Doa, Amato Assagaf
“Duhai Semesta, berikan aku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak bisa aku ubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang bisa aku ubah, dan kearifan untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya.” – doa Stoik
Telah kuletakkan tanganku di atas dada dan kunyanyikan gita puja bagi semesta. Ruang dan waktu tak lagi berarti. Maka jadilah apa yang mesti terjadi karena telah putus segala janji. Aku masih harus melangkah, menemui kini demi kini, hingga biru kematian datang mewarnai.
Dan dengan atau tanpa puisi, aku akan kembali mencari Sigi. Putri dewata dalam tubuh manusia. Kekasih sejati di berjuta kali lahir dan mati. Kabulkanlah.
18 Februari 2021
Amato
Catatan di atas diambil sepenuhnya dari Facebook Amato Dix (facebook.com/amatosaja).
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi