Mengumpulkan semua tulisan di satu tempat. Untuk apa?

Ingin rasanya mengumpulkan semua tulisan yang tercecer dari folder-folder dan blog-blog masa lalu. Memasukkan semuanya ke dalam sebuah blog baru saja.

Hanya saja pertimbangan aneh itu selalu muncul. Buat apa?

Buat apa melakukannya? Toh semua juga merupakan tulisan gagal yang tidak ada bobotnya.

Tulisan yang melayang-layang kehilangan kendali. Ada yang hanyut ke sungai, ada yang nyangkut di pohon mangga. Sebagian besar berakhir di tempat sampah.

Hanya sebagian kecil yang memiliki nasib agak baik; bermanfaat jadi pembungkus gorengan. Pun setelahnya juga turut berakhir di tempat sampah.

Itu memiliki nilai hanya untuk empunya tulisan. Misalnya, mengandung kejadian yang turut bersamanya sebuah kenangan.

Selain itu tidak ada lagi.

Jadi pertanyaan yang lebih tepat adalah seberapa penting mengingat suatu kejadian di masa lalu?

...bukan buat apa mengumpulkan kembali tulisan-tulisan itu?

Dan, blog baru hanyalah semacam bilik gelap untuk onani penulisnya. Di sana ia merasakan hidup. Di sana pula ia mencurahkan semuanya sendirian.

Sedangkan bagi orang lain. Itu sebenar-benarnya hanyalah tempat sampah yang berisi sampah-sampah secara harfiah.

Mustahil ada yang akan mengoreknya kecuali tukang sampah, gelandangan, dan orang-orang gila.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi