positif, misalnya untuk user experience yang lebih baik dan meminimalisir bounce rate.
d. User Experience (UX)
Faktor yang mempengaruhi artikel muncul di halaman pertama SERP berikutnya adalah UX. Audiens yang mendapatkan manfaat dan pengalaman baik, memberi kontribusi pada peringkat artikel kamu.
Contoh UX yang buruk seperti:
- Tidak ada tombol kembali.
- Banyak menu tidak aktif (broken link)
- Iklan memenuhi halaman website.
- Pop up menyesatkan.
- Ukuran gambar tidak terdefinisi dengan jelas.
- Ukuran font website terlalu kecil, yaitu 12 px ke bawah.
- Konten artikel tidak relevan atau tidak membantu.
- Review buruk dari audiens.
- Spam score dan bounce rate tinggi.
Google misalnya, menampilkan artikel blog kamu hanya karena itu bermanfaat untuk audiens/pengguna. Jika tidak, tentu blog kamu akan dibuang ke tong sampah. Wkwkwk ...
e. Otoritas Artikel
Faktor SEO off page terkait otoritas artikel juga berpengaruh, apalagi kalau kompetitor kamu memiliki otoritas yang lebih tinggi.
- Backlink ke artikel/page.
- Page Authority (PA).
- Artikel membahas lengkap.
- Unsur visual dan penunjang tersedia.
Sehingga pada dasarnya, backlink yang bagus tidak hanya mengarah ke homepage, melainkan juga ke page.
Artikel yang mendapat backlink artinya digunakan sebagai referensi/rujukan yang berguna dan bermanfaat untuk pengguna.
Kalau tidak ada backlink yang mengarah ke artikel bagaimana? Tentang, seperti yang saya sampaikan sebelumnya, artikel yang ditulis manual dan sepenuh hati, akan tetap menemukan pembacanya sendiri. Pun di halaman pertama SERP maupun di halaman keseratus.
f. Dwell Time
Dwell time adalah waktu yang dihabiskan oleh audiens mengunjungi suatu website. Indikator dwell time erat kaitannya dengan spam score dan bounce rate.
Semakin besar dwell time maka semakin bagus, karena akan memperkecil peningkatan spam score dan bounce rate website kamu.
Bagaimana cara meningkatkan dwell time? Ya sederhana dong, kamu cukup menulis artikel manual yang bermanfaat dan lengkap.
Kalau website kamu isinya artikel AGC, audiens seketika langsung pergi menjauh dan enggan datang lagi, kan?
g. Bounce Rate
Sedangkan bounce rate adalah metrik yang menunjukkan persentase pengunjung meninggalkan website hanya setelah melihat satu halaman.
Bounce rate oleh Google digunakan sebagai indikator mengukur apakah sebuah website memberikan konten yang berkualitas atau sebaliknya.
Kalau audiens yang datang langsung pergi hanya dalam beberapa detik, ia mungkin berpikiran bahwa: ini bukan artikel yang saya cari.
h. Pembaruan Artikel
Kamu punya ratusan atau ribuan artikel di website? Apakah semua artikel yang kamu tulis tersebut membahas informasi terkini?
Segala hal dalam dunia digital bersifat dinamis, artinya berubah-ubah seiring perkembangan teknologi informasi.
Misalnya, kamu menulis artikel tentang Rekomendasi Tegek Shimano Terbaik. Selang 2 tahun kemudian, mungkin informasi yang ada dalam artikel tersebut sudah tidak relevan, sebab ada berbagai macam tegek Shimano keluaran terbaru yang lebih berkualitas dan murah.
Maka dari itulah, update artikel-artikel lama kamu untuk membuktikan kepada mesin pencari bahwa kamu peduli atas informasi di dalamnya.
i. Social Signal
Social signal adalah indikator keberadaan website di platform media sosial untuk menunjukkan bahwa website tersebut benar-benar ada dan nyata. Contoh social signal antara lain:
- Tumblr
- About Me
- Gravatar
- X Platform
- YouTube
- TikTok
- 500px
- Flickr
- GitHub
- Goodreads
- Google Scholar
- Medium
- Quora
- dan lain sebagainya.
Social signal mengantisipasi agar website kamu tidak masuk ke dalam Google Sandbox.
Google Sandbox adalah filter sistem Google yang akan menempatkan website ke dalam masa percobaan, sehingga tidak akan mendapat peringkat tinggi di hasil SERP.
j. Persaingan
Faktor yang mempengaruhi artikel muncul di halaman pertama SERP atau tidak adalah persaingan dengan kompetitor.
Bayangkan kamu memiliki website seperti filosofish yang masih bau bawang, anak kemarin sore. Belum memiliki otoritas SEO sama sekali.
Sedangkan kompetitor adalah website raksasa yang menguasai golden keyword. Mana mungkin mampu bersaing?
Alternatifnya adalah menulis artikel yang low competition, yaitu fokus pada long-tail keyword, kata kunci panjang minimal tiga kata.
Contohnya, kompetitor kamu yang merupakan website raksasa menulis: rekomendasi tas selempang terbaik. Maka, kamu bisa ambil sesuatu yang jauh lebih spesifik seperti: rekomendasi tas selempang terbaik merek Ozuko panjang 40 cm muat notebook.
Cukup sederhana, ya. Intinya jangan bersaing dengan website-website raksasa penguasa SERP, kenyataan cukup mengsyedih. Heuheuheu ...
k. Schema Markup
Jenis schema markup antara lain:
- Logo markup.
- Organization markup.
- Person author markup.
- Local business markup.
- Review markup.
- Breadcrumbs markup.
- Artikel markup.
Schema markup sebenarnya sudah diatur dalam template atau tema website kamu. Namun biasanya membutuhkan penyesuaian lebih lanjut.
Contohnya adalah breadcrumb, ini adalah informasi navigasi teks kecil untuk menunjukkan detail lokasi di struktur website.
Keterangan filosofish > sastra > Pendapat Pribadi tentang AI Generate Artikel (judul artikel) adalah breadcrumb markup.
Pastikan semua jenis skema markup di halaman artikel kamu sudah diseting dengan jelas, ya, agar artikel muncul di hasil SERP.
Memaksimalkan Artikel Muncul di Halaman Pertama SERP
Lantas, bagaimana cara agar artikel muncul di halaman pertama SERP? Haduh, ini sebenarnya pertanyaan yang konyol, soalnya jawabannya sudah jelas, optimasi SEO website.
1. Optimasi Artikel
Kamu perlu optimasi artikel dari yang terlama sampai terbaru, membuatkan lebih lengkap baik dari sisi informasi maupun unsur visual. Selanjutnya meminta indeks ulang ke mesin pencari, kalau jumlahnya ada ratusan sebaiknya menggunakan bulk indexing.
Optimasi artikel juga berkaitan dengan link building tautan aktif dofollow (bukan nofollow) yang mengarah ke artikel tersebut.
Dengan kata lain, optimasi artikel mencangkup SEO off page, on page, dan technical sebagaimana penjelasan di atas.
Apakah filosofish juga melakukan optimasi artikel sepenuhnya? Tentu tidak, saya bahkan tidak memasang plugin SEO sama sekali di blog ini.
Sebab, lagi-lagi saya percaya bahwa artikel yang ditulis manual dan sepenuh hati, akan tetap menemukan pembacanya sendiri. Pun di halaman pertama SERP maupun di halaman keseratus.
2. Optimasi Website
Selain optimasi artikel, pastikan juga melakukan optimasi pada website secara keseluruhan. Utamakan User Interface (UI) yang friendly, baik dari tampilan desktop maupun mobile.
Serta mudahkan audiens dengan mengoptimasi sisi User Experience (UX), jangan bikin rumit dengan membuat menu bertingkat dan tidak jelas.
Tambahkan deskripsi pada masing-masing menu yang ada, termasuk keterangan apapun yang diperlukan untuk memaksimalkan kenyamanan audiens kamu.
Optimasi website secara umum juga mencangkup SEO off page, on page, dan technical. Jika kesulitan melakukan optimasi mandiri, tidak ada salahnya mencoba jasa optimasi SEO website di agensi yang terpercaya.
Kesimpulan
Pada akhirnya saya hanya mau mengatakan ini: jika kamu memesan artikel dan tidak tampil di halaman pertama SERP, coba koreksi ulang berbagai faktor di atas. Jangan langsung menyalahkan jasa penulis secara sepihak.
Tetapi kalau memang artikel yang kamu pesan berkualitas rendah, tidak memberikan informasi relevan, atau pembahasan kurang mendalam. Kamu bisa meminta revisi sesuai dengan paket yang dipilih.
Informasi faktor yang mempengaruhi artikel muncul di halaman pertama SERP saya harapkan memberi manfaat untuk semua pelaku blogging. Sehingga dapat melakukan optimasi yang sesuai dengan kondisi website masing-masing.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi