Untuk kau–

kau tidak sedang berduka, kawan. kau cuma sedang
menyesali dirimu yang lebih sering menghabiskan waktu
tanpa dia. kau cuma sedang marah pada takdir evolusi
yang memilih dia sebagai kekasihmu hanya untuk jadi
tersiasia oleh kesibukanmu mematutkan dirimu dengan
realitas ciptaan masyarakat beradab. lalu malam itu, kau
mendengar dia batuk dengan wajah lesi dan, pada pagi,
kau tahu dia sudah tiada. selamanya.

kau tidak sedang berduka, kawan. kau hanya keliru
berpikir bahwa beda antara manusia dengan simpanse
adalah peradabannya. bukan. beda antara kita dengan
kera adalah kata kata rumit yang selalu dia tulis dan tak
pernah mau kau pahami. kau menyebutnya keisengan
perempuan tanpa kerjaan. dia menyebutnya suara dari
ruang sunyi. aku menyebutnya puisi.

kau tidak sedang berduka, kawan.


10 November 2024
Amato Assagaf

Tulisan di atas diambil sepenuhnya dari Facebook Amato Dix

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi