Pengalaman restore backup gagal dan error
Pengalaman restore backup gagal dan error ini benar-benar membuat saya lemas. Bahkan saat menulis artikel ini saya masih lemas, letih, lesu, lunglai, dan tak berdaya.
Saya kehilangan beberapa hal penting, terutama gambar/image yang berada di folder WP-content/Uploads.
Bukan tanpa alasan, gambar tersebut saya kumpulkan selama blogging sejak 2019 hingga sekarang. Dari sebuah kegagalan melakukan restore backup, sekali waktu saya berpikir untuk berhenting ngeblog.
Alur Cerita Restore Backup Gagal
Contoh itu ada dua jenis; contoh baik dan contoh buruk. Contoh baik untuk ditiru, dan contoh buruk tidak untuk ditiru. Pengalaman ini adalah contoh buruk yang sebaiknya kamu hindari.
Kejadian ini dimulai saat saya menyadari bahwa banyak sekali file gambar duplikat di cPanel. Bagaimana tidak, saat saya unggah gambar contoh-gambar.jpg akan muncul gambar duplikat dengan nama contoh-gambar-1.jpg, contoh-gambar-2.jpg, hingga contoh-gambar-3.jpg.
Hosting kere dengan kapasitas 600 MB yang sudah terpakai 50% itu menjerit tidak keruan.
Selanjutnya, saya mencari "plugin cleaner gambar unused di cPanel", menemukan WPS Cleaner dan Media Cleaner.
Berhubung Media Cleaner harus upgrade ke versi Pro untuk menggunakan fitur cleaner di database, saya menggunakan yang gratisan, WPS Cleaner.
Dan di sinilah semuanya berawal ...
Sebelum menggunakan cleaner image, saya sudah melakukan backup menggunakan WPvivid ke Google Drive. Beres.
Saya pikir jika nantinya ada masalah berkelanjutan dalam cleaner image database, bisa langsung restore dengan gampang.
Akhirnya, WPS Cleaner menemukan ratusan gambar yang dianggap unused, yaitu berdasarkan penggunaan di post, page, dll sesuai dokumentasi plugin.
Saya sudah membaca dokumentasi lengkap kok, dan saya tidak ingat bahwa memiliki rubrik khusus yang terlepas dari post dan page, itu adalah rubrik ulasan produk.
Hasilnya setelah melakukan clean-up semua gambar di rubrik tersebut hilang. Saya melakukan restore dari WPvivid, mengalami error bahwa encode berkas gagal.
Saya mengulangi restore database tersebut lagi, error dan gagal.
Tindakan Restore Backup
Tidak serta-merta saya berhenti di sana, saya mencoba menghubungi penyedia hosting, dalam hal ini Domainesia.
Meminta untuk membantu melakukan restore backup yang mungkin tersedia. Ternyata, backup database saya hanya tersedia per tanggal 13 Desember 2024. Sedangkan pada 15 Desember 2024 (kemarin), saya melakukan perubahan mayor dalam blog ini.
Mencoba pemulihan dari plugin WPvivid gagal, backup dari penyedia hosting juga kurang berguna.
Pada akhirnya, beginilah kondisi blog filosofish ini. Beberapa artikel dan konten mungkin kehilangan unsur visual, khususnya gambar.
Jadi, jika kamu menemukan gambar yang hilang: HARAP MAKLUMLAH!
Apa yang Sebenarnya Ingin Saya Sampaikan?
Gambar yang sudah saya kumpulkan sejak 2019 silam hilang dalam satu waktu. Ini jelas menyakitkan. Saya juga sudah tidak memiliki backup di ponsel pun laptop.
Selain itu, saya juga ingin menyampaikan (mungkin terdengar sedikit heroik), bahwa di blog ini saya mengedepankan user experience pengunjung.
Beberapa gambar mungkin memiliki kesinambungan dan menjadi kunci penjelasan artikel. Jika itu hilang, artikel akan kurang optimal dipahami.
Entahlah, mau lanjut ngeblog di filosofish atau membuangnya ke tempat sampah bersama dengan blog-blog lain yang sudah mendahuluinya.
Antisipasi Restore Backup Uploads cPanel Gagal
Berdasarkan pengalaman di atas, saya ingin menyampaikan cara antisipasi (anggap saja preventif) agar restore backup khususnya WP-content/Uploads tidak gagal.
- Lakukan backup manual, langsung kompres folder Uploads di cPanel, simpan di tempat yang aman.
- Jika ingin restore cukup mudah, kamu tinggal hapus semua folder Uploads tersebut, lalu unggal file .zip, ekstrak.
Hasilnya, semua isi dalam Uploads kembali seperti semula. Cara ini lebih efektif jika kamu orangnya awam seperti saya dalam pengunaan plugin backup.
Berhubung saya seorang pemancing, ikhlas menjadi salah satu kebiasaan yang sering saya jalani. Mari telan kekecewaan ini dengan lapang dada. Sekian.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi