Mimpi buruk sialan di siang bolong

Menidurkan anak usia dua setengah tahun nyatanya membuat lelaki itu turut tidur pula. Tidur dalam situasi yang agaknya kurang baik. Sebab, ada begitu banyak hal yang mestinya ia selesaikan dalam kondisi sadar.

Menerima ajakan teman untuk membuat lingkaran kecil, misalnya. Harusnya ia terima dulu meski setelahnya semua di lingkaran itu akan kehilangan kesadaran.

Atau, masalah di blog pribadinya yang jelas tidak akan bisa diselesaikan dalam kondisi tidak sadar.

Tidur siang itu bukan keinginannya. Ketiduran, barangkali kata yang lebih bisa mewakili.

Hanya saja, tidak semua mata melihatnya demikian. Lelaki kita mendapat pandangan yang kurang baik sebagai pemalas. Anggapan yang bahkan sejak enam tahun lalu tidak pernah berkurang panjang ekornya sama sekali.

Terkait dengan mimpi keparat yang tiba-tiba datang di siang bolong. Menurutnya itu tidak perlu diceritaka. Ia telah menelan terlalu banyak mimpi-mimpi, harapan-harapan, dan angan-angan yang sama-sama keparatnya.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi