Belum ada judul 2
Seniman bukan mesin atau pabrik penghasil karya seni. Dan sekalipun karya seni kita anggap sebagai produk, tetap saja ia adalah produk kreativitas bukan produk kejar setoran.
Di dalam model itu berlaku hukum kualitas bukan kuantitas. Mungkin itu yang bikin seniman teater kontemporer Zak Sorga cemas dengan booming produksi buku puisi yang seakan sedang mengejar setoran, beratusratus tanpa kualitas estetis yang cukup jelas.
Bukowski adalah salah satu penyair yang sangat produktif tapi dia sendiri punya batasan yang jelas dalam menghasilkan karya, namanya "jangan mencoba" atau "don't try" - konsepnya mengenai penciptaan, yang tertulis di nisannya. Maksudnya, sederhana, jangan memaksakan diri untuk menulis (puisi). Biarkan segalanya mengalir. Aku suka menjelaskannya lewat definisi frost atas puisi:
Kau akan menulis puisi saat sudah ada 'pengalaman' yang menyentuh emosimu, dan emosimu menyentuh pikiranmu, dan pikiranmu menemukan katakata untuk 'pengalaman' itu. Maka jadilah puisi.
Kau tidak akan mencoba menulis hingga mekanisme internal sentuh menyentuh ini berlangsung dalam dirimu. Kau akan santai menjalani hidup dalam aliran (flow) itu. Dan kau pasti akan siap saat ia datang, jika dan hanya jika, kau seorang seniman/penyair.
Seniman butuh hibernasi. Beberapa jam, beberapa hari, atau bahkan beberapa bulan. Aku malah tidak berkeberatan untuk berhibernasi selama bertahun-tahun dalam berkarya teater.
Ah, itu karena malas saja. Mungkin. Dan aku bangga. Karena malas adalah hak istimewa seorang seniman. Kika bukannya bawaan lahir yang bikin dia jadi seniman.
Bagaimanapun, jika aku harus selalu rajin, mungkin aku akan lebih memilih dagang kasur atau bohlam daripada menulis puisi setelah seharian baca buku, jalan jalan tanpa arah tujuan, dan/atau ngopi di kedai kedai eksotis di luar kota. Tentu sambil berpikir barang dua jenak besok anak istri akan makan apa.
Dan begitulah.
18 November 2024
Amato Assagaf
Tulisan di atas diambil sepenuhnya dari Facebook Amato Dix
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi