Fashion show di atas perahu tambang

Pagi ini sebuah keberuntungan, saya naik perahu tambang berbarengan dengan anak-anak SMA perempuan yang ginuk-ginuk dan guru-guru perempuan mereka yang sama ginuk-ginuk.

Aroma masa kejayaan masa muda dulu semerbak. Saya turut mengingat betapa masa SMA merupakan kebebasan hidup.

Baru saya tahu, anak SMA sekarang sudah mampu macak.

Atau, karena saya terlalu sering berinteraksi dengan hanya ikan-ikan, lalu agak kagum saja dengan anak sekolah dan guru sekolah yang seperti tengah menggelar fashion show itu --padahal biasa-biasa saja.

Sialan betul. Sepertinya sekarang sudah bukan waktunya bersambat. Usia ini tidak bohong.

Guru-guru perempuan itu lebih cocok jadi anak saya. Sialan betul.

Sudah kelewat uzur kah diri ini? Sungguh, masa muda yang hanya sekelebat. Hidup yang begitu singkat.

Apakah sudah waktunya mengumandangkan Bersepakat dengan Usia-nya Daruz Armedian?

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi