Apakah masih bebas menulis jika blog pribadi tidak lagi rahasia?

Perihal ini agaknya runyam, ketika blog pribadi sudah diketahui orang lain, dan bukan lagi sebuah rahasia. Bahwa, kita barangkali kehilangan kebebasan menulis.

Menulis yang sebebas-bebasnya telah hilang, atau setidaknya tereduksi, bahkan untuk tulisan yang sangat buruk sekali pun.

Blog pribadi merupakan tempat untuk membagikan pemikiran, pengalaman, opini, hobi, atau minat pribadi penulis dengan bebas.

Tidak ada yang akan menghalangi penulis untuk mempublikasikan tulisan mereka. Entah itu tulisan yang sangat bagus maupun sebaliknya, sangat buruk sekali.

Sebagai ruang raung yang penuh dengan kebebasan, blog pribadi harusnya tetap bebas. Bukan malah bimbang dan pusing dengan pikiran, bagaimana kalau tulisan ini nanti dibaca oleh ini, oleh itu.

Blog pribadi dan penulis anonim

Opini dalam tulisan di blog pribadi barangkali tidak memiliki dasar yang kuat. Hanya sebatas perasaan atau firasat yang sangat mungkin mengalami kekeliruan.

Atau, blog pribadi justru sebagai sarana curhat mati-matian yang melewati batas-batas norma dan standardisasi tulisan dikatakan bermoral.

Contohnya, melalui blog pribadi, seseorang menjaga kewarasan dengan mengumpat atasan berengsek yang seringkali memberi beban kerja tidak masuk akal di waktu-waktu genting, seperti mau pulang kerja.

Membuat mau tidak mau empunya blog harus lembur dan mengabaikan bercocok tanam dengan bini bahenol yang sudah dijanjikan malam itu.

Sungguh sial, bukan?

Atau, blog pribadi berisi tulisan yang mengkritik habis-habisan pemerintah. Misalnya presiden gendut dan wakilnya yang masih bocah ingusan plonga-plongo namun memiliki pikiran super mesum. Ini hanya contoh, tentu peran sebagai "penulis anonim" penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan penulis.

Tidak semua orang memiliki tempat untuk bercerita, tempat paripurna untuk menceritakan segala macam perih, pedih, dan sengsara yang ia rasakan; kecuali jika ia mengingat Tuhan.

Tidak semua tempat bercerita benar-benar tulus mendengarkan ceritanya. Seorang sahabat karib pun masih sangat mungkin memiliki dua wajah yang bertentangan, satu (yang ditampilkan kepada kita) adalah wajah peduli, satu lagi (yang tersembunyi) adalah wajah sangat puas karena kita mengalami musibah; kecuali jika bercerita kepada Tuhan.

Saya sebagai satu-satunya penulis di balik blog ini, juga memiliki sebuah blog pribadi. Hanya saja, blog tersebut entah bagaimana sudah diketahui banyak orang.

Jadi, wajah blog yang seharusnya anonim, malah menampilkan wajah saya secara terang-benderang.

Saat ada tulisan cakar-ayam baru yang muncul, seolah featured image adalah foto saya berukuran full widht setengah badan dengan latar belakang merah. Sungguh memuakkan.

Mencari suaka lain saat blog pribadi bukan lagi rahasia

Kebebasan adalah ruh dari sebuah blog pribadi. Tidak lain.

Jika kebebasan tersebut sudah tidak ada, maka blog pribadi telah mati suri.

Cara paling mudah untuk mengatasinya adalah mencari suaka yang lain. Bisa dengan menulis di blog lain yang sudah ada atau membuat blog yang benar-benar baru. Dengan tetap menjaga kerahasiaan dan wajah anonim di setiap halaman situs.

Blog pribadi saya sebelumnya sangat sering update tulisan baru, bisa seminggu dua kali, atau di waktu yang sangat luang menjadi dua kali sehari. Tulisan terakhir adalah Februari 2025, dan tidak akan ada tulisan baru sampai batas yang tidak bisa saya tentukan.

Bagaimana dengan traffic dan pembaca?

Aih, terkait dengan traffic bukan tujuan utama blog pribadi.

Tujuan utamanya adalah saran melepas segala macam emosi dengan menuliskannya. Entah mau ada pengunjung atau tidak, itu tidak akan berpengaruh apa-apa.

Seperti orang memancing, dapat ikan syukur, tidak dapat ya tidak apa-apa; kecuali mancing galatama.

Setidaknya ini yang saya rasakan.

Sangat mungkin opini yang saya tulis tentang blog pribadi ini keliru, tidak benar-benar sesuai dengan apa yang saya pikirkan atau ingin sampaikan.

Kalau kalian memilih pandangan tersendiri tentang kerahasiaan blog yang sudah terbongkar, apakah membuat blog baru atau menulis di blog lain adalah cara yang akan kalian tempuh?

Atau malah sebaliknya, justru senang jika blog tersebut diketahui oleh orang-orang?

Ya, setiap penulis blog memiliki selera masing-masing. Bagi saya pribadi, kerahasiaan sejatinya adalah ruh sebuah blog yang berisi tulisan cakar-ayam-carut-marut, lebih menyerupai aib yang harus disembunyikan alih-alih ditampilkan.

Kolom komentar terbuka lebar, monggo, silakan.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi